Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 78


__ADS_3

"Kak....kita mau kemana?" tanya Aisyah sambil memandang Rido.


"Tadinya Kakak mau ajak adek kemping di bogor sayang, tapi pikiran kakak lagi kacau, kakak takut nyetir jauh jauh, jadi kakak ajak ke danau yang ada kemahnya aja, dan kita nginap di sana" ucap Rido tersenyum sendu kepada sang istri.


"Klau gitu kita pulang aja ya, itu apartemen sudah dekat, nanti nanti aja kita perginya?!" tawar Aisyah, dia tidak ingin terjadi sesuatu hal yang buruk kepada mereka.


Rido memandang sang istri dengan senyum manisnya.


"Apa ngak apa apa sayang? Kakak sudah janji" tanya Rido.


"Tidak apa, kita di rumah saja, kita nonton film kan ada film bagus malam ini" ucap Aisyah.


"Baiklah.... kita pulang saja, dan kita nonton sampai pagi ya?!"ucap Rido tersenyum kepada sang istri, sungguh dia begitu beruntung mendapatkan istri cantiknya ini, tidak pernah mau memaksakan ke hendaknya, dan selalu tau kondisi, seandainya bukan Aisyah istrinya entahlah dia juga tidak akan tau nasibnya.


"Tapi kita beli makan dulu ya, sama beli snack juga, persedian di rumah sudah habis sayang" ucap Rido.


"Wokeh..." jawab Aisyah semangat.


Tangan Rido lansung terulur mengelus rambut sang istri.


"Mau makan apa sayang?"


"Hmmm.... pecel lele yang dekat itu saja kak, yang di samping supermarket sana" tunjuk Aisyah.


"Baiklah...."

__ADS_1


Rido membelokan mobilnya di sebuah parkiran mini market.


"Nitip ya bang, kami mau ke sana dulu" ucap Rido sopan ke pada petugas parkir.


"Siap..." petugas parkir.


Rido dan Aisyah berjalan bergandengan tangan di pinggir jalan menuju tenda pecel lele yang tidak jauh dari mini market.


"Eh... si aden sama si neng, udah lama nih ngak ke sini" ucap pedagang.


"Hehehe... Iya bang, biasa lagi banyak tugas, jadi males keluar" jawab Rido.


"Oohhh... iya den, ini mau pesan apa nih?" pedagang.


"Mau nasi udak dua, pecel lele dua, tahu, tempe sama terong, trus minumnya lemon panas sama mineral water " ucap Rido membeberkan pesanannya.


"Ngak deh kak, mau beli martabak di depan mini market tadi aja" jawab Aisyah.


Rido mengangguk.


"Lagi apa sih, Kakak ngomong ngak di liatin sih" omel Rido.


"Ini lagi main game" cengenges Aisyah.


Rido hanya menggeleng dan mengusap lembut rambut Aisyah.

__ADS_1


"Pesanan datang... silahkan di nikmati" ucap si penjual pecel lele.


"Siap bang" kekeh Rido.


Aisyah dan Rido lansung melahap makanan yang di hidangkan di depannya, apa lagi mereka habis menguras emosi.


"Adek mau tambah?" Rido.


"Kanapa? Kakak mau tambah..?" tanya Aisyah.


"Hmmm... angguk Rido karena mulutnya penuh dengan nasi.


"Tambah aja, nanti Ica minta sedikit, mau pesan lagi, takut nanti martabak ngak kebagian tempat" kekeh Aisyah.


Tentu saja Aldi terbahak mendengar penuturan sang istri, niat banget dia mau beli martabak, dan sengaja ninggalin ruang kosong di perutnya.


Dan Rido paham itu, dan dia sangat tau, biasanya istri cantiknya itu kalau makan pecel lele di sini pasti nambah, lah ini perkara martabak malah ngak mau nambah, padahal mah martabak di bungkus dan di bawa pulang, nyampe rumah pasti sudah lapar lagi.


"Ya sudah, kakak aja yang pesan" putus Rido.


"Bang, nambah satu tapi agak di banyakin sama lele dua lagi" Rido.


"Siap den"


Aisyah yang katanya takut martabak ngak ke bagian tempat di perutnya itu, malah dia yang paling banyak menghabiskan nasi tambahan yang di pesan Rido. Rido hanya terkekeh melihat tingkah Aisyah.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa like komen dan Vote ya...


__ADS_2