Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 42


__ADS_3

Hari berlalu liburan meraka pun sudah usai, hari ini Aisyah dan Rido akan kembali ke kota untuk menyelesaikan sekolahnya.


"Kak, aku pulang ya nanti klau libur Ica ke sini lagi" ucap Aisyah sambil memeluk Andin.


"Iya dek, kamu hati hatinya, jaga diri baik baik jangan terlalu percaya sama orang dan jangan membantah kata suami" nasehat Andin.


"Iya kak" Aisyah memang susah menganggap Andin seperti saudara sendiri.


"Ya sudah kami pulang ya, jangan lupa jaga rumah baik baik, klau ada apa apa telpon aku aja, Mas Farhan mandorin yang kerja di Cafe klau ada yang kurang lansung telpon aku?!" ucap Rido memberi perintah.


Ya Cafe mereka lagi di bangun oleh Rido lumayan libur dua minggu di kampung dia bisa buka usah lagi di sini.


"Ya Den, kami akan jaga dengan baik, iya nanti saya akan telpon Aden klau ada apa apa?!" jawab Farhan.


Dia tidak menyangka akan bisa seberuntung ini, pulang ke kampung menikah dan tinggal di kampung tanpa pekerjaan di hina keluarga, hampir putus asa mau pulang ke kota apa pun ke adaannya, asal sang istri tidak di hina dan di perbudak keluarganya, eehhh malah ketemu dengan adik angkat sang istri, kebetulan sudah dia kenal juga saat di kota, dan kini berakhirlah hidupnya di rumah keluarga suami adik angkat sang istri, walaupun di sana mereka bekerja sebagai pembantu, setidaknya mereka tidak pernah di rendahkan, bahkan makan tuannya dia pun ikut makan dengan makanan yang sama dan meja yang sama sama tuan mereka.


Dan sekarang dia juga ikut andil dalam pembangunan Cafe yang mana Cafe tersebut juga akan di percayakan kepada dia dan istrinya.

__ADS_1


Di dalam hati Fathan dan Andin akan membalas budi orang orang baik di depannya ini dan tidak akan mengecewakan meraka berdua, mereka juga merasakan tidak mempunyai keluarga yang begitu tulus menyayangi mereka.


Baiklah klau gitu kami berangkat ya?!" ucap Rido.


"Ohh... iya ini buat makan Mas sama kak Andin sampai gajian" Rido menyelipkan amplop di tangan Farhan.


"Ehh... Ngak usah Den, di kulkas masih banyak persedian makanan kok, dan kami juga bisa memetik sayuran di belakang rumah?!" ucap Farhan kaget saat Rido menyelipkan amplop di tangannya.


Dia berusaha menolak pemberian Rido, belum lama bekerja di sana, sudah banyak Rido dan Aisyah memenuhi kebutuhan mereka yang datang hanya benar benar membawa pakaian yang bisa di bilang lusuh tersebut.


Rido dan Aisyah membelikan pakaian buat Farhan dan Andin dan kebutuhan lainya.


"Sudah, jangan menolak anggap saja ini rezeki, bukankah rezeki tidak boleh di tolak?!" ucap Rido memaksa, dan lansung masuk ke dalam mobil, sedangkan Aisyah sudah duduk manis di atas mobil di kursi samping penge mudi tersebut.


"Terimakasih Den terimakasih dek Aisyah" ucap Farhan dan Andin bersamaan.


"Iya kak, Abang kami pulang dulu ya?!" ucap Aira melambaikan tangan dan Rido hanya memberikan senyum tulusnya dan membunyikan klason mobil dan mobil itu bergerak meninggalkan rumah tersebut.

__ADS_1


Farhan dan Andin melambaikan tangannya sampai mobil itu tidak lagi bisa mereka lihat dan menutup pintu pagar rumah itu dengan perasaan haru.


"Ya Allah Mas aku ngak menyangka hidup kita akan seperti ini, bertemu orang baik seperti Rido dan Asiyah?!" ucap Andini haru.


"Iya sayang, mas juga ngak, mas malah kepikiran akan membawa kamu balik ke kota lagi, kita hidup di sana, dengan apa pun keadaannya, asal tidak di sini lagi, agar kamu tidak di hina dan di jadikan babu lagi oleh keluarga mas?!" ucap Farhan sendu dan membelai kepala Andin dengan lembut penuh kasih.


"Terimakasih mas" selalu menjaga aku dan melindungi aku selama ini" ucap Andin dan memeluk sang suami sambil terisak. Farhan pun memeluk sang istri tidak kalah kuatnya.


"Kita masuk ya sayang" ajak Farhan mengajak sang istri.


Di luar sana anak sepasang mata yang menatap benci kedua insan itu.


Bersambung..


Haii.. jangan lupa like komen dan vote ya.


Agar outhor lebih semangat lagi untuk menulis.

__ADS_1


"Terimakasih..."


__ADS_2