Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 87


__ADS_3

Sesampai di sekolah Aisyah keluar dari dalam mobil dengan sangat anggun, membuat mata para siswa melotot sempurna, melihat penampilan Aisyah dan Rido.


"Ma Sha Allah.... ada bidadari turun dari mobil"


"Aisyah tiada duanya, mangkin hari mangkin cantik"


"Rido mangkin tampan wooii"


"Pasangan serasi"


"Aisyah kapan sih dia jeleknya, pakai baju buluk aja tetap cantik"


Masih banyak bisik bisik yang terdengar oleh mereka, namun meraka diam aja dan Rido terus menggandeng tangan istrinya itu, tanpa mau melepaskan, berhubung banyak mata mata kadal buntung yang tidak lepas memandang sang istri penuh minat.


"Waahhh... Ica cantiknya tiada dua" pekik Rara saat melihat Aisyah yang baru memasuki kelas bersama Rido.


"Ya ampun Ca, loe klau cantik jangan serakah dong... sisain kita bareng sedikit" canda teman temannya.


"Ca badan tambah montok aja tuh..." ucap Rara.


"Iya lah... kan gue pompa terus makanya jadi kek gini" kekeh Rido.


Jujur dari tadi Rido susah menahan ular Pytonnya melihat pakaian sang istri, yang mencetak tubuh sintalnya itu, ingin rasanya Rido mengurung sang istri di kamarnya saat ini juga, namun apa daya harus kesekolah untuk terakhir kalinya.


Tapi dengan usilnya Rido sekarang mereka sedang duduk di bangku paling pojok, tangan nya tidak berhenti meraba bokong sang istri, kadang tangannya mengelus paha istrinya yang memakai songket sebatas dengkul tentukan saat duduk songketnya naik, Rido lansung memanfaatkan ke sempatan, tangannya merayap di dalam sana.


"Kakak ihh... " omel Aisyah yang takut ke tahuan sama orang.


"Apaa..." jawab Rido merasa tidak bersalah.

__ADS_1


"Tangannya kondisikan" oceh Aisyah.


"Orang tangan kakak ngak ngapa ngapain kok" jawab Rido acuh.


"Ngak ngapa ngapain, tapi ini masuk masuk sini" kesal Aisyah.


Rido hanya cengengesan.


"Nanti pulang dari sekolah Kakak minta ya? lihat nih yang di bawah" tunjuk Rido ke celananya yang sudah menggelembung.


Mata Aisyah lansung membola melihat sesuatu di bawah sana sudah membesar di lansung menelan salivanya dengan kasar.


"Mampus habis gue hari ini, bisa bisa ngak jadi kuliah gue, bisa tek dung duluan gue, mana akhir akhir ini Kakak buang di dalam terus ngak mau di ke luarin" gumam Aisyah.


Rido terkekeh melihat sang istri.


"Mau pegang ngak" goda Rido.


"Aduuhhh... kok kdrt sih sayang" dumel Rido merasakan panas di pahanya.


"Habis Kakak mesumnya ngak tau tempat" dengus Aisyah.


"Gimana mau tau tempat sayang, lihat badan kamu kayak gini, pengen kakak kurung di kamar aja, ngak usah keluar keluar sekalian" kekeh Rido.


Aisyah hanya mendengus kesal dengan ucapan sang suami.


Nina dari tadi curi curi pandang melihat ke arah Rido dan Aisyah.


"Oh... iya kakak lupa" ucap Rido sambil menepuk jidatnya.

__ADS_1


"Lupa apa...?" tanya Aisyah.


"Rido lansung berdiri dan mengambil sesuatu dari kantongnya dan menyuruh Aisyah membelakangi dia.


"Mau apa sih kak...?" tanya Aisyah saat di sudah membelakangi Rido.


Tiba tiba di leher Aisyah terasa dingin, Rido memasangkan kalung cantik berliotin permata berwarna pink yang berkilau di leher istrinya itu.


"Kakak..." ucap Aisyah tercekat.


"Ini kado kelulusan biat kamu sayang... giman suka ngak?" tanya Rido.


Aisyah mengangguk memegang kalung itu sambil tersenyum, Rido ikut tersenyum melihat sang istri menyukai kadonya.


"Terimakasih...Kak?!" ucap Aisyah.


"Sama sama sayang?!" ucap Rido dan mencium jidat Aisyah di sana, mereka lupa kalau saat ini mereka sedang ada di sekolah.


Mereka tidak sadar jadi tontonan bagi siswa di sana.


"Anjay.... Rido so sweet benget..." teriak teman temannya.


"Wooiii... jangan bikin iri dong!!"


Aisyah baru sadar jadi tontonan teman temannya jadi malu sendiri dan lansung memeluk Rido dan dengan senang hati Rido memeluk sang istri di depan umum, lagian mau ke tahuan masa bodo mah sekarang, hari ini adalah hari terakhir mereka sekolah.


Bersambung....


Jangan lupa like komen dan vote ya...

__ADS_1


"Terimakasih..."


__ADS_2