
Sore hari, Rido dan teman temannya pergi ke pasar malam yang sudah mereka rencanakan tadi pagi.
Sebelumnya Rido dan kawan kawan itu membantu Aisyah berbelanja ke butuhkan dapur dan lain lain.
Mana mau temanya nya itu hanya membantu tanpa dapat upah, mereka lebih dulu mencari snack yang akan mereka makan di apartemen selama menunggu waktu sore tiba.
Rido hanya membiarkan teman temanmu memilih makan dan lainnya, uang segitu tidak ada pengaruh buat Rido.
Asal satu, jangan pernah berbuat macam macam kepada istri cantiknya, seperti Novi lansung di depak dalam sircle pertemanan nya tidak perduli seberapa memohonnya Aisyah agar tidak memusihi Novi, Rido tidak perduli, dia tidak suka ada orang yang menyakiti sang istri.
Kini di sini lah mereka berada, di pasar malam yang lumayan besar dan banyak menyediakan jajanan.
Mata Aisyah lansung berbinar melihat jajanan.
Rido tersenyum melihat pandangan sang istri yang berbinar melihat berbagai makanan yang berjejer di taman itu.
Aisyah tadi memang sudah niat akan berkuliner ria di pasar malam, hingga saat makan siang dia hanya makan sedikit, membuat sang suami geleng geleng kepala.
"Mau makan dulu apa mau main dulu?" tanya Rido saat memandang sang istri.
"Boleh jajan dulu?" cengir Aisyah.
"Boleh, adek mau apa terserah asal ngak makan yang terlalu pedas, kakak ngak mau" peringat Rido.
"Siap... My husband..." kekeh Aisyah dan berlari mengejar makanan yang dia sukai.
Rido hanya geleng gelang kepala sambil mengikuti Aisyah dari belakang.
__ADS_1
"Ternyata nyenengin Aisyah gampang ya Do... kasih makan aja sudah bahagia, ngak butuh emas permata" kekeh Tio.
"Satu lagi, butuh kasih sayang, selesai semuanya, anteng dunia akhirat dia, ngak kayak ciwi ciwi yang lain, klau tau pacar banyak duit, pasti di porotin shoping ini itu, ini Aisyah ngak kayak gitu, Rido terus yang maksa beli ini itu, ke cuali soal makanan" kekeh Ganen.
"Itu lah bedanya sahabat gue, dia hanya butuh orang yang benar benar sayang sama dia, yang melindungi dia, banyak uang, shoping sana sini dia tidak ingin" kekeh Rara.
Dan di anggukin setuju oleh Rido.
Memang benar apa yang di bicarakan temanya memang adanya, Aisyah tidak pernah sekalipun meminta beli baju, tas dan lain lain, selalu Rido yang beliin, satu lagi uang yang Rido kasih kepada istrinya saat menikah dulu pun masih banyak sisa di lemari dia, klau cewek lain mungkin sudah minta puluhan kali.
Rido tersenyum melihat sang istri cantiknya itu, sejuk hatinya melihat senyum Aisyah.
"Mau jajan apa sayang?" taya Rido saat sudah dekat dengan Aisyah.
"Mau dimsum, mau tapokki, mau telur gulung, mau ini ini ini" cengir Aisyah menunjuk semua makanan yang dia inginkan.
"Ya ampun Ca... emang habis?" ucap Rara.
"Emang kenapa? ngak boleh ya?" cemberut Aisyah.
"Boleh sayang, kenapa ngak, ayo pesan ngapain diam aja?" sela Rido yang tidak ingin melihat sang istri kehilangkan moodnya.
Aisyah yang tadinya sudah bermuka suram lansung bersinar lagi. Rido lansung mempelototi teman temannya.
Teman temanya hanya acuh saja dan terkekeh melihat Aisyah sudah memborong makanan.
"Noh... lihat bini loe udah kayak orang mau jualan, semua makanan di borong sama dia" tunjuk Tio.
__ADS_1
"Biarin asal dia senang" acuh Rido, dan melihat tentengan sang istri, dia menghampiri Aisyah.
"Sudah sayang?" tanya Rido.
Dan di anggukin oleh Aisyah.
"Ya sudah Ayo cari tempat duduk" ajak Rido.
"Bentar kak, Ica mau ke sana dulu!" tunjuk Aisyah ke ujung jalan sana, dia berjalan dan di ikuti oleh para sahabat dan suaminya.
Ternyata Aisyah pergi ke sana memberikan makanan yang ada di tangannya itu kepada gelandangan yang sedang membawa anak kecil yang terlihat sangat lapar.
"Ini buat adek sama Ibu" ucap Aisyah sambil tersenyum.
"Ayo ambil" ucap Aisyah sambil memberikan tentengan itu.
"Terimakasih nak..." ucap sang Ibu tersenyum haru, memang anak anaknya belum makan dari siang, karena dia tidak mendapatkan hasil palungan hari ini, karena anaknya sedang sakit.
Rido melihat sang istri lansung tersenyum bangga.
Teman temanya yang tadi meledek Aisyah lansung merasa malu dan bangga sama Aisyah, di kira Aisyah membeli makanan buat dia seorang ternyata ada misi terselubung di sana.
Bersambung...
Haii.... jangan lupa like komen dan vote ya...
"Terimakasih..."
__ADS_1