
Disini lah Rido berada di rumah sakit tempat kakaknya bekerja, dia akan melakukan Visum untuk Aisyah.
"Do..." panggil seseorang dari arah belakang.
"Bang...?!" gumam Rido.
"Siapa yang sakit?" tanya Kevin.
"Mau visum istri aku bang"
"Kenapa di Visum? apa terjadi tindakan kekerasan?" cemas Rido.
"Iya... tadi di apartemen ada sedikit insiden"
"Kok bisa?"
"Iya ada orang gila masuk ke apartemen aku, marah marah ngak jelas, ngejambak rambut Aisyah!" kesal Rido.
"Ya sudah ayo... abang antar" ucap Kevin
Selesai melakukan beberapa tes, Rido dan Aisyah di ajak Kevin untuk makan siang, beruntung kali ini Kevin bisa bretemu lansung sama sang adik, selama ini Kevin berusaha untuk bertemu dengan Rido selalu banyak alasan Rido utarakan, agar tidak berhubungan dengan Kevin dan keluarganya lagi.
"Dek... kita makan bareng ya?!"
"Makasih kak... kami mau..." belum sempat Rido memberi alasan sudah di potong oleh Kevin.
"Ayo lah dek... sekali aja, abang ingin makan bareng sama kalian, sudah lama kita tidak makan bareng?!" melas Kevin.
"Baik lah...." akhirnya Rido kasihan juga sama Kakaknya, lagian selama ini Kevin memang tidak punya masalah sama Rido, kevin selalu menganggap Rido adik kandungnya.
__ADS_1
Wajah Kevin lansung berbinar, karena sang adik mau di ajak makan bersama mereka.
"Yuk... kita makan di Restoran depan" ajak Kevin semangat.
Rido dan Aisyah tersenyum melihat, semangat kakaknya itu.
Mereka lansung menuju Restoran terdekat.
Sesampai di restoran.
"Mau pesan apa sayang...?!" tanya Rido kepada Aisyah, melihat perhatian Rido kepada Aisyah membuat senyum Kevin mengembang, ternyata adiknya begitu mencintai adik iparnya, adiknya begitu memanjakan sang adik ipar.
"Ica mau steak aja kak, sama minum jus strobery" cengir Aisyah.
Rido memesan permintaan sang istri, dia pun ikut memesan makan yang sama.
"Bagai mana kabar kalian?" tanya Kevin.
"Mau kuliah di mana...?" tanya kevin lagi.
"Kami mau kuliah di Uni versitas xx di kota xx" Rido.
"Kenapa ngak kuliah di sini aja? di sini kampusnya lebih bagus"
"Kami ingin hidup di kampung, dan ingin mengurus peninggalan Kakek, nenek dan Bunda" jawab Rido.
"Dan aku juga punya usaha di sana, Aisyah ingin tinggal di sana?!" jawab Rido melihat sang istri penuh cinta.
"Kakak bangga sama kamu, kamu bisa hidup mandiri tanpa bantuan siapa pun" ucap kevin sendu.
__ADS_1
"Sebenarnya ngak juga... klau bukan warisan Kakek, nenek dan Bunda, dan juga klau bukan didikan bunda aku belum tentu bisa hidup seperti ini, dan tanpa wanita di samping ku ini, membuat aku semangat menjalani apa yang terjadi padaku" ucap Rido mengelus kepala Aisyah penuh kasih.
Kevin mengangguk tanda mengerti.
"Iya benar... Bunda berhasil mendidikmu dengan baik, tanpa membenci kami yang sudah banyak membuat kamu menderita, klau kamu ingin balas dendam, pasti kamu bisa, ingin menghancurkan perusahaan itu hanya dalam satu hari pasti bisa tinggal nama" ucap Kevin dengan pandangan sendu.
"Sudahlah kak... semua sudah berlalu, aku tidak ingin menaruh dendam, walau bagaiman pun kalian juga keluarga ku, walau pun aku tidak di anggap sama sekali, mungkin sudah takdir aku seperti ini, dan aku in sha Allah akan menjalankan dengan ikhlas" ucap Rido walau dadanya terasa sesak.
Aisyah lansung memegang tangan Rido, dia tau suaminya itu sedih, Rido lansung melihat sang istri dengan senyum manis nya, dan mengerjapkan mata, tanda bahwa dia baik baik saja.
Kevin melihat cara remaja itu saling dukung satu sama lain, dan cinta yang besar di antara mereka, membuat dia ikut senang.
"Ca... abang titip adik abang ya... dukung dia, teruslah berada di sisi Rido apapun terjadi, jangan pernah tinggalkan dia?!" Kevin sendu.
"Pasti itu kakak, Ica pasti akan selalu ada di samping Kak Rido sampai kapan pun!" ucap Aisyah mantab.
Membuat senyum Rido mengembang dan memeluk sang isti dan mendaratkan kecupan di jidat sang istri penuh kasih.
"Terimakasih... sudah mau menemani kakak"
"Ica juga Terimakasih... kakak sudah menerima Ica apa adanya Ica, menyayangi Ica tanpa batas, dan tidak perduli Ica terlahir dari siapa dan dari mana Ica berasal" ucap Aisyah dengan senyum manisnya.
"Ica sayang kakak...?!" memeluk Rido dengan erat.
"Kakak lebih sayang Ica?!" Balas Rido tak kalah erat.
Membuat Kevin di sana seperti nyamuk saja, dia mendengus kesal dengan tingkah dua remaja tak ada Akhlak itu, bisa bisanya bermesraan di depan dirinya yang jomblo.
Bersambung...
__ADS_1
.