
"Hallo... Selamat siang Bu Aisyah... apa kabar?" ucap Dokter paruh baya yang menangani Aisyah itu.
"Alhamdulillah... sehat dok?!" ucap Aisyah tersenyum ramah.
"Ah... Syukurlah klau begitu" ucap sang dokter dengan tersenyum hangat.
"Ayo... kita lihat si dedek dulu yuk..." ucap sang dokter, dan dengan sigap suster membantu Aisyah untuk naik ke atas bed dan Rido pun membantu dengan sigap.
"Maaf Ya...?!" ucap Suster tersebut, menyingkap baju Aisyah dan mengoleskan jel di perut Aisyah. Dan setelah itu dokter menggerakan alat di perut Aisyah untuk memeriksa janinnya.
"Waahhh.... lihat lah... mereka sangat sehat dan sudah bisa untuk lahir besok, klau Ibu sudah siap" ucap sang dokter berbinar, selama dia bertugas di rumah sakit ini, baru kali ini dia menangani bayi kembar tiga, klau kembar dua itu sudah biasa, makanya mendapat pasien Aisyah dia sangat bahagia ini pengalaman baru untuknya.
"Benarkah dok?" tanya Aisyah berbinar.
"Hmmm... benar, klau Ibu sudah siap, kita akan jadwalnya operasi besok hari" ucap dokter itu dengan senyum hangatnya.
"Baik lah... saya sudah siap lahir batin, saya sudah tidak sabar melihat mereka hadir ke dunia ini" ucap Aisyah sambil mengelus lembut perutnya.
Merasakan usapan dari sang Ibu, anak anak Aisyah dengan semangat menendang perut Aisyah.
"Aiss....." Aisyah meringis menahan sakit, ulah tendang di Baby kembarnya.
"Kenapa sayang...?" panik Rido mendengar ringisan Aisyah itu.
"Ngak apa apa kak, mereka terlaku semangat mendengar mau cepat cepat melihat dunia, jadi dia menendang perut Ica sedikit kencang" ujar Aisyah.
__ADS_1
"Iya sayangg... kalian sudah ngak sabar ketemu papa sama mama ya...? tunggulah sehari lagi, dan jangan buat mama kalian kesakitan" ujar Rido dengan lembut dan mengelus perut Aisyah menenangkan sang anak.
Dan ajaibnya anak anak itu mengerti yang tadinya perut Aisyah mencang mencong kesana kemari dan kini sudah kembali baik baik saja" Aisyah terkekeh melihat itu, sungguh suaminya itu adalah pawang para baby twins itu.
Dokter dan perawat juga ikut tersenyum bahagian melihat Rido yang terbilang masih muda itu, bisa memperlakukan pasangannya dan juga calon anaknya itu dengan begitu baik dan terkesan sangat hati hati kepada anak anak dan istrinya itu.
"Baik lah dok, tolong jadwalnya operasi istri saya besok hari" ucap Rido setelah menenangkan calon bayi mereka itu.
"Besok kita akan operas jam 10 pagi, dan mulai nanti malam Ibu sudah puas, jadi... hari ini ibu akan lansung nginap di rumah sakit ya, nanti perawat akan membatu Ibu?!" ujar sang dokter.
Dan di anggukin tanda mengerti oleh Rido dan Aisyah.
Beberapa saat berlalu, kini di sini lah Aisyah berada, di sebuah kamar rawat VIP, di temani oleh Bu Sandra, karena Rido pulang untuk mengambil pakaian sang istri dan tas yang sudah di persiap kan untuk persalinan bayi bayi mereka, dan tidak lupa dengan pakaian dia dan sang mertua, tak mungkin dia akan sering bolak balik rumah dan rumah sakit, mana bisa Rido lama lama meninggalkan sang istri, ini saja dengan berat hati dia meninggalkan sang istri, karena banyak barang yang akan dia bawa ke rumah sakit, tadi Bu Sandra ingin pulang mengambil keperluan mereka, namun Rido melarang, dia tidak mau mertuanya itu kecapean, jadi dia hanya menyuruh Bu Sandra menjaga Aisyah di rumah sakit.
"Iya mbak, makasih ya... eh iya, apa karpet sudah di masukin juga, saya ngaj yakin tuyul tuyul itu akan mau di usir nantinya" kekeh Rido mengingat ke tiga sahabatnya itu.
"Sudah Den... semua sudah saya siap kan, termasuk makanan untuk Ibu dan aden" ucap Andini sopan.
"Ok mbak, klau gitu saya berangkat dulu, dan tolong jaga rumah dengan baik ya, selama saya di rs, dan klau bisa mbak sam Mas Farhan nginap di sini aja" perintah Rido.
"Baik Den... semoga lahiran Aisyah lancar ya..." ucap Andin
"Aamiin...." sahut Rido.
Rido lansung meninggalkan rumah nya, dan melajukan mobilnya dengan kecepatan rata rata, untuk sampai di rumah sakit, namun sebelum sampai di rs, Rido mampir untuk membeli Buah buah untuk sang istri.
__ADS_1
"Pak, saya mau apel, Anggur, pisang dan jeruk sekilo sekilo ya pak" pinta Rido.
"Baik Den..." ucap si bapak kebetulan Rido membeli buah di toko buah tempat bapak bapak yang pernah Rido bantu waktu itu, mantan pekerja di rumah milik Bu sandra, yang sengaja Rido berikan modal untuk membuka usaha.
"Non Aisyah mana Den... tumben ngak ikut?" tanya si bapak.
"Di rs Pak... maunlahiran" ucap Rido berbinar.
"Ohh... Ya Allah... semoga lancar persalinanya ya Den..." ucap Si bapak dengan berbinar.
"Hai... Do, apa kabar" panggil seseorang di belakang Rido dengan tiba tiba.
Rido reflek melihat ke arah suara yang memanggil nya.
"Abang...." gumam Rido, yang sudah lama mereka tidak bertemu dan bertukar kabar.
Orang yang di lihat Rido melihat Rido dengan mata sendu dan berkaca kaca.
Bersambung....
Haiii.... semua maaf nya... outhor di bulan puasa ini up nya tidak teratur, soalnya ke dua anak outhor lagi ujian, satu ujian ke lulusan dan satu ujian tengah semester, jadi outhor lagi sibuk ngurus mereka, yang mau lulus anak outhor, anak istimewa jadi waktu outhor harus mengurus dia dulu agar bisa ikut ujian biar bisa masuk slb, huufff... sedikit lelah sih, apa lagi ujian di saat bulan puasa ini, jadi capeknya doble, namun outhor tetap semangat kok, agar bisa menulis dan mengurus anak anak outhor walau sedikit mengecewakan kalian, outhor minta maaf sebesar besarnya ya...🙏🙏🙏😍😍😍
Terimakasih atas dukungan kalian semua
😘😘😘😘😘
__ADS_1