
"Sayang... kemari lah" titah Rido memanggil sang istri yang masih menyimpan pakaian yang di anter tadi sama tukang laundry.
Aisyah berjalan ke arah sang suami.
"Apa abang?" tanya Aisyah mendekat.
"Beri abang kekuatan, abang akan ke rumah Ayah sayang, mereka meminta abang datang kesana, entah ada apa abang tidak tau" ucap Rido memeluk sang istri.
Aisyah tau perasaan suaminya pasti sedang kacau, tangannya mengelus punggung sang suami.
"Semoga semua akan baik baik saja ya kak?!" ucap Aisyah. Rido hanya mengangguk di dalam pelukan sang istri.
Cup...
Satu kecupan mendarat di bibir Aisyah.
Rido menatap sang istri dengan dalam.
"Temanin kaka ya?!" ajak Rido.
"Ica ikut ke dalam rumah itu bareng kakak?" tanya Aisyah.
"Ngak sayang... Ica tunggu kakak di dalam mobil aja, kakak ngak ingin Ica mendengar cacian yang keluar dari mulut mereka" jawab Rido.
"Ica masuk aja klau gitu" pungkas Aisyah.
"Kakak ngak ingin Ica ikut di hina sayang" tatap Rido sendu.
"Tidak apa kak, asal itu bersama kakak, tidak akan jadi masalahnya, kakak lupa klau istri kakak ini punya mental baja" canda Aisyah.
Rido tersenyum dan mengangguk "Iya... istri kakak ini mental baja" ucap nya dan Rido melahap bibir istrinya lembut, dan terjadi lah perang lidah untuk beberapa saat.
"Sudah kak... nanti telat" ucap Aisyah melepaskan ciumannya, dengan nafas memburu.
__ADS_1
jujur dia ingin lebih saat ini, namun ada masalah yang harus di urus oleh sang suami.
"Ica ganti baju gih" ucap Rido lembut, sambil mengusap punggung sang istri.
Aisyah mengganti bajunya samaan sama sang suami.
Suami istri yang masih muda itu, lebih suka memapai baju Caple an mau itu model atau pun sama warna nya aja.
"Cantiknya Istri kakak ini" ucap Rido, melihat penampilan Aisyah yang memakai dress se lutut dan berlengan sebagai dengan warna hitam, kontras dengan warna kulitnya yang putih mulus.
"Suami Ica juga ganteng" puji Aisyah.
"Bisa aja istri kakak ini" ucap Rido dan memeluk sang istri dengan penuh kasih sayang.
Rido berjalan ke lemari pakaian mereka, mengambil beberapa stell pakaian dia dan sang istri dan beberapa onderdil Aisyah dia masukan ke dalam tas ransel.
"kak... kenapa bawa baju? apa kita mau nginap di sana?" tanya Aisyah bingung.
Rido tersenyum kepada sang istri.
Aisyah mengangguk tanda mengerti.
"Ayo..." ajak Rido merangkul pinggang sang istri.
Aisyah berjalan sambil berangkulan dengan sang suami, Aisyah bisa menghirup wangi maskulin dari tubuh sang suami, wangi yang selalu membuat Aisyah tidak mau jauh jauh dari suami baiknya itu.
Sesekali Rido melabuhkan ciuman di puncak kepala sang istri. Terlihat cinta yang besar di antara mereka yang tidak ingin di pisahkan antara satu dan yang lainnya.
Masuk kedalam lift, hanya mereka berdua saja di sana, tidak ada lagi orang lain, Rido melihat bibir Aisyah yang sedikit membengkak gara gara dia, Rido jadi tersenyum sendiri melihat sang istri.
"Kenapa senyum senyum kayak gitu?" ucap Aisyah merasa aneh dengan sang suami.
"Ngak kakak senang aja melihat hasil karya kakak" kekeh Rido.
__ADS_1
"Karya apaan?" tanya Aisyah loding.
"Bibir Ica jadi bengkak, dada Ica jadi tambah besar dan bokong Ica mangkin gede, kakak suka" bisik Rido yang mulai mesum.
"Ncek... mesum..!" oceh Aisyah dengan muka yang memerah.
"Biarin mesum mesum gini bikin istri abang nagih, minta lagi dan lagi ngak lupa teriak teriak ****, kak... ayo kak... udah ngak tahan, kak akkhh..." ucap Rido memperagakan di kuping sang istri.
Dan kebetulan pintu lift terbuka, Aisyah lansung menginjak kaki Rido kencang dan buru buru keluar dari dalam lift.
"Dasar... laki mesum sama omes ngeselin banget, ketularan Tio kali" oceh Aisyah.
"Aduuhh..."
Ucap Rido yang kakinya di injak Aisyah dan berjalan sedikit terpincang pincang, namun ngak jadi masalah karena dia bisa mengusili sang istri.
"Hai... tunggu kakak" teriak Rido.
"Ogah..." ucap Aisyah cemberut dan tetap berjalan sendiri di depan Rido.
Rido hanya terkekeh melihat sang istri.
Bersambung....
Jangan lupa like komen dan vote ya...
Baca juga karya aku yang lainnya.
*Aira si gadis dingin.
*Suamiku yang tak di anggap
dan satu lagi yang sedang proses
__ADS_1
*Ketika suami tidak lagi jadi harapan.
"Terimakasih..."