Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 33


__ADS_3

Sore harinya, Rido dan Aisyah keluar dari kamar mereka, kini mereka berada di taman belakang rumah itu, melihat buah mangga yang sedang berbuah lebat.


"Ehhh ada Mas Rido" ucap Ayu centil.


"Iya Yu" ucap Rido santai berpura pura tidak tau rencana mereka.


"Sama siapa ini mas?" tanya Ayu di buat selembut mungkin.


"Kenalin istri saya?!" ucap Rido memperkenalkan Aisyah.


"Haiii.. kak, kenalin aku Ayu, biasa lah orang terdekat mas Rido klau berada di kampung ini, mas Rido suka minta di temani sama saya kemana mana, saat di kampung ini?!" ucap Ayu memanas manasi Aisyah.


"Oh... begitu ya, terimakasih ya, sudah menemani suami saya klau dia sendiri ke sini, tapi tenang aja sekarang sudah ada saya yang akan selalu menemani dia kemana pun berada, termasuk saat tidur dan di kamar mandi" oceh Aisyah, membuat Ayu kesal.


"Iya mbak, klau gitu saya ke dalam dulu ya, mau nyiapin makanan kesukaan mas Rido" ucap Ayu, sedikit kesal.

__ADS_1


"Iya Yu... Silahkan masak yang enak ya, soalnya suami saya laper banget, iya ngak sayang?!" ucap Aisyah menoleh ke arah Rido.


Rido mengangguk dan mengecup mesra sang istri di depan Ayu.


Ayu pergi dengan menggerutu kesal, gara gara ucapan Aisyah, dan perlakuan Rido terhadap Aisyah membuat dirinya panas.


"Sialan, perempuan murahan, masih sekolah aja sudah nikah, ganjen, menyebalkan, apa tadi, iya masak yang enak suami saya sangat lapar" bibir Ayu menye menye menirukan gaya Aisyah bicara.


"Di kira gue pembantu dia apa, seenak jidat nyuruh gue masak, klau lapar masak saja sendiri, ngapain suruh suruh gue" gerutu Ayu tidak tau diri, lah emang iya dia pembantu, suka lupa deh kamu Yu.


Sedangkan di taman belakang sepasang suami istri itu, tertawa terpingkal pingkal, melihat Ayu yang kesal, dan ngomel ngomel sendiri itu.


"Eh... Den Rido, mau ngapain mas ke dapur?!" tanya si bibi.


"Iya Bi, mau ngambil pisau, buat buka mangga buat istri saya" ucap Rido santai.

__ADS_1


"Ih... Istri den Rido manja banget sih, masa ngupas mangga aja harus suami, suruh mandiri dong Den, masa buka buah mangga aja ngak bisa, mending Ayu kali den, apa apa serba bisa, ngelayanin Aden Rido juga bisa kali den?!" ucap Bibi membanggakan anaknya.


"Iya Bi istri saya memang sangat manja, selalu bergantung sama saya Bi?!" pancing Rido.


"Makanya itu Den, harus di ajarkan mandiri, jangan taunya hanya ngabisin duit den Rido aja, mana ngak bisa ngelayanin Den Rido lagi.


"Iya Bi, karena saya yang ngak mau istri saya mandiri Bi, saya suka dia bergantung sama saya, lagian saya cari istri Bi, bukan cari pembantu, klau Ayu pasti harus bisa apa apa Bi, soalnya Ayu saya gaji di sini, biar bisa kerja jadi pembantu, bukan makan gaji buta" ucap Rido santai, namun ngena ke hati.


Mak... Jleb, kata kata Rido menusuk ke jantung si bibi.


"Sialan bocah ingusan ini, enak sekali ngatain anak saya pembantu, dia ngak lihat apa, anak saya itu cantik pari purna, preman kampung sama juragan empang yang bini lima aja masih tergoda dengan anak saya yang cantik tiada tara di kampung ini" kesal si bibi.


Rido pergi melenggang santai ke depan, setelah memberi kata kata mutiara untuk sang bibi.


Haiii...

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote ya...


"Terima kasih..."


__ADS_2