Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 76


__ADS_3

"Ayo....Ambil, kenapa diam saja, apa merasa kurang? syukur itu kamu di kasih jatah, dari pada ngak sama sekali, nanti kami di katain ngak perhatian lah sama orang" oceh Mama wulan.


"Terimakasih... kalian sudah perhatian, tapi saya tidak membutuhkan ini" ucap Rido dan mendorong uang itu menjauh dari hadapannya.


Ayah Rido cukup terkejut mendapat penolakan dari anaknya itu, terhina tentu saja dia terhina atas penolakan anaknya itu.


"Apa maksud kamu anak sialan...!!" teriak Ayahnya.


"Saya tidak mengharapkan uang anda tuan, bahkan bunda saya membesarkan saya tanpa menggunakan uang yang anda berikan, karena bagi bunda saya, tidak akan memberikan makan anaknya dengan harta orang yang tidak ikhlas memberinya, dan ini uang yang tidak seberapa anda kirim setiap bulannya kepada ibu saya, dan biaya selama ini anda masukan ke dalam rekening ini tidak sama sekali kami sentuh tuan.


Rido menyodorkan ATM berikut buku tabungan yang sudah dia print, dia tau itu akan berguna untuk menutup mulut mulut sampah itu.


Duarrrrr....

__ADS_1


Bagai petir menyambar di siang bolong saat ucapan keluar dari mulut Rido bagi mereka di sana.


"Jangan anda fikir saya hidup di luar sana menggunakan uang yang anda kirim tuan, tidak ada dan tidak akan saya makan uang anda, jangan lupa siapa bunda saya tuan dia adalah "INTAN PRATIWI" menegaskan nama Bundanya.


"Dia wanita mandiri dan seharusnya anda berhutang budi kepada bunda saya, karena perusahaan dan rumah sakit anda yang hampir hancur oleh lawan bisnis anda kembali berjaya oleh bunda saya tuan"


"Karena menyelamatkan perusahaan kalian bunda saya di jebak tidur dengan anda tuan, bukan merasa merasa bersalah anda, malah membenci bunda saya, padahal bunda saya tidak pernah ingin merusak keluarga anda"


"Bukan kah anda teman baik bunda saya, apa kah bunda saya pernah ingin merusak rumah tangga anda tidak nyonya, saat hamil pun dia tidak ingin keluarga anda tau, saat saya lahir pun ada suami anda yang berstatus suaminya itu ada di samping dia, tidak nyonya, apa kah saya di adzan sama dia nyonya tunjuk Rido kepada Ayahnya, "TIDAK" nyonya" marah Rido.


"Yang meng Adzan saya adalah lelaki yang berstatus mantan bunda saya nyonya, karena sebelum bunda saya di jebak oleh rekan bisnis suami anda itu nyonya mereka akan menikah. namun impiannya hancur, dia batal menikah, walau mantan tunangannya mau nerima dia apa adanya namun tidak dengan ibu saya dia merasa dunianya sudah hancur nyonya, dan suami anda yang merenggut kesuciannya malah membencinya.Bunda saya hancur nyonya!!" teriak Rido.


"Sampai akhir hayatnya bunda saya hanya menghabiskan waktu di apartemen dan tidak ingin bertemu dengan orang lain, dan dia bekerja di balik layar, agar bisa menghasilkan uang, untuk anaknya ini, tunjuk Rido ke dadanya, untuk saya, agar saya tidak pernah memakan harta orang yang tidak ikhlas memberinya, dan satu lagi bunda saya juga bukan orang kampung yang miskin. dia orang terpandang banyak penghasilan jadi jangan takut saya menginginkan harta kalian, harta peninggalan nenek kakek dan bunda saya saja sudah pusing saya menghitungnya!" bangga Rido.

__ADS_1


"Oh... iya satu lagi. Mulai hari ini team It anda mengundurkan diri, kapala team itu adalah saya, saya yang bekerja di balik layar selama ini, menggatikan bunda saya, jadi silahkan cari team IT yang lebih baik dari Team kami, saya tidak bisa melanjutkan amanat bunda saya menjaga perusahaan anda lagi.


Duarrrr...


Kaget sungguh kaget, keluarga itu saat ini.


"Mulai saat ini kita tidak ada lagi hubungan apa apapun tuan, bertemu di luar, anggap saja kita tidak pernah kenal anggap orang asing saja, jangan saling tegur" tegas Rido dan menarik lembut tangan Aisyah membawanya pergi dari rumah itu.


Jangan di tanya, di dalam sana, mereka masih syok mendengar semua ucapan Rido, mereka tidak menyadari Rido sudah pergi meninggalkan rumah itu.


Bersambung...


Jangan lupa like komen dan vote ya..

__ADS_1


__ADS_2