
"Kak... Bu Sandra gimana kabarnya?" tanya Aisyah saat mereka berada di meja makan, Aisyah sedang menikmati sup daging permintaanya tadi.
"Ibu sudah sampai di kediaman sementaranya, dia juga sudah mendapatkan perawatan dari dokter yang kakak mintai tolong?" ucap Rido, dia akan berkata jujur kepada sang istri, filing Rido Bu Sandra memanglah ibu kandung dari Aisyah, melihat dari banyak ciri ciri yang di kasih tau bu Sandra, dan tingkah Aisyah yang cepat akrab dengan orang baru, di tambah, mata Aisyah mirip dengan mata Bu Sandra.
"Syukurlah..." ucap Aisyah lega, namun dia seperti memikirkan sesuatu, Rido yang melihat sang istri terdiam dan tidak melanjutkan makannya membuat dia bingung dan memegang lembut tangan sang istri.
"Kenapa hmm... mikirin apa istri cantik kakak ini hmmm...?" tanya lembut Rido kepada sang istri.
"Kak...?" panggil Aisyah sedikit ragu, meminta sesuatu kepada suaminya itu.
"Apa sayang? ada apa hmm... kata kan saja, klau ada yang ingin Ica sampaikan?" ucap Rido lembut membelai pipi istri cantiknya itu.
"Seandainya bu Sandra Mama Ica, gimana?" tanya Aisyah sedikit takut.
__ADS_1
"Ya ngak gimana giman... bagus dong...?!" jawab Rido enteng.
"Tapi, nanti Mama tinggal sama kita kan?" tanya Aisyah dengan mata yang berkaca kaca.
"Tentu saja klau bu Sandra mama kandung Ica, akan tinggal di sini sama kita sayang, memang mama mau tinggal di mana lagi, klau bukan sama kita" jawab Rido enteng, dia tau sang istri juga merindu kan kasih sayang seorang ibu, begitu pun dengan dirinya.
"Makasih kak.." ucap Aisyah senang dan melabuhkan kecupan manis di pipi Rido, Rido yang mendapatkan serangan mendadak dari sang istri malah tersenyum lebar.
"Jangan mengadi ngadi kau teman laknat, jangan bikin jiwa jomblo gue semakin meronta ronta, dan jangan bikin pasangan baru itu ikutan khilaf" omel Tio yang menatap jangan sama pasang kurang akhlak itu.
Dari cuma kising kising bisa merembet kemana mana, dia yang apes, kan ngeselin pikir Tio.
Aisyah dan Rido hanya terkekeh mendengar omelan sahabatnya itu.
__ADS_1
"Makanya cari pacar yang benar trus halalin biar bisa *** ***" kekeh Rido.
"He... markonah loe mah ngomong mah enak, emang anak orang mau gue empanin sama cinta doang" sungut Tio.
Tio bukan tidak ingin berpacaran, mempunyai kekasih seperti teman temannya, namun tujuannya kuliah untuk merubah hidupnya dan orang tuanya, Tio punya keinginan akan menyekolah kan adik adiknya dulu dan merenofasi rumah orang tuanya, dia sadar diri terlahir dari orang tua kurang mampu dan banyak saudara.
Dia tidak ingin seperti dua saudaranya yang memikirkan diri sendiri, bukan mengurangi beban orang tua, malah mereka ikut menambah beban orang tua, tinggal bersama istri dan anak anak mereka di rumah yang sudah sempit, semangkin sempit dengan keberadaan mereka.
Tio kuliah di sini juga bantuan dari Rido, makanya dia bekerja lebih gesit dari ganen yang memang terlahir dari orang berada, Rara juga sama, cuma nasibnya kurang beruntung orang tuanya bercerai Rara terabaikan tidak ada yang mau membawa Rara dengan ikhlas, terbukti dengan cara basa basi ke dua orang tuanya bersama pasangan masing masing, Rara sadar mereka tidak mau di usik dengan keberadaan Rara, jadilah Rara memilih ikut kuliah di kota ini, selama kuliah belum sekali pun orang tuanya menanyai kabar Rara, yang dia tau hanya mengirimkan uang bulanan yang tidak seberapa, tidak perduli itu cukup atau tidak, mereka masa bodo, tidak pernah bertanya Rara sehat atau sakit, mereka sibuk dengan keluarga masing masing.
Beruntung mereka mempunyai Rido dan Aisyah, karena kebersamaan mereka dari masa SMA, jadi Rido yang dasar sudah kaya dari lahir, lelaki kesepian mendapat istri dan teman yang tulus, asal temannya mau berada bersama dia, tidak masalah bagi Rido teman temanya itu tinggal bersama di rumahnya, bahkan biaya kuliah teman temannya Rido bayarin, asal satu bagi Rido, jangan munafik dan jangan pernah usik istri cantiknya, wanita kesayangannya, begitu pun Aisyah wanita cantik itu tak masalah banyak orang di rumah itu, dia malah bersyukur banyak teman teman mengelilinginya.
Bersambung...
__ADS_1