Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 71


__ADS_3

"Hadeeehhhh.... susah susah semua, bikin otak ngebul" keluh Tio.


"Makanya belajar, bukan pacaran mulu!" oceh Rara.


"Belajar kok gue, cuma ngak nyangkut" kekeh Tio.


"Dasar otak udang!" omel Rara.


"Loh... kok otak udang sih, kan klau udang isinya tai semua" omel Tio.


"Lah emang..." ucap Rara.


"Mana ada isi kepala gue tai semua" sungut Tio.


"Isi otak loe mesum semua, yang jorok jorok nyakut semua di otak loe, klau pelajaran mah lewat, apa itu bukan otak udah" kekeh Rara.


"Rara... sialan loe ya, awas loe, klau dapat gue hajar loe" teriak Tio kesal, karena orang yang dia keselin pun sudah kabur, yang ada dia hanya bisanya menendang angin.


"Sialan tuh anak, ngatain otak gue otak udang" ucap Tio bersungut sungut kesal.


Teman temannya terkekeh melihat pertengkaran dua sahabat itu, yang tidak pernah habis, ada saja yang jadi bahan berantam, klau ngak Tio yang mulai, ya Rara yang duluan.


"Kalian kenapa ketawa, senang gue di katain sama si upil itu!" kesal Tio melihat sahabatnya yang cekikikan.


"Lah emang bener apa yang di bilang Rara" ucap Ganen.


"Tau ah... kalian sama aja semuanya!" kesal Tio berlalu dari sana meninggalkan teman temannya.


"Dih... sensi" Ledek Ganen.

__ADS_1


Mereka berjalan santai menuju kantin sekolah, untuk mengisi perut yang sudah meronta ronta minta makan.


"Baru juga berantem sekang duduk dua duaan kayak ngak ada masalah" kekeh Aisyah.


Ya begitu lah, Tio dan Rara mereka berantem ngak akan masuk ke hati dan juga ngak akan lama, ini buktinya belum juga sepuluh menit udah baikan lagi.


"Woiii... buruan lelet amat kalian, lapar nih!" kesal Tio, meneriakin teman temannya yang berjalan santai ke dalam kantin, padahal perutnya sudan tidak sabar untuk di isi.


"Cerewet loe... ngalahin mak mak rempong" omel ganen.


"Tau habis makan toa mesjid kali, makanya suaranya melengking" Seru Aisyah.


"Dih si Aisyah sudah bisa jutek sekarang, siapa yang ngajarin" ledek Tio.


"Kalian berdua yang ngajarin bini gue jutek, lama lama dekat kalian lama lama bini gue kena virus" saut Rido.


"Sudah sudah mau makan apa mau ribut" lerai Ganen yang masih waras.


"MAKAN...." serempak mereka.


"Ya sudah pesan sana, malah masih berantem, emang kenyang, yang ada bentar lagi bel bunyi" omel Ganen panjang lebar


"Dih... si emak... lagi ngomel" celetuk Rara.


"Pesan makanan apa mau ke kelas" tegas Rido, baru deh, klau sudah pawang yang ambil alih baru nurut.


"Aku soto sama jus mangga" celetuk Aisyah buru buru.


Rido terkekeh melihat sang istri.

__ADS_1


"Ya sudah samain aja semuanya" pungkas Ganen.


"Wokeh... tak pesan dulu, Ra loe pesan minum gih, biar cepat" ucap Tio sambil beranjak dari duduknya dan di ikuti oleh Rara di belakang untuk memesan minuman.


Tak lama menunggu makanan datang, mereka makan dalam diam.


Hanya Rido sesekali memperhatikan sang istri.


Selasa makan mereka masih bisa duduk santai di kantin karena masih ada waktu.


"Do Loe liburan kemana?" tanya Ganen.


"Kekampung" jawab Asiyah buru buru.


"Ncek di tanya siapa, yang nyaut siapa?!" oceh Tio.


"Kan sama aja, kakak kan ngikutin aku, ya ngak kak?" tanya Ayah melihat sang suami.


"Iya..." ucap Rido lembut dan membelai kepala Aisyah.


"Ncek... sesekali bilang ngak kek Do, iya mulu" omel Tio sewot.


"Dih... emang iya kami mau ke kampung, gue sudah ngomong jauh jauh hari lagi sama bini gue, gue ada kerjaan di sana, dan Aisyah juga kangen sama kan Andin" ucap Rido yang memang adanya.


Aisyah hanya mencibir melihat Tio.


"Ke kelas yuk... bentar lagi bel nih" ajak Rara.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2