
"Aduhhh... sakit bu.... huu..." jerit Ayu.
"Apa yang kau lakukan sialan!" maki Bi Sari melihat Ayu tersungkur dan mengeluarkan darah dar jidatnya.
"Apa Bibi tidak lihat, klau anak bibi ingin mencelakai istri saya, saya hanya ingin melindungi istri saya" ucap Rido tenang.
"Dasar kamu ya, anak sialan ngak pernah di didik, kamu harus tanggung jawab untuk anak saya!" teriak bi Sari.
"Saya akan bertanggung jawab untuk membiayai luka anak Bibi, sebenarnya itu bukan salah saya" ucap Rido.
"Saya ngak mau hanya pengobatan luka saja" ucap Bi sari yanhmg sudah ada rencana licik di kepalanya.
"Lalu Bibi mau apa?" tanya Rido.
"Saya mau kamu memberikan rumah dan seluruh kekayaan kamu kepada saya, klau tidak saya akan melaporkan kamu ke polisi, mati membusuklah kamu di penjara!?" ucap Bi Sari dengan pd nya
Orang orang yang di sana geregetan dengan ulah Bi Sari itu.
"Kamu ngak salah, gara gara luka cuman sedikit itu minta harta orang?' oceh mang udin.
"Diam kamu, ngak usah ikut campur!" marah Bi Sari.
"Dasar sinting, permintaan ngak masuk akal" oceh pak Karto.
"Saya tidak akan memberikan apa pun sama Bibi, klau Bibi ngak mau keluar baik baik, saya akan telepon polisi" ucap Rido.
"Saya ngak takut, telepon saja?!" tantang Bi Sari.
Akhirnya Rido menelpon polisi, sudah malas meladenin Bi Sari yang keras kepala itu.
Tak lama polisi datang, menangkap Bi Sari dan ayu, mereka memberontak dan tidak terima di perlakukan seperti itu, mereka menganggap itu semua tidak adil dan mereka merasa tidak bersalah, namun bukti bukti sangat kuat dan ada saksi mata di sana.
__ADS_1
Huuufff....
"Akhirnya selesai juga semua nya" gumam Rido, dan yang lain ikut lega melihat Rido dan Aisyah baik baik saja.
"Pak boleh saya minta tolong?" tanya Rido
"Minta tolong apa Den?" tanya pak udin.
"Cariin orang yang bisa jaga, bersih bersih rumah ini pak, dan yang bisa merawat kebun di rumah ini, klau mereka selesai kerja di rumah, mereka bisa ikut bantu bantu kerja di kebun atau di peternakan" ucap Rido.
"Mau yang nginap apa gimana Den?" tanya pak Udin.
"Klau mau yang nginap boleh, pavilium belakang kosong kok, bisa di tempati sama satu keluarga"ucap pak Udin.
"Ada Den anak bapak, baru abis nikah, mau ke kota lagi cari kerja, cuma belom ada modal, sementara mereka masih tinggal di rumah bapak?!" ucap Pak Udin tidak enak hati, takut memanfaatkan situasi, namun bagai mana lagi dia juga butuh buat anaknya dan menantunya itu.
"Boleh Pak, yang penting amanah dan tidak membuat ulah seperti yang tadi ucap Rido.
Sore menjelang, anak Pak Udin datang kerumah Rido dan membawa sang istri.
Tok...
Tok...
Tok..
Assalamualaikum....
Wa'alaikumsalam....
Sahut dari dalam, Rido membuka pintu rumahnya.
__ADS_1
"Loh... kak Andin kak Farhan kok ada di sini?" tanya Aisyah dari belakang, yang terkejut dengan ke datangan teman di tempat dia tinggal di rumah Ibu angkatnya dulu.
"Aisyah...." teriak mereka berdua.
"Kalian saling kenal" tanya Rido.
"Iya Kak, mereka tetangga aku dulu waktu tinggal di rumah Ibu angkatku" jawab Aisyah jujur.
"Oohh... klau gitu mari masuk, ngobrol di dalam" ajak Rido.
"Kok, Kakak ada di kampung ini?" tanya Aisyah.
"Kakak di usir sama orang tua kaka, soalnya kaka mau di jodohkan sama pak bondan, kaka menolaknya, kan kamu tau klau kami sudah pacaran lama, lagian Pak Bondan sudah Istri tiga, bisa mati kaka di bunuh sam istrinya" ucap Andin.
"Trus... kalian kabur ke sini?" tanya Aisyah lagi.
"Sebenarnya bukan kabur sih, tepatnya abang pulang kampung Pak Udin itu orang tua Abang, jadi Abang pulang ke sini sekalian minta di nikahkan sama Andin di sini?!" ucap Farhan.
"Ooo jadi Abang anaknya Pak Udin?" tanya Aisyah.
"Iya..."
Klau gitu abang saya terima kerja di sini, dan tinggal di pavilium belakang aja?!" ucap Rido.
"Benarkah...? kami di terima kerja di sini?!" ucap Andin dan Farhan bahagia, setidaknya mereka tidak membebani orangtua Farhan lagi, sudah satu bulan mereka tinggal di sana dan si sindir terus oleh kaka iparnya membuat Andin tak betah.
Bersambung...
Haii... jangan lupa like komen dan Vote ya.
Tidaka apa apa novel ini belum bisa di kontrak, namun masih ada yang membaca dan selalu ada yang meminta up terus, itu sudah menjadi kepuasan sendiri buat outhor, karena tulisan outhor selalu di tunggu dan di minta up terus, outhor jadi semangat buat menghalu.
__ADS_1
"Terimakasih buat rayder yang selalu minta di up terus, outhor jadi senang.