
Ceklek....
Pintu ruang rawat Aisyah di buka dari luar, dan menampakan wajah suami ganteng Aisyah dari balik pintu itu.
"Assalamualaikum...." Rido ngucapin salam dari luar.
"Wa'alaikum salam...." serempak Aisyah dan Bu Sandra menjawab salam dari Rido dan Kevin.
"Loh... sama siapa ini Do...?" tanya Bu Sandra yang memang baru pertama kali ketemu dengan Kevin.
"Kenalin Mah.... dia abang satu ayah Rido, namanya abang kevin" ujar Rido.
"Bang, kenalin ini mertua aku, Mama kandung Aisyah" ucap Kevin.
"Hallo... tante kenalin saya kevin" ucap Kevin sopan.
"Hallo juga nak, tante mamanya Aisyah" ujar Bu Sandra tersenyum lembut.
"Hallo... dek, apa kabar?" tanya Kevin beralih melihat ke arah Aisyah.
"Alhamdulillah... sehat bang, abang apa kabar, kok abang ada di kota ini?" tanya Aisyah beruntun.
"Hehehe... tanya nya, satu satu dek, masa di borong" goda Kevin.
Aisyah yang di goda hanya cengengesan sambil menggaruk hidung yang tak gatal.
"kabar abang baik, abang lagi ada seminar di kota ini selama beberapa hari, dan abang nginap di Villa R&A di jalan xx bareng beberapa rekan sejawat abang" ujar Kevin menjawab pertanyaan Aisyah.
"Oo... abang ketemu kakak di Villa, makanya ke sini bareng?" tanya Aisyah penasaran.
"Ngak kok, abang ketemu di toko buah, bukan di Villa, lagi ngapain Rido ke Villa sudah tau kamu lagi di rumah sakit" bingung Kevin.
__ADS_1
"Aku kira kakak di kasih tau sama yang jaga Villa, ada yang sewa Villa ternyata abangnya kakak sendiri ucap Aisyah polos.
Kevin di buat bingung oleh pertanyaan Aisyah tersebut, apa hubungannya dengan penjaga Villa dengan Rido, apa Rido kerja di sana juga.
Aisyah mengerti dengan kebingungan abang iparnya itu.
"Villa tempat abang nginap itu adalah Villa milik kami" jujur Aisyah.
Kevin di buat melotot dengan ucapan adik iparnya itu, bagaimana bisa, Villa di sana terbilang Villa kawasan elit, fasilitas di sana juga lengkap, harga sewanya juga lumayan mahal.
Kevin lansung melihat ke arah Rido meminta penjelasan, apakah yang di ucapkan oleh Aisyah itu benar atau salah.
Rido yang di tatap hanya bisa mengangguk pasrah.
"Waahhh.... kamu luar biasa dek, kami bisa berdiri di kaki sendiri merintis usaha dari nol sendiri, abang bangga pada mu" ujar Kevin dengan mata berbinar dan terharu melihat ke arah adiknya itu.
"Ngak juga bang, aku merintis usaha juga dari warisan peninggalan kakek, nenek dan Ibu ku, aku meneruskan usaha mereka, dan aku juga mencoba membuka peluang peluang bisnis lainnya dari hasil warisan keluarga ku dan juga hasil kerja kerasku, dari aku smp sampai sekarang, dan beberapa Cafe R&A di jakarta adalah punya ku dan Aisyah" ujar Rido terus terang.
"Aku bisa kuat karena ada istriku bersama aku bang, dia yang selalu ada di saat susah dan senang ku, dia tempat aku mengadu dan aku juga kuat karena ada teman teman yang selalu ada di samping ku" ujar Rido membelai kepala sang istri.
"Maaf kan kami dek" ucap Kevin sendu, dia tau bagaimana keluarganya memperlakukan Rido, padahal Rido tidak bersalah, dan Bunda Rido pun tak bersalah, malah Bunda Rido lah sebenarnya penyelamat keluarga dan juga perusahaan keluarganya namun keegoisan dan hasutan sang mama, papanya juga tega mengabaikan Bunda Rido dan Rido sebagai anak kandung sang ayah, karena mamanya merasa orang yang terzolimi di sini.
"Sudah lah bang, aku sudah melupakannya, sekarang aku punya, istri, mama, teman temanku dan sebentar lagi ada anak anakku yang akan mewarnai hidup ku, jangan merasa bersalah, dan itu juga bukan kesalahan abang kok" ujar Rido, karena Rido memang tidak pernah membenci abangnya itu, karena abangnya ini lah yang dulu selalu ada buat dia saat berada di rumah Ayah nya, namun tidak lama, karena sang abang sekolah keluar negeri.
Ceklek...
Pintu terbuka dari luar, dan menampakan tiga wajah dari balik pintu tersebut, siapa lagi klau bukan trio somplak sahabat Rido dan Aisyah.
"Assalamualaikum..." kompak mereka memberi salam.
"Wa'alaikum salam..." jawab yang ada di dalam ruangan sana.
__ADS_1
"Kalian baru pulang kuliah...?" tanya Aisyah.
"Iya, kami lansung ke sini, males pulang, jadi lansung ke sini aja, kami yakin pakaian kami sudan di bawain sama Rido" cengengesan Tio.
Rido hanya memutar mata malas dengan jawaban sahabatnya itu.
"Permisi..." ucap perawat masuk ke dalam kamar Aisyah.
"Ya sus, silahkan" ujar Rara.
"Kami mau menambah bed yang di pesan sama Tuan Rido" ucap perawat tersebut.
"Ah... iya silahkan sus" sopan Rara mempersilahkan petugas di sana memasukan bed tambahan ke ruang rawat Aisyah yang lumayan besar itu.
"Kalian yakin bakal tidur di sini rame rame?" bingung Kevin.
"Yakin lah bang, kita mah jalan satu ya jalan semunya, kek anak itik" kekeh Tio.
"Mana ada yang mau di tinggal di rumah bang, mereka ngintilin kami kemana aja, ke cuali ke toilet" kekeh Aisyah.
"Begitu kah...?" tanya Kevin kaget.
"Hmmm..." jawab Aisyah.
Kevin hanya geleng geleng kepala mendengar penuturan Aisyah itu, dan teman teman mereka tidak menghiraukan Kevin yang masih bingung, mereka sudah menata ruangan Aisyah sedemikian rupa, dan beruntungnya kamar itu ada tirai pembatas, apa bila besok Aisyah menyusui sang anak tidak canggung dan tidak perlu mengusir teman temannya ke luar ruangan itu.
"Baiklah... klau gitu abang pulang dulu ya, nanti klau seminar selesai abang akan kemari lagi" ucap Kevin.
"Baik bang, makasih sudah datang ya..." ucap Aisyah sopan.
Bersambung....
__ADS_1