Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 138


__ADS_3

Buk...


Sebelum tangan Sandi melayang ke tubuh Aisyah, Rido yang duluan menumbangkan Sandi.


"Heh.... sialan apa apaan kau memukul saya!" bentak Sandi saat dia bangun dari lantai sambil memegang perutnya.


"Jangan coba coba menyakiti istri saya!" Bentak Rido dengan garang kepada Sandi.


"Sudah Pak, tolong usir saja orang orang ini, saya mau rumah ini hari ini juga meraka kosongkan, klau merek tidak mau, laporkan saja mereka kepolisi, saya ngak mau mereka ada di sini, sudah cukup merek senang senang dengan harya saya" ucap Bu Sandra kepada Pak Raul.


"Baik Bu... kami akan lakukan, lagian di luar juga banyak anak buah menantu ibu untuk mengusir mereka" ucap Pak Raul memang benar anak buah Rido sudah berjaga jaga di luar, mereka tidak mau terjadi apa apa kepada keluarga bosnya itu.


"HEH... SANDRA MENANTU TIDAK TAU DI UNTUNG, APA APAAN KAMU, DATANG DATANG MENGISIR KAMU, JANGAN SERAKAH KAMU... BERIKAN SEBAGIAN HARTA YUDA KEPADA KAMI, KAMI JUGA BERHAK ATAS HARTA ITU.... KAMI JUGA TIDAK AKAN MAU KE LUAR DARI RUMAH INI... SIAPA KAMU HAH....!!" pekik mama Sandi tidak terima di usir dari rumah itu dan tidak mendapatkan harta sedikit pun dari Yuda anak sambungnya.


"Saya bukan menantu anda nyonya, klau saat itu anda sedikit berbaik hati kepada saya, dan tidak pernah membuat kami menderita mungkin saya masih berbaik hati kepada anda, sekarang rasakan lah apa yang saya dan anak saya rasakan, hidup terlantar di luar sana, masih bersyukur anda tidak saya pisahkan dengan anak anda, seperti anda memisahkan saya dengan bayi saya!" marah Bu Sandra.

__ADS_1


Bu Sandra menarik sang anak untuk keluar dari rumah itu, biarlah semua di urus oleh kuasa hukum dan juga anak buah menantunya.


"Usir mereka dari rumah ini, pasti kan mereka tidak bisa masuk ke dalam rumah, dan ganti gembok rumah ini dengan yang baru" titah Rido dengan tatapan dingin, hatinya masih panas, hampir saja sang istri kena bogem mentah oleh Sandi tadi.


"Tuan... tuan.... tunggu..." teriak beberapa orang pembantu di rumah itu mengejar Rido, Aisyah dan Bu Sandra.


"Ada apa?" tanya Rido menggerinyitkan alisnya.


"Klau rumah ini di kosongkan bagaimana dengan kami?" tanya pembantu dan satpam di sana.


"Baik Tuan, terimakasih, kami akan ikut dengan bawahan tuan" ucap Pembantu dan satpam itu dengan hormat.


"Ayo sayang, bu....kita pulang, kasian Aisyah belum istirahat" ucap Rido mengelus punggung sang istri.


Mereka masuk ke dalam mobil dengan masih diam membisu.

__ADS_1


"Lansung pulang, apa mau beli sesuatu dulu sayang...?" tanya Rido kepada sang istri.


"Mau makan yang berkuah dulu kak, dari tadi otak aku ngebul" kekek Aisyah, membuat Rido dan Bu Sandra ikut terkekeh dan lansung membelai kepala sang istri dengan sayang.


"Mama mau makan apa?" tanya Rido tidak lupa bertanya sama mama mertuanya itu.


Membuat Sandra terharu dengan perhatian sang menantu, dia yakin anaknya selama ini di ratukan oleh sang menantu.


"Mama ikut Namira aja" tutur Bu Sandra dengan senyum manisnya.


"Mau soto apa bakso sayang?" tanya Rido lagi.


"Bakso deh kak, keknya ada Bakso viral deh klau ngak salah ngak jauh dari sini" ucap Aisyah.


"Baiklah... kita cari bakso" pungkas Rido kepada sang istri, dia menjalankan mobil dari rumah itu dengan perlahan lahan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2