
Hari berganti bulan berganti kini Rido dan Aisyah sedang menghadiri acara kelulusan mereka Aisyah memakai kebaya dan Rido memakai Tuxedo memancarkan Aura berbeda dari sepasang suami istri itu.
Rido sangat mengagumi kecantikan sang istri.
Saat ini Aisyah dan Rido berada di sebuah salon terkenal untuk menemani sang istri merias wajahnya dari pagi Rido dan Aisyah sudah berada di salon tersebut, dan akhirnya sang istri keluar dengan kebaya modern dengan rambut di tata seindah mungkin dan wajah di rias dengan make up natural, membuat istrinya lebih cantik berkali kali lipat.
Sungguh ingin rasanya Rido menyesap bibir berwarna nude itu saat ini juga, kalau tidak ingat istri cantiknya akan mengamuk karena Rido memberantakin dandanannya, yang sudah susah payah dari pagi mengantri menunggu giliran, sudah Rido terjang habis bibir itu.
Aisyah pun sama, dia terkagum melihat suaminya itu semangkin tampan dengan Tuxedonya.
Rido tersenyum melihat sang istri.
"Sudah sayang?" tanya Rido memegang lembut tangan Aisyah.
"Sudah..." angguk Aisyah sambil tersenyum.
Orang orang yang melihat Aisyah dan Rido terkagum kagum, sungguh pasangan yang sangat serasi, yang perempuan cantik pari purna, dan laki lakinya ganteng maksimal.
"Ayo..." ajak Rido menarik tangan Aisyah dengan lembut.
"Mau sarapan dulu" tanya Rido saat mereka sudah sampai di mobil.
"Boleh Ica emang lapar" ucap Aisyah.
"Mau makan bubur apa nasi uduk?" tanga Rido.
"Bukannya Kakak bawa bekal ya" celetuk Aisyah.
__ADS_1
"Oohh... iya, kakak lupa" ucap Rido menepuk Jidatnya.
Rido mengambil bekal mereka di belakang, dan memberikan kepada Aisyah.
"Adek makan dulu" ucap Rido memberikan bekal kepada aisyah, roti tawar yang sudah di beri selai stobery, coklat dan susu dan susu kotak, tidak lupa air mineral, Rido sediakan.
"Buka mulut kakak Ak..." ucap Aisyah menyuapi sang suami.
Tentu saja Rido dengan senang hati menerima suapan dari sang istri.
"Minum susunya" titah Aisyah.
"Susu buat adek aja, kakak sudah kenyang" tolak Rido.
"Idih... ngak mau minum susu, Ica di paksa minum susu" cemberut Aisyah.
"Jangan mancing kakak sayang..." peringat Rido.
"Mancing apaan... orang Ica ngak ngapa ngapain" dengus Aisyah.
"Itu bibirnya tolong kondisikan, jangan sampai kakak serang di sini, dan kita ngak jadi ke sekolah, mau...?!" goda Rido menaik turunkan alisnya.
"Cih.... mesum, ngak ada puas puasnya kakak" omel Aisyah.
Bagai mana tidak kemaren siang dia di gempur sang suami sampai lemas dan malamnya kembali minta jatah, sekarang mau buat *** *** lagi, oohh... tidak bisa, sudah cantik pari purna, sudah ngantri dari subuh, belum setengah jalan sudah mau di hancurkan sama suami mesumnya itu Aisyah tidak mau itu.
"Iya makanya itu bibir di kondisikan, biar kakak ngak khilaf" kekeh Rido.
__ADS_1
"Iya iya... makanya lihat ke depan, bukan ke samping, jalanan di depan bukan di samping" dengus Aisyah.
Rido terkekeh mendengar ocehan sang istri.
"Ica mau di rayain ngak pernikahan kita?" tanya Rido, bagaimana pun pasti setiap perempuan menginginkan pesta pernikahan, berdandan cantik, di Selamatin banyak teman.
"Ngak usah Kak, ngapain pake acara gitu gituan, lebih baik kita sumbangin buat orang yang membutuhkan, atau ngadain syukuran di panti asuhan sudah cukup" ucap Aisyah.
Rido menarik tangan sang istri ke atas pahanya, "itu sudah pasti sayang, kakak sudah menyiapkan semua itu, sebelum kita berangkat ke kampung, tapi apa Ica ngak mau pake baju pengantin?" tanya Rido.
"Pengen sih... tapi siapa juga yang akan datang kak, secara kita cuma berdua" sendu Aisyah.
Rido semangkin mengeratkan genggamannya.
"Klau ngak kita sewa aja pakaian pengantin dan kita lakuin foto studio mau, yang penting kita merasakan pakai pakaian itu sayang" ucap Rido.
Aisyah mengangguk senang.
"Mau..." angguk Aisyah semangat.
Rido pun tersenyum melihat istrinya senang.
Bersambung....
Jangan lupa like komen dan vote ya..
"Terimakasih..."
__ADS_1