Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 101


__ADS_3

"Sudah rapi sayang?!" Rido melihat sang istri yang sudah berpita warna warni di rambutnya dan memakai stelan hitam putih.


Karena hari ini adalah hari pertama mereka masuk kuliah, Rido juga sama memakai stelan hitam putih.


"Sudah..." jawab Aisyah dengan senyum manisnya.


"Sayang...." panggil Rido serak melihat wajah imut sang istri yang seperti ingin dia terkam pagi ini, klau tidak ingat hari ini, hari pertama mereka kuliah.


"Jangan macam macam Kakak..." omel Aisyah yang sudah tau otak mesumnya.


"Ncek.... boleh ngak sih... di kurung aja di dalam kamar" keluh Rido.


"Ncek... Ayo... keluar, ngak aman klau di kamar" ketus Aisyah.


Lebih baik dia cari jalan aman dari pada terlambat di hari pertama masuk kuliah, suami Aisyah itu memang benar benar tingkat kemesumannya di atas rata rata, dan untungnya hanya mesum sama Aisyah saja.


Rido melihat istri cantiknya kabur menghindari dirinya lansung terkekeh.


"Ya ampun.... Ca loe di dandani kek apa juga tetap cakep, heran gue" keluh Rara.


"Lebay... loe" dengus Aisyah.


"Ya elah kagak percayaan amat sih... Loe, no... lihat mata makhluk dua aja tidak berkedip melihat loe" dengus Rara.

__ADS_1


"Gue colok mata kalian!!" omel Rido melihat dua sahabatnya menatap kagum sang istri.


"Ncek... jangan salahin kami, salahin Aisyah... siapa suruh selalu cantik, di apain aja tetap cantik, mubazirkan di depan mata di anggurin" kekeh Rido.


Puk..


Satu bantal sofa mendarat sempurna di kepala Tio.


Ganen sama yang lain hanya terkekeh melihat itu.


"Yuk... sarapan dulu!" ajak Aisyah menengahi suami dan sahabatnya itu.


Aisyah lansung menggandeng tangan Rido dan memberikan ciuman di pipi suami tampannya itu.


Rido lansung tersenyum lembut sama Aisyah dan mendaratkan satu kecupan di bibir Aisyah tanpa dosa, dan tampa bersalah dengan sahabat mereka yang ada di sana.


"Yaa.... kalian ini...!" kesal Rara.


"Ya Allah... semoga bisa lansung dapat pacar, Aamiin..." Tio lansung berdoa agar di kampus lansung punya pacar agar tidak terzolimi lagi sama Rido.


Puk...


"Ya ampun... Ra, loe kenapa sih... suka banget mukul gue!" kesal Tio.

__ADS_1


"Otak loe, jangan ketularan mesum kayak si Rido, lagian Rido mesum juga sama bininya, loe mau mesumin anak orang nikahin dulu!" kesal Rara.


"Ya ampun Ra... ngak akan gue apa apain paling cuma gue ajak silat lidah doang sama ***** ***** dikit" kekeh Tio tanpa dosa.


"Sama aja bege...!!" kesal Rara.


"Ini nih... gara gara si Rido yang suka sosor sosor depan kita, jadinya otak mereka tercemari" dumel Rara.


"Diihh... ngapain salahin gue, lah gue lakuin sama pasangan halal, klau mereka mau, ya nikah aja" jawab Rido tanpa beban.


"Mau gue kasih makan apa anak orang ege... emang cukup pakai cinta doang" dengus Ganen.


"Makanya yang rajin kerja sama kuliah biar cepat nikahin si Rara..." kekeh Rido.


"Anjrit... kenapa jadi bawa bawa gue" kesal Rara.


"Ya kali loe mau sama Ganen, kan sudah ngak harus kenalan lagi, udah tau baik buruk ganen, walaupun belum tau dalamnya Ganen seenggaknya loe sudah tau luarnya Ganen" ucap Rido sambil terkekeh.


"Astaga Ca... laki loe, kenapa jadi gini dah, perasaan dulu diam banget, sekarang... Ya Allah..." kesal Rara frustasi.


Teman temannya terpingkal melihat Rara yang stres gara gara Rido.


"Sudah sudah sarapan yuk... telat loh nanti" ajak Aisyah yang kasihan melihat Rara.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2