Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 60


__ADS_3

Farhan sampai di rumah sakit lansung mendaftarkan istrinya.


Lama menunggu akhirnya nama Andin di panggil juga oleh perawat.


"Ibu Andin"


"Iya sus saya"


Andin masuk dan mulai di periksa oleh dokter.


"Apa keluhahnnya Bu" tanya Dokter.


"Tadi muntah muntah dok, sudah seminggu ini saya perhatiin wajah istri saya pucat dan lesu, ***** makan kurang dok?!" jawab Farhan.


Dokter menganggukan kepalanya tanda mengerti.


"Baik lah, Ibu kapan terakhir datang bulan?"


"Haaa..." jawab Andin kaget, dia lupa terakhir datang bulan.


Dokter tersenyum melihat ke kagetan Andin.


"Saya lupa Dok" jawab Andin malu.


"Karena Ibu lupa, dan dengan ciri ciri yang bapak sebutkan tadi, saya perkirakan Ibu sedang hamil, untuk lebih kelasnya ibu lansung ke poli kandungan saja ya" ucap sang dokter ramah.

__ADS_1


"Baik dok" ucap Farhan dengan semangat.


Andin di bawa menuju ruang poli kandungan di temani oleh suster dan lansung dapat penanganan dari tes urine dan usg.


Ternyata Andin sedang hamil enam minggu, membuat Farhan sangat bahagia dan tidak henti hentinya dia menciumin sang istri, membuat Andin malu sendiri.


"Sudah dong Mas, aku malu" rengek Andin.


"Ngapain malu, orang Mas suami kamu, dan Mas lagi bahagia banget sebentar lagi kita punya bayi, dan akan menjadi orang tua" ucap Farhan sambil mengelus perut rata sang istri.


"Sehat sehat di dalam ya jagoan papa, jangan bikin susah mama, kami sayang sama kamu nak, kami menunggu kamu sampai saat itu tiba sayang" Bisik Farhan di perut Andin.


Andin membelai kepala suaminya dengan lembut.


"Mau lansung pulang apa mau beli sesuatu dulu sayang" tanya Farhan, dia tau orang hamil itu suka makan sesuai moodnya.


"Boleh, tapi makan di rumah, sebelum makan rujak, makan nasi dulu ya, biar ngak sakit perut" ucap Farhan lembut.


Farhan berhenti di tukang rujak dan kebetulan di depan sebuah supermarket, Farhan turun dari mobil los bak nya, dia masuk ke supermarket membeli susu hamil dua macam rasa, rasa stroberry dan rasa coklat, tidak lupa cemilan untuk istrinya dan dua cup es krim


"Sudah Mas" tanya Andin yang tidak turun dari mobil.


"Masih nunggu rujak sayang, sementara mau nyemil itu ada cemilan Mas beliin buat kamu"


"Iya Mas nanti aja, pengen makan rujak dulu" dengan pipi imutnya membuat Farhan terkekeh.

__ADS_1


"Iya nanti di rumah ya, makan sedikit baru makan rujak" ucap Farhan terkekeh dan mengkusuk rambut Andin.


Andin hany mengangguk dan menyetujui permintaan suaminya itu.


"Kita pulang" ucap Farhan yang sudah menenteng rujak di tangan nya.


Mata Andin lansung berbinar melihat rujak yang ada di tangan sang suami, lansung saja Andin merebutnya dan memeluk rujak itu dengan erat.


Farhan hanya terkekeh, melihat kelakuan absrud istri cantiknya itu.


"Buru Mas, aku sudah ngak sabar ini, sudah ngeces ini" ucap Andin, yang sudah tidak sabar melihat rujak di tangannya.


"Iya sayang, nanti klau buru buru, bisa bisa kita bukannya nyampe rumah, malah nyampe rumah sakit" kekeh Farhan geleng geleng kepala.


"Ngaco Mas ini klau ngomong" kesal Andin.


"Makanya jangan suruh buru buru, ini udah cepat kok, bentar lagi juga sudah sampai, noh lihat itu sudah kelihatan gapura, bentar lagi rumah kita" ucap Farhan sabar.


Mungkin istrinya itu juga lapar, makanan tadi pagi sudah dia kuras habis saat muntah tadi.


"Sabar ya sayang dikit lagi"


"Iya mas" ucap Andin tersenyum manis.


Bersambung...

__ADS_1


Haiii jangan lupa like komen dan vote ya....


"Terimakasih..."


__ADS_2