Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 36


__ADS_3

Pagi menjelang dua anak manusia, yang berstatus suami istri itu sudah terlihat rapi dan wangi.


Mereka keluar dari kamar, niat hati pagi ini Rido ingin mengajak Istri tercinta melihat kebunnya yang hari ini kebetulan akan panen buah buah dan sayur.


Namun langkah mereka terhenti melihat Ayu yang sedang menuang minyak goreng di tangga yang akan mereka lalui, Rido dengan sigap lansung merekam aksi Ayu tersebut, sedangkan Aisyah membakap mulutnya agar tak mengeluarkan suara, melihat aksi jahat Ayu tersebut.


Setelah selesai Ayu menuang minyak goreng di lantai itu dia tersenyum puas.


"Hahaha.... tamat riwatnyamu gadis manja, dan kau Rido akan ku kejar cintamu, klau masih menolak, aku akan buat kau sama persis dengan istri tercintamu itu, menemui ibumu di neraka sana, dan hartamu akan aku kuasai" oceh Ayu.


"Kak, perempuan itu benar benar sudah gila" ucap Aisyah dengan tubuh yang bergetar.


Rido lansung menarik tubuh kecil sang istri ke dalam pelukannya.


"Tenang sayang, jangan takut ada abang di sini, yaeng akan menjagamu, tidak akan abang biarkan siapapun menyakitimu" ucap Rido sambil memeluk sang istri yang ketakutan dan mencium puncak kepala Aisyah bertubi tubi, mereka masuk lagi ke dalam kamar.


Rido menghubungi orang orang kepercayaannya yang berada di kampung itu.

__ADS_1


Setelah orang orang ke percayaannya datang, Rido membawa Aisyah turun ke bawah dengan hati hati agar tidak menginjak minyak yang ada di lantai itu.


"Ada apa Den, mengumpulkan kami di sini?" tanya Pak udin.


"Sebelumnya yang minta maaf dan tolong panggil Ayu dan Bu Sari bik" ucap Rido kepada seluruh orang yang ada di sana.


Gegas Bi Tuti memanggil dua wanita lacknat itu.


"Ada apa den manggil kami?" tanya Bi Sari.


"Kamu, apa yang kamu lakukan di lantai tangga?" ucap Rido menunjuk Ayu.


"Benarkah kalian tidak melakukan apa apa?" tanya Rido dengan tegas.


"Benar kami tidak melakukan apa apa?!" ucap Ayu yakin.


"Baiklah klau kalian tidak mengaku, biar ini yang membuktikannya?!" ucap Rido menyalakan tv dan sudah tersambung dengan hpnya, dan memperlihatkan rekaman pembicaraan Ayu dan ibunya, dan melihat apa yang telah mereka lakukan di rumah itu.

__ADS_1


Tentu saja Ayu dan Ibunya kaget dan marah, aksinya bukanya berhasil malah ketahuan dan di rekam pula tak lupa banyak orang yang melihat itu, membuat namanya semakin hancur, padahal selama ini dia menjaga nama baiknya, agar selalu di perhatikan orang, dan terlihat orang baik baik.


"Apa apaan kamu, kenapa sangat lancang merekam orang, tidak sopan kamu!" marah Bu sari.


"Kenapa Ibu yang jadi marah, seharusnya saya yang marah. Ibu sudah berbuat jahat di rumah saya dan ingin mencelakai istri saya?!" ucap Rido.


"Hehhh... Anak ingusan jangan sok ngajarin saya kamu, klau kamu ngak suka ngomong saja kamu!" omel Bi sari dengan tidak tau dirinya.


"Karena saya ngak ingin Ibu bertindak lebih jauh lagi, dan mengingat Bibi juga tua dari saya dan bekerja di sini sudah lumayan lama jadi saya hanya memecat bibi dan jangan pernah menginjakan kaki Bibi dan anak Bibi di rumah saya lagi!" ucap Rido.


"Ngak bisa gitu dong, asal main pecat pecat aja kamu. kamu ngak ada hak di sini, kamu itu cuma anak ingusan sana kemarin sore, jadi ngak usah sok sok an, mau pecat pecat saya dan anak saya, kamu ngak ada hak di sini!" marah Bu Sari tak tau diri.


Rido terkekeh dengan ucapan Bi Sari itu dan yang lain hanya bisa geleng geleng kepala dengan kelakuan Bi sari itu.


"Tentu saja saya bisa memecat Bibi, rumah ini milik saya dan yang mau bibi celakai istri saya, jadi bibi keluar dengan baik baik dari sini atau bibi saya loporkan kepada polisi!" ancam Rido.


Tentu saja Bi sari dan Ayu ketakutan, kalau mereka di laporkan ke polisi dan mereka akan di penjara, mana mau mereka.

__ADS_1


Baiklah kami akan keluar, namu Ayu lansung menyerang Aisyah, dengan sigap Rido melindungi sang istri jadi lah Ayu yang jatuh kepalanya mengenai meja dan mengeluarkan darah segar.


Bersambung..


__ADS_2