Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 38


__ADS_3

"Abang... Bukannya abang koki ya, di Cafe xx, trus Ica pernah beberapa kali di kasih masakan Abang, masakan abang enak, kenapa ngak buka Cafe aja si sini?" tanya Aisyah.


Farhan jadi malu sendiri dengan ucapan Aisyah itu.


"Hehehe... iya dek, cuma abang di pecat dari Cafe tersebut, abang di tuduh korupsi, korupsi dari mana coba, abang kan bagian dapur?!" ucap Farhan terkekeh.


Rido hanya manggut manggut mendengar cerita mereka namun otak cerdasnya lansung melanglang buana, memikirkan sesuatu.


"Kak Andin kan juga jago bikin kue" tanya Aisyah.


"Iya tapi belom ada modal dek, di sini aja kami makan masih numpang di rumah mertua kaka?!" keluh Andin.


"Iya mana setiap hari kami di sindir mbak nita, di bilang benalu, pulang ke kampung bukan bantu orang tua malah nyusahin?!" ucap Farhan tercekat.


"Bang, aku punya tanah di pinggir jalan di ujung sana, tapi ngak bisa di tanami, tanahnya gersang, jadi abang bikin Cafe aja di sini, dan abang bisa jual makan cepat saji dan kak Andin bisa buat kue" ujar Rido yang kasihan melihat sepasang suami istri itu, dan sekali gus, sayang aja punya ke mampuan tapu tidak bisa di gunakan.


"Mau sih, tapi ngak punya modalnya Den?!' ucap Farhan lemah.


"Abang tenang aja, aku akan memodali kalian, dan kita akan bagi hasil gimana?" tanya Rido tidak membuang buang kesempatan.

__ADS_1


"Beneran..." ucap mereka berdua, serasa mendapat durian runtuh.


Dan di anggukin oleh Rido.


Aisyah juga sangat senang orang yang dulu suka menolongnya kini bisa di bantu oleh sang suami.


"Makasih Den, makasih banyak?!" ucap Farhan dan Andin dengan tulus.


"Ngak usah terimakasih bang, saya juga terimakasih, sudah mau membantu saat saat sulit istri saya dulu" ucap Rido tersenyum.


"Saya sudah anggap Aisyah seperti adik saya sendiri Den, saat saya tau Aisyah sudah tidak ada di rumah Ibu angkatnya, saya sedih Den. tapi saya dengar ada yang pernah lihat Aisyah di mall, mereka bilang Aisyah sekarang cantik dan kayaknya hidup Aisyah sudah bahagia, kami juga ikut senang Den, kami ingin mencari Aisyah ke sekolahnya, namun kami berakhir di sini duluan ucap Andin terkekeh.


"Ah iya, kapan kami mulai kerja Den?" ucap Farhan.


"Kapan abang siap aja, sekarang mau kerja silahkan atau besok juga terserah?!" ucap Rido santai.


"Boleh sekarang aja Den, kami juga lansung tinggal di sini apa boleh?" tanya Andin hati hati, dia sungguh sudah tidak mau lagi tinggal di rumah mertuanya itu.


Bukan benci kepada sang mertua, justru Andin sangat menyayangi mertuanya, namun dia tidak suka dengan para kaka ipar dan adik iparnya itu.

__ADS_1


Andin di jadi kan babu di sana, mencuci pakaian mereka dan membersihkan rumah mertua dan iparnya, sebagai ganti uang dapur mereka berdua, jujur Farhan merasa bersalah kepada sang istri, niat hati ingin membahagiakan istrinya malah membuat sang istri menderita.


"Ya sudah, kita lihat ke paviliun, klau ada yang kurang buat kalian?!" ucap Rido yang berdiri dan melangkahkan kakinya ke arah belakang rumah.


Mereka memasuki paviliun tersebut dan melihat lihat ruangan yang masih terlihat bersih dan terawat di sana.


"Bagai mana apa ada yang kurang?" tanya Rido.


"Ngak ada Den, semua sudah lengkap kok, ini lengkap bangat malah" ucap Farhan senang. Akhirnya dia bisa membawa sang istri keluar dari rumah orang tuanya, dan memulai hidup baru bersama istri tercintanya itu.


"Ya sudah klau gitu abang sama kak Andin mulai sekarang kerja di sini, merawat rumah dan pekarangan di sini, klau ada waktu luang, kak andin sama bang Farhan boleh ikut bantu bantu di kebun maupun di peternakan, sampai Cafe kita jadi" ucap Rido.


"Iya Den, makasih banget sudah memberi kami pekerjaan dan juga mempercayai kami untuk mengelola Cafe nantinya?!" ucap Farhan dan Andin terharu dan mata mereka berkaca kaca.


Bersambung...


Jangan lupa like komen dan Vote ya...


"Terimakasih..."

__ADS_1


__ADS_2