Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 54


__ADS_3

Pagi pun tiba, Aisyah yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya, menghampiri suami tercinta yang sibuk membuat burger di dapur.


"Kakak bikin Apa?"


"Kakak bikin burger sayang...?" saut Rido yang masih sibuk dengan masakannya.


"Abang nanti pulang sekolah Ica pengen beli pentol yang lagi viral itu sama es campur boleh?" tanya Aisyah.


"Boleh... nanti kita beli bareng bareng curut?!" ucap Rido.


"Dih.... ngatain teman curut!"


"Biarin aja, mereka klau Ica pengen makan apa apa selalu aja riweh pengen ikut, apa coba klau bukan curut?" kekeh Aisyah.


"Hehehehe... kakak bisa aja!"


"Tapi Ica malas deh, bareng Nina!" cemberut Aisyah.


"Nanti kita bilang anak anak, ngak usah kasih tau Nina, Kakak juga sudah kesal ngeliat dia!" kesal Rido.


Dan di anggukin oleh Aisyah.


"Ayo... sarapan dulu, Kakak bikin coklat panas di minum ya?!" ucap Rido membelai kepala Aisyah.


"Siappp.... Bossku..." oceh Aisyah.


Di sekolah Tio, Ganen dan Rara sedang bergosip ria, melihat dandanan Novi meniru dandanan Aisyah.


"Dih... apa apaan tu anak, ngikutin dandanan Aisyah!" kesal Tio.


"Aisyah dandan kek gitu cantik lah ini, semakin dandan semakin kek ondel ondel" celoteh Ganen.


"Dia kesurupan jin apa sih, abis libur?" oceh Rara.

__ADS_1


"Jin sumur kering" saut Tio.


"Woiii... Nov, loe ngikutin gaya Aisyah ya? kagak pantes Nov, malah kayak lenong mau manggung" oceh teman sekelas Aisyah.


Di sambut gelak tawa di kelas itu, sambil melempar kertas yang di gulung kecil kecil oleh teman temannya.


"Suka suka gue dong! kalian sirik aja sih!" kesal Novi


"Bukan sirik Nov... tapi ngasih tau, aneh tau loe dandan kayak gitu, ngak cocok jatohnya norak hahahaha..."


"Jadi diri aja Nov, ngak usah jiblak gaya orang, mending bagus, lah ini hancur!!" oceh teman temanya.


"Bodo amat! suka suka gue!!" marah Novi berlalu ke tempat duduknya.


Sementara itu Aisyah baru sampai di area parkiran, beruntungnya Aisyah tidak berdandan seperti Novi.


Aisyah menguncir kuda rambutnya dan meng curly samping samping rambut yang tidak bisa di ikat, dan sedikit memoles wajahmu dengan bedak dan memakai lipglos senada dengan warna bibirnya, membuat penampilan Aisyah semakin cantik.


"Iya, tapi tidak pernah sombong"


"Dandan kayak apapun tetap cantik"


"Buluk aja cantik, apa lagi sekarang semakin cantik"


"Beruntung ya, yang jadi pacarnya, sudah cantik, pintar, baik hati pula"


"Cantikan gue kali"


Paling juga open B.O makanya bisa dandan cantik"


"Cewek murahan nempel terus sama Rido"


"Kasian yang jadi pacarnya di porotin" begitulah celotehan para siswa ada yang baik, ada yang julid, namun Aisyah berlalu tampa menghiraukan mereka.

__ADS_1


Prinsip Aisyah di puji tidak akan terbang, di hina tidak akan tumbang.


"Assalamualaikum..." ucap Aisyah saat sampai di dalam kelas.


"Wa'alaikum salam..." serempak teman temannya menyahut salam Aisyah dan Rido.


"Widihhh... Ica semakin cantik aja"


"Iya dong Aisyah, ngak kayak yang ono, di dandanin malah kayak orang mau ngelenong"


"Aisyah di apain aja tetap cantik, soalnya hatinya baik"


Aisyah hanya tersenyum canggung mendengar celotehan teman temannya.


Sedangkan Rido hanya geleng geleng dengan tingkah teman temannya itu, dia menarik tangan Aisyah agar duduk si sebelahnya.


Matanya menyipit melihat dandan Novi, bukan suka namun kaget dengan wajah aneh Novi tersebut, ingin rasanya Rido tertawa lepas namun berusaha menahannya.


Aisyah pun sama, merasa aneh dengan dandan Novi terebut.


"Vi loe kok dandan kayak gitu?" tanya Aisyah.


"Kenapa emang, ngak boleh? takut ya loe kesaing sama gue!" sentak Novi.


"Bukan bukan ngak boleh tapi itu menor banget Vi, kayak orang mau kondangan bukan ke sekolah?!" tegur Aisyah.


"Terserah gue mau dandan kayak apa, ngak usah sok perduli loe!!" marah Novi.


"Sudah Ca, ngak usah di kasih tau biarin aja" tegur Rara.


Akhirnya Aisyah diam, percuma aja ngasih tau Novi, klau tidak mau di kasih tau.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2