
"Jadi siapa sebenarnya di antara ke dua gadis ini yang anak kandung almarhum Pak Yuda" tegas Pak Raul.
"Tentu saja saya Pak" jawab Namira Palsu dengan yakin.
"Benar kah, tapi kenapa kamu tidak tau siapa nama ibu dan ayah kandung mu, dan apakah kamu sudah tau wajahnya?" tanya Pak Raul dengan penuh selidik.
Glek....
Lagi lagi Namira palsu di buat menelan ludah oleh Pak Raul, persiapan mereka memang belum matang, karena mereka terlalu buru buru, kesepakan ini juga baru semalam, jadi mana sempat mereka memikirkan semua hal yang di tanyakan oleh Pak Raul.
"Jangan selalu mendesaknya, namanya juga kami baru ketemu, mana mungkin dia secepat itu mengetahui semuannya, pelan pelan kami akan memberi tahu dia" tutur Mama Pak Sandi itu.
"Emang berapa lama kalian ketemu?" tanya Pak Raul.
"Semalam" jawab nenek Aisyah itu.
"Waauuuww... baru ketemu semalam dan kalian sudah lansung tau klau gadis ini adalah anak kandung Yuda, bagaimana caranya anda seyakin itu mengakui gadis ini anak kandung Pak Yuda" tuntut Pak Raul.
__ADS_1
Glekkk....
Tanpa sadar mereka sudah membuka sedikit demi sedikit ke bohongan yang mereka lakukan.
"Aaa i-itu, kami tau dari dari wajah nya, iya dari wajahnya" tutur Mama Pak Sandi dengan gagap, sedangkan Pak Sandi sudah berkeringat dingin, dan yang lain mulai gelisah.
"Kalian jangan berbohong, klau kalian ketahuan berbohong, saya tidak segan segan melaporkan kalian ke pihak berwajib, atas kasus penipuan tandas Pak Raul, membuat semua yang ada di sana lansung pias.
"Dan kamu Nona, sampai kamu ketahuan berbohong, kamu akan saya viralkan di media sosial, kamu tau sendiri bukan apa yang akan terjadi apa bila kebohongan kamu terungkap, pembulian tiada henti, dan kamu juga pasti akan di penjara, bukan hanya kamu yang akan kena masalah, tapi juga keluarga kamu" tekan Pak Raul, membuat Namira palsu itu ketakutan dan keringat sudah bercucuran di dahinya.
"Saya mengaku, klau saya bukan Namira, nama saya Andini, saya teman Amira, saya terpaksa melakukan ini, karena di paksa oleh Amira, karena saya punya hutang kepada dia, dan dia memaksa saya, dan dia juga bilang klau semua usaha saya berhasil dia akan memberi saya imbalan, karena saya butuh uang untuk membayar uang kuliah saya, saya terpaksa menyetujuinya" ucap Namira palsu yang bernama Andini itu.
"Ya... sialan, kenapa kau bilang seperti itu, dasar tidak tau di untung, bisa bisanya kau berkhianat!" marah Amira yang ingin menyerang Andini.
"Maaf Amira, gue ngak mau di penjara, gue takut, gue ngak mau" Andini menggelengkan kepalanya tanda tidak mau bekerja sama lagi, Andini langsung mengelak agar tidak bisa di pukul oleh Amira.
Pak Raul, Rido dan rekannya hanya menggeleng melihat tingkah Amira itu, mereka tidak menyangka klau Amira sudah mewarisi sifat licik Ibunya.
__ADS_1
"Cukup....!! bisa tenang!" tegas rekan Pak Raul, ruangan itu kembali sunyi, Andini berpindah duduk di antara Pak Raul dan rekannya, karena takut di serang oleh Amira, lebih baik dia mencari aman.
"Jadi... apa tujuan anda menipu kamu, walaupun Andini tidak mengakui kebohongannya, saya tidak akan serta merta percaya dengan pengajuan anda Pak Sandi, saya akan melakukan serangkaian test, apa anda lupa, sudah berapa kali anda ingin menipu saya, apa pernah berhasil" ejek Pak Raul.
"Berikan surat warisan itu, saya yang berhak atas semua warisan itu, tidak ada yang lain kecuali saya!" bentak Pak Sandi yang sudah hilang kendali, sifat aslinya lansung keluar saat terdesak.
"Itu tidak akan pernah terjadi, karena ahli warisan masih hidup, seandainya ahli warisan ngak ada pun, anda tidak berhak, karena semuanya akan jatuh ke panti sosial dan panti asuhan" tekan Pak Raul.
"Tidak, itu tidak akan bisa, ini semua milik saya, bukan milik siapa siapa!!" marah Pak Sandi, karena setiap misinya selalu gagal membuat dua frustasi dan kini kesabarannya sudah hilang, dia ingin merebut semua hari warisan kakaknya.
Tak..
Tak..
Tak..
Bersambung....
__ADS_1