Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 108


__ADS_3

"Kami pulang dulu, hari sudah sore, Aisyah juga harus istirahat, dan harus belajar, karena besok akan ada ujian" izin Rido untuk membawa Aisyah keluar dari rumah itu, karena melihat Aisyah yang benar benar tidak nyaman di rumah itu.


Amira hanya menatap jengah, dengan perlakuan Rido kepada Aisyah, selalu memanjakan Aisyah seolah olah Aisyah barang mahal yang harus di jaga dengan sangat baik.


"Klau mau istirahat kan bisa di sini... kamar Aisyah ada kok, tinggal di sini aja ya..." bujuk Bu Anita.


"Terimakasih... tante, aku mau pulang saja" tolak Aisyah yang memang tidak mau tinggal di sana, entah lah... walau pun nantinya Aisyah nanti di nyatakan bagian dari mereka, tapi Aisyah merasa sangat jauh dari orang orang itu, tidak ada kenyamanan yang di rasakan oleh Aisyah, entah karena baru kenal atau bagaimana.


Namun klau di bilang baru kenal, buktinya dengan Rido juga baru kenal, Aisyah lansung bisa menyerahkan hatinya kepada sang suami tanpa syarat, kenapa tidak dengan keluarga ini, Aisyah sendiri juga bingung.


"Ya sudah... ngak pa apa, nanti kita ketemu minggu depan ya, di sini apa di rumah sakit" tanya Om Sandi menengahi Anita dan Aisyah.


"Nanti aku tlp, kita ke temuan di mana" ucap Aldi sopan, sebenarnya klau bukan ingin tau Aisyah anak siapa Rido pun malas berbasa basi sama orang asing, apa lagi melihat sang istri tidak nyaman, makin aja Rido tidak suka.

__ADS_1


"Baik lah... nanti di tlp aja, kami akan menurut saja" ucap Pak Sandi dengan sedikit senyum hangat.


"Klau gitu kamu pulang dulu" Aldi lansung menggengam tangan Aisyah dengan lembut, membawa Aisyah keluar dari rumah itu, tanpa ada salim cium tangan dulu.


"Ncek... manja" gumam Amira yang tidak suka melihat Aisyah di perlakukan baik oleh Rido, Mama Anita lansung menyenggol bahu Amira dan memberi kode dengan menggelengkan kepala.


Aisyah dan Rido naik ke dalam mobil, sesampai di dalam mobil, Rido lansung menjalankan mobil secara perlahan tanpa perduli dengan orang yang masih banyak di teras rumah itu, dia lebih memilih untuk kenyamanan sang istri.


Aisyah, pandangannya tertuju keluar jendela mobil, dengan tidak ada tanda permisi Air matanya lansung meleleh di ke dua pipinya.


Rido menarik Aisyah ke dalam pelukannya, dia sangat tau, ini terlalu mendadak untuk sang istri, apa lagi mendengar desakan demi desakan yang di lontar kan oleh Mama Anita tadi, semakin membuat Aisyah tertekan.


"Hua.... kakak.... hiks... hiks.. pecah sudah tangis Aisyah di dalam dekapan sang suami dia mengeluarkan semua rasa gelisah dan takutnya kepada suaminya itu.

__ADS_1


"Ica ngak mau tinggal sama mereka, Ica ngak mau, Ica takut... hiks... hiks... Ica ngak mau jauh sama kakak huu... uu.." benar kata Rido istrinya tertekan, dia mengeram kesal dengan semua ini, harusnya tadi dia tidak mengiyakan permintaan Pak Sandi untuk datang kerumah itu, klau tau sang istri akan jadi begini, menyesal sudah Rido di buat oleh keteledorannya sendiri.


"Haii... Ica ngak akan tinggal di sana sayang... Ica akan selalu bersama dengan kakak, dimana pun dan kapan pun, Ica milik kakak, begitupun sebaliknya, tidak ada yang bisa memisahkan kita, kecuali maut" bujuk Rido kepada sang istri, yang masih sesegukan di dalam dekapannya.


"Tapi... klau mereka maksa gimana?" Aisyah sungguh takut membayangkannya.


"Tidak akan bisa sayang... Ica lupa, siapa status Ica bagi kakak, Ica istri kakak, bearti yang berhak atas Ica adalah kakak" ucap Rido memberi pengertian agar sang istri tidak ketakutan lagi.


"Hmmm benar juga" ucap Aisyah tersenyum kecil, walau masih berurai air mata.


"Nah... sekarang Ica tenang ya... jangan nangis lagi, kakak ngak suka lihat istri cantik kakak ini menangis, hati kakak sakit sayang" ucap Rido sambil membelai kepala Aisyah dan mengecup lembut kepala Aisyah.


Aisyah mengangguk, walau masih sedikit khawatir namun dia tau ada suaminya yang akan selalu menjaganya dan tidak akan sudi orang lain mengambil nya, Aisyah sedikit lega klau mengingat itu.

__ADS_1


"Sudah boleh kita melanjutkan perjalanan sayang..." Rido bertanya sama sang istri, Aisyah hanya mengangguk dan berpindah dari pelukan sang suami.


Bersambung...


__ADS_2