
"Maaf,, ya Ra, sudah salah menilai dan kami juga sudah jahat sama loe" ucap teman teman Aira saat Novi sudah pergi dari kls mereka.
"Iya ngak pa apa, santai aja, lagian bukan salah kalian kok, kalian kan cuma melihat yang terjadi aja dan tidak mengetahui yang sebenarnya" ucap Aisyah sambil tersenyum.
"Makanya klau mau bela orang itu, tanya tanya dulu, bukan asal tuduh" oceh Tio.
"Iya, iya ini kami sudah minta maaf" ucap teman teman Aisyah.
"Ya udah yuk,, ke kantin?!" ajak Ganen.
Mereka pergi ke kankantin bareng bareng sambil bercanda ria.
"Kita ada kerja kelompok nih, mau ngerjain di mana?" tanya Tio.
"Rumah gue, kalian tau sendiri banyak krucil ribet deh?!" celoteh Tio.
"Ya udajh di apartemen gue aja, biar pada deket, apartemen gue kan di tengah tengah, rumah kalian ujung ke ujung?!" ucap Rido santai dan di anggukin oleh semua temannya
"Kapan ngerjainnya?" tanya Rara.
"Besok aja sabtu, kan sekalian malam minggu?!" ucap Ganen.
"Lah,, kalian mah enak, gue kan cewek mana boleh pulang malam?!" ucap Rara.
"Nanti gue yang anter loe pulang bareng abang?!" ucap Aisyah dan di anggukin oleh Rido.
"Oke lah, klau gitu"
"Mau pesan apa nih, laper tau" keluh Tio.
"Gue somay deh sama es teh manis" Ganen.
"Gue mie ayam sama es teh manis" Rara.
__ADS_1
"Somay 2 sama es teh manis 2" Aisyah.
"Ok..." jawab Tio dan memesan makanan.
****
Di lain tempat, di kota berbeda.
Andin dan Farhan sedang membersihkan pekarangan rumah Rido, dan menata kembali kebun depan rumah itu, agar terlihat semakin enak di pandang mata.
Namun belum berapa lama, melakukan ke giatan Andin sudah...
Huekk....
Huekk
Huekk..
Andin muntah muntah, namun tidak ada apa pun yang keluar dari mulutnya, sampai dia lemas sendiri di dalam kamar mandi.
"Dek...
"Dek...
Ceklek...
Pintu kamar mandi terbuka dan menyiapkan wajah Andin yang sudah pucat pasi tanpa aliran darah.
"Kamu kenapa sayang?" cemas Farhan.
"Ngak tau Mas, tiba tiba mual sama pusing" keluh Andin dengan keringat dinginnya.
"Kamu salah makan apa masuk angin sayang?"
__ADS_1
"Salah makan apanya, orang aku juga makan apa yang Mas makan kok, klau masuk angin bisa jadi" ucap Andin.
Dan di anggukin oleh Farhan.
"Duduk di sini dulu ya, abang buatkan teh manis anget" ucap Farhan. Dan di anggukin oleh Andin.
Farhan buru buru ke dapur untuk membuat teh manis anget buat istrinya.
"Istri gue kenapa ya? sudah seminggu gue lihat wajahnya memang pucat, klau di tanya ngak pa apa mulu" dumel Farhan.
"Dek, di manaaa" teriak Farhan saat sampai di kamar tidak melihat Andin.
Huek...
Huekk...
Suara Andin muntah terdengar dari arah kamar mandi. Farhan lansung masuk kesana dan melihat istrinya terduduk lemas mengeluarkan isi perutnya.
"Kita kerumah sakit ya sayang, abang takut kamu kenapa napa, dari seminggu lalu wajah kamu sudah pucat" oceh Farhan panik.
Andi hanya mengangguk pasrah, karena dia sudah lemas tidak bertenaga untuk menjawab ucapan suaminya.
Farhan keluar rumah untuk memanaskan mobil bak terbuka yang ada di rumah itu, untuk membawa sang istri ke rumah sakit.
"Ayo sayang, ganti baju dulu" ucap Farhan sambil membantu istrinya mengganti pakaiannya dan menyisir rambut Andin tidak lupa memoles wajah Andin dengan sedikit bedak, agar tidak terlalu kelihatan pucat.
"Ayo sayang, bisa jalan ngak?" tanya Farhan.
Andin menggeleng tanda tidak kuat, akhirnya Farhan menggendong Andin sampai ke mobil, dan membawa sang istri kerumah sakit, untuk memeriksa kesehatan sang istri.
Bersambung....
Haiii... jangan lupa like komen dan vote ya...
__ADS_1
"Terimakasih..."