
"Nih... bumil, silahkan di makan bumil" Tio menyodorkan mangga muda yang sudah dia kupas dan semangkok bumbu rujak.
"Makasih Uwa Tio" kekeh Aisyah menggoda Tio dengan cengiran tanpa dosanya.
Pa- pi, Papi tau ngak, panggil aku Papi Tio, bukan Uwa!" kesal Tio dari tadi dua laki bini itu selalu memanggil dia dengan sebutan Uwa.
"Lidah Gue udah cocok manggil loe Uwa" kekeh Aisyah sambil mencomot mangga muda dan mencocolnya denga sambal buata Tio itu.
Tio hanya memutar mata jengah melihat ke arah Aisyah, yang tidak bisa di ajak kompromi itu.
Kruk.... kruk... kruk...
Bunyi mangga muda di gunyah oleh Aisyah, membuat orang orang menelan air ludah yang tiba tiba sudah berkumpul di dalam mulut mereka, melihat cara makan Aisyah itu.
Mereka membayang kan, rasa asamnya saja sudah linu, ini Aisyah memakannya seolah olang tidak ada rasa asam sedikit pun.
"Ca.. itu ngak asam apa Ca?" tanya Rara, yang kepo melihat gaya makan Aisyah itu.
"Ngak, Mantul ini..., mau coba ngak" tanya Aisyah matanya tidak lepas dari mangga muda dan sambal di depannya itu.
Rara saking penasarannya mencoba memakan mangga muda itu, dengan mencocol dengan bumbu rujak.
Grukkk....
"Akk...... ini asam Aisyah.... " omel Rara sambil melepeh kan mangga muda itu dari mulutnya.
Puih... Puih...
__ADS_1
Rara meludah di rumput itu, sambil menggeleng karena menahan asam dan lidah tidak enak.
"Gila... loe Ca, segitu asam dan kecut, loe bilang enak" dengus Rara yang tidak habis pikir dengan kelakuan ibu hamil itu, mau heran namanya juga bumil.
Tio, Ganen dan Rido terkekeh melihat kelakuan Rara dan Aisyah, Rara sudah kelojotan sedangkan Aisyah makan dengan santai, bahkan mangga muda yang di dalam piring itu hanya tinggal beberapa potong lagi.
"Nanti kamu klau ngidam juga gitu kok Yang..." kekeh Ganen tak berfiter, Rara lansung melotot mendengar ucapan pacar tercintanya itu.
Puk....
"Sembarangan klau ngomong, masih jauh itu, kuliah aja belum kelar, malah mikirin momongan, kuliah yang benar, cari uang yang banyak, trus nikah, baru mikirin anak" kesal Rara.
Hahaha....
Teman temannya ikut tertawa mendengar omelan Rara.
"Hmm..." Angguk Aisyah sambil memberikan senyuman manisnya.
Cup...
Satu kecupan Rido darat kan di bibir manis Aisyah itu.
"Kyaaa... manusia kurang akhlak, malah main sosor sosoran lagi di sini, ingat gue yang jomblo dong!" kesal Tio.
Rido hanya menanikan bahunya acuh, mendengar oceha Tio itu.
Sementara itu di tempat lain.
__ADS_1
Anita di penjara, meronta ronta, meminta di lepaskan, dia merasa tidak bersalah dengan apa yang sudah dia lakukan kepada Sandra.
Al hasil Anita dapat amukan dari teman teman satu sel dengan nya.
"Pak... tolong lepasin saya Pak, saya ngak bersalah, biarkan saya keluar Pak!!' teriak Anita, menggedor dedor jeriji besi itu
"Woiii... bisa diam ngak loe, jangan bikin ribut loe di sini, loe ngak liat kita lita mau istirahat!!" bentak salah satu penghuni lapas itu.
"Diam loe! gue ngak ada urusan sama loe, mau istirahat ya istirahat aja ngapai marah marah sama gue!!" kesal Anita.
"Heeiii.... penghuni baru! suara loe berisik mengganggu ketenangan kita tau ngak!!" maki yang lain.
"Bodo amat, emang gue pikirin, siapa loe emang yang harus gue hargai!!" omel Anita.
"Wah... kurang ajar loe ya... rasain ini!!" teriak mereka berbarenagn.
Buk..
plak..
Buk...
"Ausss.... sakit sialan" kesal Anita, merasakan pukulan dan tendangan yang dia dapat dari teman satu sel itu.
"Nah... coba loe nurut dari tadi, ngak kayak gini kan loe, lagian sengaja banget gali kuburan sendiri!" oceh teman satu sel nya, Anita hanya terduduk lemas setalah mendapat perlakuan kasar dari teman satu sel nya itu.
Bersambung...
__ADS_1