
Rido membawa Aisyah makan di sebuah restoran yang lumayan elit
Ternyata di sana juga ada keluarga Ayahnya yang sedang makan bersama, seperti merayakan sesuatu, entahlah Rido tidak tau.
Rido membawa sang istri ke sebuah meja, yang sedikit juh dari keluarga Ayahnya, mau ke luar juga tidak mungkin dia memilih masuk dan mencari meja yang sedikit jauh.
" Mau pesan apa sayang?" tanya Rido.
"Steak sama potato, salad sayur sama minum jus strowbery"
Rido mengangguk dan memesan pesanan sang istri dan untuk dirinya.
"Kak... itu ada keluarga Ayah kakak" bisik Aisyah.
"Biarin... cuekin aja kakak juga lihat dari kita masuk"
"Do... " panggil Kevin.
"Bang..." jawab Rido.
"Berdua saja?" tanya Kevin.
"Iya mau bertiga, belum ada tanda tanda" kekeh Rido mengelus perut Aisyah.
Asiyah lansung melotot dan memukul tangan Rido.
Rido dan Kevin lansung terkekeh.
"Emang udah siap jadi Ayah....?" kekeh Kevin.
"Siap kapan pun, biar kami bisa merasakan apa yang namanya keluarga" ucap Rido.
__ADS_1
Namun tidak dengan Kevin, hatinya rasa tertohok dengan ucapan sang adik, mereka bisa kumpul bersama, sedang kan Rido sebagai adik malah sendiri.
"Maaf..." ucap Kevin merasa bersalah.
"Santai aja bang... aku ngak nyalahin abang, dan tidak menyalahkan siapa pun, aku memang sendiri, karena keluargaku sudah berkumpul di surga" ucap Rido.
"Do abang ini juga abang kamu" Rido hanya mengangguk.
"Kalian mau kemana?" tanya Kevin.
"Mau pulang ke kampung, mau tinggal di sana, biar dekat sama keluarga di sana, klau rindu dan ingin berziarah kan dekat"
"Apa kamu benar benar ngak mau tinggal di kota ini?"
Rido menggeleng dan tersenyum.
"Untuk tinggal mungkin ngak, karena sudah banyak luka yang aku dapat di sini, walau pun akhirnya aku mendapat pendamping hidup aku di sini" Rido memegang tangan Aisyah dan menatap penuh kasih.
"Tapi sesekali pasti aku akan datang ke kota ini, karena ada beberapa usaha aku masih di kota ini yang harus aku pantau" ujar Rido.
"Justru aku ingin pergi jauh, namun istri ku ingin tinggal di kampung Bunda, ya... sudah, aku ikut kata istri aja, yang penting pergi dari kota ini"
Kevin hanya bisa mengangguk pelan.
"Do..." tiba tiba dari belakang ada Riki.
"Ya..." jawab Rido singkat.
"Boleh gabung di sini" sedikit canggung.
"Silahkan... ngak ada yang larang, di sini itu milik umum" ucap Rido tenang.
__ADS_1
Riki menghembuskan nafasnya, dia tau adiknya itu tidak menyukai keberadaan dia.
Mau tidak mau dia duduk juga di sana, karena sebuah misi.
"Apa kabar Do?" basa basi Riki.
"Seperti yang abang lihat" ucap Rido santai.
"mmm.... Abang minta maaf atas semua yang terjadi, abang menyesal telah berbuat jahat sama kamu" ucap Riki penuh penyesalan.
"Tidak usah minta maaf, memang seharusnya seperti itu, aku bukan siapa siapa berani beraninya numpang di rumah kalian" celetuk Rido, merasakan sesak di dadanya, mengingat bagaimana perlakuan abangnya itu, tidak mau menganggap dia sebagai adik di katakan anak haram dan segala macan kata kata Riki masih tersimpan apik di kepala Rido.
Riki tidak dapat berkata kata lagi, sungguh adiknya itu terlalu sakit dengan perlakuannya,
namun bagai mana lagi sudah terlanjur terjadi.
"Mmmm... begini Do, abang mau minta tolong sama kamu?!' ucap Riki ragu ragu.
"Mau minta tolong apa" tanya Rido yang sebenarnya sudah tau sang kakak meminta tolong apa, dia pura pura tidak tau.
"Kembali lah ke perusahaan di bagian IT, abang tidak bisa mencari orang seperti team kamu, abang kewalahan banyak rahasia rahasia perusahaan bocor" keluh Riki.
"Tidak bang... aku tidak ingin lagi berurusan dengan perusahaan kalian, apa yang aku lakukan dan bunda ku lakukan tidak ada arti di mata kalian, justru bunda ku meninggal kalian tidak perduli, klau bukan karena bunda ku, belum tentu kalian masih berjaya seperti sekarang ini, dalam sakit pun bunda ku masih memperjuangkan perusahaan kalian, aku tidak tega melihat bunda bekerja, dan aku mengambil alih pekerjaan bunda, agar bunda bisa istirahat, saat bunda melepas perusahaan itu ketanganku, justru bunda berpulang ke pangkuan tuhan, tapi kalian tidak perduli" ucap Rido dengan mata berkaca kaca.
Riki terdiam dengan ucapan Rido itu, dia tidak bisa lagi berkata kata, sudah di tolak duluan oleh adiknya itu.
"Kami duluan, mau lanjut perjalanan" ucap Rido membawa Aisyah dari sana.
Riki dan kevin hanya mengangguk dan melihat kepergian Rido dan Aisyah dengan pandangan sulit di artikan.
Bersambung....
__ADS_1
Haii... jangan lupa like komen dan vote ya....
"Terimakasih..."