Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 52


__ADS_3

"Mau pesan apa kalian...?" Rido.


"Gue Ayam bakar sama minum jus lemon aja deh" Tio.


"Gue cumi Saus padang sama Jus lemon" Ganen.


"Gue Udang saus manis sama jus lemon" Rara.


"Aku terserah kamu aja deh Do?!" ucap Novi yang tidak berhenti menggoda.


"Ngak ada menu terserah di sini, loe mau makan pesan, klau ngak diam aja di bangku loe" sinis Rido dan di tatap jengah sama teman temannya.


"Kamu apa sayang?!" ucap Rido mesra kepada sang istri.


"Aku mau udang saus padang, capcai sama minum jus lemon" cengir Aisyah.


"Ok..." ucap Rido.


"Loh, kakak ngak pesan?" tanya Aisyah.


"Kakak pesan sama kayak kamu aja sayang?!" ucap Rido sambil membelai kepala Aisyah.


"Aku ngak di pesanin Do?" tanya Novi kecewa.


"Loe kan, ngak nyebut pesanan loe, ya gue anggap loe ngak makan" ucap Rido santai, tampa perduli muka cemberut Novi.


"Kan Aku minta kamu yang pilihin Do" rengek Novi.

__ADS_1


"Heh...! manusia kurang akhlak, loe ngak usah kebanyakan drama deh, ngak mempan sama Rido" bentak Tio.


"Tau... ngak tau diri banget loe, klau bukan karena Aisyah loe ngak akan bisa makan enak dan suka kemana mana" omel Ganen.


"Vi loe klau mau cari gara gara mulu, ngak usah ikut kita lagi, males gue lihat tampang pelalor loe!" sarkas Rara.


Aisyah diam saja, dia masih mengamati, kelakuan Novi itu.


"Ncek... kalian kenapa sih, selalu bela bela Aisyah sih, di kasih upah berapa kalian, sampai nurut banget sama dia" dumel Novi.


"Kami ngak usah dapat bayaran, setia kawan yang kami butuh kan, bukan tukang tikung kayak loe!" sarkas Tio.


"Tau jijik banget gue lihat dia, bearti gue selama ini ngak salah nilai dong ya, klau loe berteman sama Aisyah tidak tulus, ada yang loe incar rupanya!" tebak Ganen.


"Sudah sudah, sekarang kita makan, ngak usah ribut, biarin aja dia!" lerai Aisyah.


"Ya udah gue pergi, males gue makan bareng kalian!" marah Novi dan beranjak meninggalkan tempat itu.


Namun tidak ada satu pun, teman temannya yang perduli, mereka malah asik bercanda sambil makan.


"Sial kenapa ngak ada sih... yang manggil gue, mereka malah asik makan, tanpa mikirin gue" kesal Novi.


Tak lama senyum nya mengembang saat terdengar suara Rido memanggil Novi.


"Vi..." teriak Rido.


"Tuh kan, loe pasti suka sama gue, makanya loe manggil gue" gumam Novi dengan pd nya.

__ADS_1


"Apa Do, aku yakin kok, klau kamu pasti manggil aku, secara mana tega kamu melihat aku ngak makan" ucap Novi dengan suara di buat merdu sekali.


Membuat teman temannya ingin muntah, dengan kelakuan Novi itu.


"Jangan ge er dulu Nona, gue manggil loe bukan gue perduli sama loe" sarkas Rido.


"Sudahlah Do, ngak usah malu deh, buat ngakuin itu, mentang mentang kamu sama Aisyah?!" ucap Novi yang tidak tau malu itu.


"Nce... ke ge eran loe" omel Tio.


"Apa sih loe yo, ngak usah ikut campur deh, ini tentang gue sama Rido, loe ngak usah ikut campur" oceh Novi melihat malas ke arah Tio.


Teman temanya hanya geleng geleng kepala melihat ke lakukan Novi itu.


"Gue manggil loe, bukan karena perduli sama loe, tapi gara gara itu, tunjuk Rido ke tas Novi, kita kita ngak mau repot bawa tas loe!" sarkas Rido.


Membuat senyum manis Novi memudar dan berganti dengan wajah kesalnya. Novi lansung menyambar tasnya dan pergi dari sana dengan muka kesal.


"Sialan, ngeselin banget sih mereka, dasar bikin malu gue aja" gerutu Novi sambil berjalan.


Teman temannya tertawa lepas melihat wajah kesal Novi itu.


Bersambung...


Haiii... jangan lupa like komen dan vote ya..


"Terimakasih..."

__ADS_1


__ADS_2