
Kini mereka berada di dalam Aula sekolah itu yang sudah ramai di hadiri oleh para siswa dan siswi dan orang tua murid yang menemani anak anak mereka Wisuda, hanya Rido dan Aisyah yang tidak ada pendamping, namun bagi ke dua insan itu tidak jadi masalah.
"Sayang... " bisik Rido.
"Apa kak...?" tanya Aisyah.
Masih lama ngak sih... kakak sudah bosan" gerutu Rido, dia males sebenarnya di dalam ke ramaian kayak gini, klau boleh memilih dia lebih suka menghabiskan waktu berdua sang istri saja.
"Sabar sebentar lagi selesai kok, paling dua acara lagi, setelah itu selesai" bujuk Aisyah.
Dan benar saja, akhirnya acara itu selesai Aisyah dan Rido pulang ke aparteman.
Rido dan Aisyah adalah ke lulusan terbaik, namun mereka tidak mengambil beasiswa yang di berikan oleh sekolah, karena tempat dan jurusan yang berbeda dengan mereka inginkan.
Saat mereka menuju mobil, ada yang memanggil Rido.
"Do...." panggil seseorang.
Rido menoleh dan melihat orang yang memanggilnya.
Orang itu berjalan ke arah Rido dan tersenyum manis dan menggoda.
"Apa kabar Do..?" tanya perempuan yang sepantaran dengan Rido dan Aisyah.
"Baik... " ucap Rido dingin.
Aisyah melihat cewek cantik yang memanggil sang suami, hatinya bertanya tanya siapa cewek itu.
__ADS_1
"Loe masih ingat gue kan, gue Tia tetangga di apartemen loe dulu, sebelum pindah ke luar kota, kini gue kembali" ucap Tia.
"Ngak kenal dan ngak ingin kenal" acuh Rido dan membawa Aisyah ke dalam mobil.
Tia mengepal kan tangan nya, karena di acuh kan oleh Rido.
"Awas loe, loe harus jadi milik gue" gumam Tia.
"Siapa kak...?" tanya Aisyah.
"Ngak tau..." ucap Rido acuh, memang Rido tidak mengenal perempuan yang sok kenal itu.
Aisyah hanya mengangguk.
"Mau makan apa mau pulang sayang?" tanya Rido.
"Ya sudah kita pulang, kita beli delivery aja klau gitu" putus Rido namun tangan nya sudah bergelantungan sempurna di squisy istrinya dari tadi tangannya sudah gatal ingin memegangnya, akhirnya tercapai juga.
Beruntungnya kaca mobil Rido itu tidak tembus pandang.
Aisyah yang di raba raba sudah mengeluarkan suara merdu.
Tak puas cuma memainkannya Rido kini sudah seperti bayi di sana dan tangan yang satu sudah masuk ke dalam rok istrinya.
"Kak..." panggil Aisyah.
"Hmmm..." jawab Rido yang masih mereguk minumannya.
__ADS_1
"Ini masin di sekolah, takut anak anak ngeliat kita" tegur Aisyah yang sejujurna juga ingin lebih dari itu.
"Ya sudah kita lanjut di rumah" putus Rido sambil merapikan pakaian istrinya.
Rido melajukan mobilnya dengan sedikit ngebut, karena sudah tidak tahan ingin menguasai tubuh sang istri.
"Ngebut amat kak" kekeh Aisyah padahal dia tau apa yang ada di dikira suami mesumnya itu.
"Ncek... pura pura ngak tau lagi" dengus Rido.
Aisyah terkekeh melihat suaminya itu.
"Kak belok ya, Ica mau es cream" tunjuk Aisyah ke sebuah plang restoran cepat saji itu.
Rido mengangguk dan membelokan mobilnya dan lansung memesan tanpa ke luar mobil dan tidak hanya memesan es malah Rido sekalian memesan burger, kentang goreng dan ayam kriuk.
"mau beli apa lagi sayang?" tanya Rido
"sudah ini sudah banyak"
"Yakin sudah, kakak mau bikin kamu berkeringat siang siang gini, siapin tenaga lebih banyak" kekeh Rido.
Aisyah hanya menatap malas suaminya itu, semenjak habis ujian dan ke lulusan, suaminya itu berubah jadi mesum, tiap malam, tiap siang pasti minta jatah preman, kadang habis subuh pun minta olah raga dua ronde.
Bersambung...
Jangan lupa like komen dan vote ya...
__ADS_1
"Terimakasih..."