Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 106


__ADS_3

"Mari nak... kita masuk semua orang menunggu di dalam" ucap Pak Sandi membawa Aisyah ke dalam rumah tersebut.


"Namun Rido masih memindai rumah itu, walaupun tidak terlihat.


"Ahh... baik lah.." ucap Aisyah, dia memegang tangan Rido dengan erat, tak ingin lepas dari sang suami.


Rido yang masih melihat sekeliling, merasakan tangannya di genggam erat sama sang istri lansung menoleh.


"Tidak akan terjadi apa apa, tenang lah... ada abang, jangan takut h..." ucap Rido menenangkan hati istrinya.


"Aku aku ngak mau tinggal di sini, walaupun itu kenyataan aku anak mereka, aku hanya mau sama kaka" lirih Asiyah.


Hati Rido seketika menghangat, mendengar pengakuan sang istri, kejujurnya Rido juga takut istrinya itu akan memilih keluarga barunya dari pada Rido.


"Itu tidak akan terjadi sayang, kamu milik Kakak, kamu istri kakak, kakak akan mempertahankan kamu di sisi kakak apa pun yang terjadi" Rido lansung tersenyum lega, dia yakin suaminya tidak akan meninggalkan nya di tempat ini sendirian.


"Baik lah... mari kita masuk" ajak Aisyah dengan tangan terus menggenggam tangan Rido dengan erat.


Assalamualaikum....

__ADS_1


Pak Sandi, Asiyah dan Rido memberi salam, saat masuk kedalam rumah itu.


Waalaikum salam....


Sahut dari dalam berbarengan, ternya memang sudah banyak orang di dalam sana menunggu ke datangan Aisyah.


"Ya ampun... ternyata kamu benar benar mirip Mira sayang..." seorang wanita mendekati Aisyah dengan mata berkaca kaca.


Aisyah lansung menempel pada Rido, Rido tau istrinya ketakutan lansung mengelus punggung sang istri, agar Aisyah tenang.


Melihat Aisyah yang ketakutan, perempuan itu lansung mundur.


Mata semua orang di ruangan itu memandang aisyah dengan berbagai arti, membuat Aisyah gerogi.


"Jangan membuat dia takut, kak.." ucap Pak Sandi, menegur mungkin dia adalah kakak dari Pak sandi.


"Mari duduk Asiyah Rido" Pak Sandi mempersilah kan Aisyah dan Rido untuk duduk.


"Duduk sayang..." Rido menarik Aisyah untuk duduk.

__ADS_1


Pak Sandi tak ingin berlama lama, dia tau Aisyah tidak nyaman, jadi pak Sandi lansung bicara pada intinya.


"Kenalkan Keluarga kami Asiyah, Rido" pak Sandi memperkenalkan satu persatu keluarga di sana.


"Ini kak Santi, mamanya Amira, itu anaknya, mirip bukan dengan kamu.." ucap Pak Sandi mengenalkan orang di sana.


Memang Amira mirip banget sam Aisya, yang membedakan Aisyah dan Amira, Aisyah kalem dan terlihat sedikit manja, dan Amira **** dan yang Aisyah lihat agak sombong dari cara dia melihat Aisyah sepertinya Amira tidak menyukainya.


"Ini papa Amira, kakek, nenek dan tante Amira, ini sepupu Amira, Amira punya abang tapi masih kuliah di luar kota, mungkin sebentar lagi akan datang" Pak Sandi.


Aisyah hanya mengangguk.


"Boleh kami tau tentang kamu?!" tanya Pak Sandi hati hati.


"Saya waktu kecil di besarkan di sebuah panti asuhan dan setelah itu saya di besarkan oleh satu kelurga sampai kelas sebelas, setelah itu saya tinggal bersama kak Rido" tutur Aisyah menceritakan masa lalunya.


Semua keluarga itu mengangguk ada rasa kasihan, dengan penuturan Aisyah, seandainya Aisyah memang anak mereka, sungguh malang nasib Aisyah, sementara mereka hidup bergelimang harta, sementara Aisyah hidup menderita di luar sana.


"Ya Allah nak, seandainya klau memang kamu anak kami, maaf membuat kamu menderita, membuat kamu ke hilangkan kasih sayang, kami sudah mencari kamu kemana mana, namun kami tidak menemukan mu, entah siapa yang mengambil kamu, mama tidak tau, saat itu mama menjemur kalian di halaman dan mama masuk sebentar mengambil hp, karena hp mama berbunyi, saat keluar kamu sudah tidak ada, hiks... hiks..." tutur perempuan paruh baya itu sambil menangis.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2