
Adek kenapa sayang...?" tanya Rido saat melihat wajah pucat sang istri.
"Tidak apa apa abang... mungkin cuma masuk angin" ucap Aisyah dengan senyum manisnya, dia tidak mau suaminya itu khawatir dengan ke adaan nya, Aisyah tau suaminya lagi lelah, dan banyak pikiran.
"Ke dokter yuk sayang?!" ajak Rido membelai kapala istrinya itu.
"Besok aja, klau masih mual ya, sekarang abang istirahat aja, abang pasti capek banget" ujar Aisyah, melihat suami tampannya itu.
"Ya sudah... tapi klau masih sakit bilang abang ya...?!"
Cup...
Rido memberikan kecupan lembut jidat sang istri, jarinya mengelus lembut pipi sang istri.
"Abang mandi dulu ya?!" ujar Rido.
__ADS_1
"Iya, nanti Ica siapin pakaian abang...?!" seru Aisyah.
"Ngak usah adek istirahat aja, biar abang ambil sendiri" Rido tidak mau istrinya itu ke capean, dia tau pasti istrinya masih lemah.
Aisyah hanya mengangguk menuruti perkataan sang suami, jujur badannya masih lemas dan pusing.
Rido berlalu ke dalam kamar mandi, untuk membersihkan badannya, dan Aisyah kembali merebahkan badannya di atas kasur.
Saat Rido ke luar dari kamar mandi, dia melihat sang istri sudah terlelap di kasur itu, Rido ikut membaringkan tubuhnya di samping sang istri, karena badan dan pikirannya juga sangat lelah.
Rido menarik sang istri ke dalam pelukannya, dan membenamkan kepalanya di buruk sang istri, mencari kenyamanan di sana, lama ke lamaan Rido ikut tertidur.
"Gara gara kamu, semua jadi ribet tau ngak!" omel nenek Amira kepada mama Anita.
"Ya maaf mam, aku kesal aja, anak itu lelet banget, manja banget lagi, kayak mau di apain aja!" gerutu Mama Anita.
__ADS_1
"Kakak ngak tau sih, gimana susahnya aku nemuin dia, sampai dia mau ikut ke rumah ini, dan mau di ajak tes DNA, tinggal selangkah lagi, jadi gagal gara gara kakak!" Sungut Sandi, karena rencananya gagal.
"Jangan salahin aku dong, salahin aja anak klemar klemer itu!" kesal Mama Anita yang tidak mau di salahkan.
"Tau ah... susah ngomong sama kakak, sudah di wanti wanti dari awal jangan bikin ke salahan, eh malah bikin ke salahan juga, klau tau gitu kakak ngak usah datang tadi" omel Sandi.
"Ncek..." Mama Anita berdecak lidah.
"Trus sekarang gimana cara ngedekatin Aisyah, pasti dia ngak mau lagi kita bujuk, apa lagi ada Rido yang selalu jadi tamengnya, padahal waktunya tinggal sedikit, kakak ngak mikirin sih, mau klau kita tinggal di jalanan, ngak punya harta, mana istri pertama kakak ngak ketemu lagi" omel Sandi.
"Ya ngak mau lah... enak saja" kesal mama Anita, klau bukan karena harta mana mungkin dia mau menyingkirkan kakak kandung dan keponakannya, mana mau dia ngejebak suami kakaknya biar bisa menikah sama dia, dan sialnya lagi, setelah dia menyingkirkan suaminya sekaligus, ternyata tidak semudah itu juga dia bisa menguasai harta suaminya, harus keputusan anak pertama sang suami, saat berumur 20th, apesnya mereka, anak itu sudah mereka buang, sebelum bertemu dengan pengacara saat pembacaan wasiat kakaknya.
Dan sekarang, walau kelihatan dan tinggal di tempat mewah, mereka yang ada di sana, hanya di kasih jatah bulanan, yang menurut mereka tidak seberapa.
Sandi sudah susah payah, mencari anak abangya dari dulu, sudah ke semua tempat dia cari, dan sudah menyuruh banyak orang untuk mencari ke beradaan ponakannya itu, namun nihil, baru beberapa minggu ini dia bertemu, dan dia yakini klau Aisyah itu benaran anak abangnya.
__ADS_1
Setelah dapat dan ada di genggaman malah lepas gara gara kelakuan menantu ke sayangan ibunya itu, wanita kepala dua itu.
Bersambung....