
Ahemmm.... hemmmm....
"Apa kalian akan menjadikan abang obat nyamuk di sini!" dengus Kevin.
"Eh... maaf bang... aku fikir tadi patung, ternyata manusia" kekeh Rido, meledek sang abang, Kevin hanya mendengus kesel mendengar ucapan adik kurang akhlak itu.
Aisyah wajahnya sudah memerah karena malu, kepergok mesra mesraan oleh abang iparnya.
"Ayo... makan, nanti mesra mesraan lagi, tunggu abang selesai makan, habis itu terserah kalian" oceh Kevin.
"Makanya cari pacar bang, masa wajah tampan, hidup mapan, tapi masih jomblo, kalah noh... sama security!" tunjuk Rido ke seorang security yang sedang di suapi oleh seseorang entah itu istri atau pacarnya Rido tidak tau.
"Yaaa... kenapa kau usil sekali" kesal Kevin.
Rido hanya terkekeh dan mengangkat bahu acuh, lalu menyuap makanan ke dalam mulutnya.
Aisyah hanya tersenyum manis, melihat suami dan abang iparnya itu.
Lalu mereka makan dalam diam, sesekali Rido menyuapi sang istri, itu di lihat oleh kevin.
__ADS_1
Kevin tersenyum dan bersyukur, semoga kehidupan sang adik selalu baik baik saja, sudah cukup adiknya itu menderita selama ini.
Selesai makan mereka kembali bercerita ini dan itu, tak mengenal waktu.
Sampai percakapan mereka di hentikan oleh panggilan telepon dari Hp Kevin, di minta kembali ke rumah sakit, karena ada pasien gawat darurat.
"Ya sudah... abang ke rumah sakit dulu, sudah ada panggalan" ucap Kevin dengan berat hati, karena baru kali ini, dia dan adiknya bisa bicara kesana kesini dan bercanda ria seperti sekarang ini.
"Iya bang... makasih traktirannya, sekali kali main ke Cafe aku di jalan xx Cafe R&A" ucap Rido.
"Haaa... itu Cafe kamu dek!" kaget kevin, dia cukup tau Cafe tersebut, karena Cafe tersebut cukup viral di kalangan dokter dan perawat, mereka suka memesan makanan di sana saat ada acara di rumah sakit.
"Luar biasa kamu dek?!" kevin menepuk bangga sang adik.
"Ya udah abang ke rumah sakit gih... sudah di tunggu pasien itu!" usir Rido.
"Iya iya.... Asiyah ambil jurusan ke dokternya aja, biar bisa bantu abang di rumah sakit ya?!' bujuk Kevin.
"Iya kak, In Sha Allah" ucap Aisyah tersenyum.
__ADS_1
"Jangan takut soal biaya, ada abang, hubungi aja abang nanti abang tranfer" ucap Kevin sungguh sungguh.
"Heiii.... aku masih mampu biayain istri akua!" dengus Rido.
"Iya iya... abang tau, klau adik abang ini, pengusaha sukses, walau masih muda banget, abang saja kalah, harus nunggu warisan dulu baru bisa berada di atas ngak kaya kamu, bisa usaha dengan tangan sendiri tampa dukungan siapa pun, abang salut sama kamu" bangga Kevin.
"Ncek... aku juga meneruskan peninggalan Bunda dan kakek aku" dengus Rido.
"Tetap saja, kamu bisa buka usaha lain selain yang usah peninggalan bunda, adek abang emang the best" celetuk Kevin dan berlalu pergi terburu buru dari sana.
Rido hanya menggelengkan kepalanya melihat abangnya itu pergi terburu buru, Rido mengulas senyum di bibirnya terlihat dia saat ini sangat bahagia, Aisyah hanya membiarkan sang suami. dia tidak ingin mengganggu kebahagian sang suami.
Tidak jauh dari sana, ada sepasang mata, begitu intens melihat kebersamaan Rido dan Kevin tadi.
Ternyata benar kata bang Kevin, Rido anak yang baik, kami saja yang terlalu jahat sama anak itu.
Benar juga kata abang, dia juga lebih menderita dari kami, dia sendiri sedangkan kami bisa hidup bahagia bersama dengan keluarga lengkap, kemana aku selama ini, dengan tega membiarkan anak malang itu sendiri dan lebih memilih mendengarkan cerita mama yang belum tentu semuanya benar" gumam Sindi di meja yang agak jauh dari Rido namun dia bisa melihat Rido dan Aisyah dengan jelas dari sana.
Bersambung...
__ADS_1