
"Sayang... kakak mau pulang, mau nitip apa, ini abang dekat stand makanan banyak" tanya Rido menelpon sang istri.
"Ica mau martabak spesial kak, sama pentol aja" jawab Aisyah di seberang sana.
"Ok, ada lagi ngak?" tanya Rido.
"Ngak kak, itu aja" balas Aisyah.
"Ya sudah... kaka tutup telponnya ya sayang... love you" ucap Rido.
"Love you too sayang" ucap Aisyah di seberang sana, membuat senyum Rido mengembang sempurna mendengar balas cintanya dari sang istri.
Rido mematikan teleponnya dan keluar dari mobil untuk memesan martabak dan pentol pesanan sang istri.
"Pak martabak spesial tiga ya.." pinta Rido
"Siap mas... " ucap penjualnya.
Setelah memesan martabak Rido berjalan mencari pentol pesanan sang istri, dia berjalan menyusuri setiap stand pedagang di sana, dan Rido menemukannya.
"Pak... pentolnya dua bungkus ya" pinta Rido.
"Siap mas..." jawab pedagang.
Rido menunggu pedagang itu membungkus pesanannya.
"Ini mas..." pedagang memberikan bungkusan pentol pesanan Rido.
"Jadi berapa Mas..." tanya Rido
"Tiga Puluh Ribu Mas..." jawab pedagang.
"Ini Mas, makasih ya" ucap Rido dan meninggalkan stand pentol itu.
"Sama sama" ucap pedagang.
Rido kembali menuju stand martabak.
Buk...
Aiss...
Seorang perempuan dengan sengaja menyenggol Rido dan berpura pura kesakitan.
"Maaf... " ucap perempuan itu seolah olah merasa bersalah dan mengambil perhatian Rido.
Namun Rido hanya cuek aja, Rido sudah terbiasa dengan modus perempuan seperti itu, dan Rido bukan orang bawah yang tidak tau trik jelek mereka.
"Hmmm..." deham Rido dan meninggalkan perempuan kecentilan itu.
__ADS_1
"Hiisss... sombong banget sih" dengus perempuan itu.
"Buaahaha... emang enak di kacangin" seru teman teman perempuan itu.
"Cowok ganteng gitu mana mau sama loe, udah gitu ngak lihat pakaiannya kayanya orang kaya gitu, ngak level sama loe" ledek temannya.
"Mata dia katarak kali, ngak lihat apa gue cantik membahana gini ngak di lirik" kesal cewek itu.
Teman temannya hanya terkekeh dan menggelengkan kepala mendengar ucapan temannya itu, memang di akui sih, klau dia memang lebih cantik dari teman temannya.
"Widih.... lihat noh, cowok tadi tunggangannya!" seru teman teman cewek kecentilan itu melihat mobil Rido melewati mereka.
"Anjrit... beneran tajir cok, dianya !" seru teman teman cewek itu.
Rido melajukan mobilnya dengan kecepatan rata rata, dan jalanan ternyata tidak terlalu ramai, tiga pukul menit kemudian Rido sudah sampai di rumah dan di sambut riang oleh sang istri tercinta.
"Assalamualaikum... istri cantik kakak" ucap Rido.
Cup....
Sambil mengecup mesra pipi chaby istri cantiknya itu.
"Wa'alaikum salam... suami baiknya Ica..." sahut Aisyah dengan mata berbinar dan menggandeng tangan suaminya ke dalam rumah.
"Anak Papa rewel ngak di tinggal sama Papa tadi nak?" tanya Rido seolah olah bicara sama sang anak, sambil mengelus perut buncit istri cantiknya.
"Ngak Pa... kan kami di rumah di temani sama nenek" jawab Aisyah dengan menirukan suara bayi"
Cup...
"Gemesin banget sih... istri kakak ini" ucap Rido sambil mengecup gemes pipi chaby itu.
"Ini pesanan Ica, mau di makan di mana, di sini apa di mana?" tanya Rido.
"Ruang tengah aja Kak, sekalian nonton" ucap Aisyah manja.
"Baik lah... tuan putri" menuruti permintaan. sang istri.
Andin yang kebetulan melewati ruangan sana, melihat Rido membawa bungkusan dengan sigap mengambil piring, sendok dan air minum, dan membawa ke ruang tengah.
"Waahhh.... makasih mbak...." cengir Aisyah melihat Andin membawa apa yang dia butuhkan.
"Ayo kak sekalian makan di sini" ajak Aisyah
"Mbak masih kenyang Ca, Ica makan aja, mbak mau ngerjain kerjaan dikit lagi, takut si dedek nanti keburu bangun" saut Andin.
"Baik lah klau gitu, kerjanya jangan terlalu capek mbak, biarin si mbak yang lain yang ngerjain, mbak tinggal ngawasin aja" titah Aisyah, yang susah menganggap Andin seperti keluarga sendiri.
"Iya.. ngak capek kok, mbak ngerjain yang gampang gampang aja kok" sahut Andin.
__ADS_1
Walaupun dia dan suaminya sudah di anggap keluarga oleh Rido dan Aisyah, bukan bearti Andin bermalas malasan bekerja di sana, dia tetap bekerja seperti layaknya asisten rumah tangga, dia tidak mau di anggap besar kepala oleh teman temannya, padahal Aisyah dan Rido sudah bilang jangan bekerja dan hanya di suruh mengawasi para pekerja saja, namun Andin tetap ngeyel, jadi Aisyah dan Rido hanya pasrah aja dan membiarkan saja, asal Andin tidak kecapean anaknya tidak terlantar.
"Ya udah mbak ke belakang dulu ya..." izin Andin.
"Iya... " sahut Aisyah sementara Rido hanya mengangguk saja.
Akhirnya Aisyah memakan martabak bertiga dengan sang mama sambil menonton drama korea kesukaan Aisyah.
Sementara ke tiga teman temannya belum pulang kerja
Selesai makan, Rido beranjak naik ke kamar mereka untuk membersihkan tubuhnya, dan dia tidak mengizinkan sang istri ikut naik, dia takut istrinya ke capean naik turun tangga, Rido sudah berencana untuk pindah kamar ke kamar bawah untuk sementara waktu, sampai Aisyah lahiran, dia takut sang istri mondar mandir naik turun tangga, rido takut istrinya terjatuh dari tangga dengan perut buncitnya itu.
Selesai mandi Rido kembali ke lantai bawah, untuk bergabung dengan sang istri.
Cup...
Rido mengecup pipi chaby sang istri.
"Ma... klau minggu depan kita ke makam papa, mama sudah kuat belum buat naik kendaraan jauh?" tanya Rido kepada mertuanya dia tau pasti mertuanya itu sangat merindukan suaminya.
"In Syaa Allah mama kuat" jawab Bu Sandra pasti, dengan tersenyum merekah indah dari bibirnya dan mata berbinar mendengar menantunya mau mengajaknya untuk berziarah ke makam suami tercintanya.
"Baik lah.... kita akan ke sana, kita nginap di sana untuk beberapa hari" tutur Rido.
"Tapi.. rumah di sana pasti sudah rusak, karena sudah lama tidak di huni" jawab Bu Sandra sendu.
"Mama tenang saja, aku sudah nyari penginapan ngak jauh dari sana" jawab Rido menenangkan sang mertua.
Padahal Rido sudah mengutus anak buahnya untuk memperbaiki rumah mertuanya yang hampir ambruk itu, ya rumah mertuanya itu terbuat dari kayu, dan Rido kembali merenovasi rumah itu seperti semula.
Rido sengaja membuat kejutan untuk mertuanya itu
"Baiklah... klau gitu mama tidur dulu, sudah malam soalnya" Bu Sandra izin untuk masuk ke kamarnya.
"Iya mah....." jawab Rido dan Aisyah kompak.
Akhirnya tinggal lah Rido dan Aisyah berdua di ruangan itu, menunggu ke tiga sahabatnya yang belum pulang.
"Istri Kaka serius amat sih..." Rido menggoda sang istri yang lagi serius menonton drama korea, dengan menggesek gesekan hidungnya ke curuk leher sang istri.
"Geli kakak..." rengek Aisyah manja.
"Ngak pa apa geli, kaka lagi kangen sama istri kaka ini, seharian ini ngak ketemu kaka jadi rindu berat" goda Rido dengan tangan sudah menggerayang kemana mana.
Aisyah membiarkan suaminya menjamah tubuh dan malah asik nonton dan sesekali ******** gara gara kelakuan sang suami, karena bibir suaminya juga ikutan aktif membuat tanda di dada Aisyah.
"Pindah ke kamat aja yuk... kak... nanti anak anak pulang, kan lagi tanggung tangungnya di berhentiin kan ngak enak" kekeh Aisyah.
Dia tau suaminya klau sudah seperti ini akan susah untuk di berhentikan.
__ADS_1
"Baik lah... kita pindah" semangat Rido, membuat sang istri terkekeh geli melihat tingkah Rido yang semangat empat lima, dia ajak masuk kamar.
Bersambung...