Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 99


__ADS_3

"Wiidiiihhh... pantes loe mau tinggal di kampung Ca, ternyata rumah Rido gede banget di sini dan pemandangan di sepanjang jalan juga indah, noh lihat di belakang rumah loe aja bagus banget, gue juga betah di sini" kekeh Rara saat baru sampai di rumah Rido.


"Rido di sini usaha apa sih... Ca? sepanjang jalan klau di tanya Rido semua manggil Aden semua, kayak terhormat gitu?" tanya Tio.


Aisyah hanya tersenyum mendengar celotehan sahabatnya itu, jangan kanTio Aisyah saja waktu tinggal di sini juga kaget.


"Kakak itu punya perkebunan hasil kebun di sini sebagian besar dari hasil kebun kakak, kakak juga punya peternakan Sapi, kambing dan Ayam dan Ayam petelor, Kaka belum ada setahun juga buka Cafe di sini yang ada di jalan kalian lalui tadi dan sekarang lagi bangun Villa tidak jauh dari Cafe tadi" beber Aisyah, karena nanti mereka juga akan bekerja di tempat Rido.


"Haaa..." cengok teman temannya.


"Ngak nyangka gue, kalau Rido sekaya itu, gue pikir dia cuma punya Cafe yang di jakarta doang sama bengkel motor" tutur Tio cengok.


"Pantes ya klau kita makan bareng dia ngak pernah nyuruh kita bayar, bahkan klau kita mau patungan bilang ngak usah, ternyata lambung uangnya banyak, ngak akan habis buat traktir makan kita yang ngak seberapa" Rara.


"gue pikir cuma dari balapan doang tuh duit, trus buka usaha Cafe karena ngak mau terjun lagi ke dunia balapan?!" kekeh Ganen.

__ADS_1


Aisyah hanya tersenyum dengan ucapan sahabatnya itu, mereka belum tau kalau Rido juga bekerja di beberapa perusahaan terkenal di dalam dan di luar negeri klau tau mungkin temanya bisa pingsan.


"Ya udah kalian makan dulu gih... abis itu istirahat" titah Aisyah.


"Kak Arin yuk makan..." ajak Aisyah.


"Ica duluan aja, kakak lagi nanggung ini" jawab Arini lagi mengerjakan entah apa itu Aisyah tidak tau.


Rido memang tidak suka Aisyah mengerjakan pekerjaan rumah, katanya buat apa dia bayar pembantu kalau istrinya masih turun tangan, Aisyah mah nurut aja, mana berani dia membantah suaminya.


Sore hari Rido pulang dari Cafe dan Villa dia mengecek perkembangan Cafe dan pembangunan Villanya secara langsung.


"Ica juga kangen sama kakak" Aisyah berbalik dan memeluk suaminya dia menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami, sambil menghirup bau badan Rido yang sangat dia rindu.


Lama berpelukan seperti orang tidak ketemu satu tahun, akhirnya Rido mengajak sang istri mandi bareng, yang Awalnya Aisyah menolak lama lama menurut juga, dan ternyata bukan hanya mandi, mandi plus plus yang ada.

__ADS_1


"Kakak ngeselin, katanya mandi doang, tapi Ica di serang juga" bibir Aisyah mengerucut karena kesal.


Rido bukannya merasa bersalah malah terkekeh dan mendekat ke arah Aisyah.


Hap...


Langsung dia ******* bibir itu dengan gemas dan tangan kembali merayap ke balik juba mandi itu, dan bermain squshy di sana, Aisyah yang tadinya mengomel itu lansung men******** nikmat, akibat perbuatan suaminya.


Rido lansung meng ena enakan istri cantiknya itu lagi dan lagi, berujung mandi dua kali di sore yang cerah itu, secerah hati Rido sudah melanglang buana melepas kecebong kecebongnya ke dalam rahim sang istri sebanyak tiga kali, plong sudah cenat cenut di kepalanya.


Aisyah selesai mandi belum sempat mengganti baju lansung tertidur memakai kimono mandi dan rambut masih di gulung dengan handuk, membuat Rido terkekeh.


Rido mengeringkan rambut Aisyah memakai hairdrayer dan Aisyah tidak terganggu samasekali.


Cup...

__ADS_1


"Tidur lah sayang..." Rido turun dari kamarnya menemui para sahabatnya yang baru datang.


Bersambung...


__ADS_2