Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 141


__ADS_3

Di Lain tempat, Pak Sandi dan mamanya berteriak teriak karena di usir paksa dari rumah peninggalan Ayah Namira.


"Jangan keluarin barang barang saya..., ini rumah saya..., pergi kalian..., saya punya hak tingal di sini...!!" teriak frustasi Sandi.


Namun anak buah Pak Raul dan Rido tidak menggubris teriakan mereka, dengan kasar mereka membuang pakaian Pak Sandi, mamanya, Anita dan Amira.


"Kurang ajar kalian semua.... saya bisa laporkan kalian ke polisi...!!" ancam mama Sandi tidak terima, dia menarik narik barangnya yang ada di tangan anak buah Rido.


"Keluar lah Bu, anda sudah tidak bisa tinggal di sini lagi, karena ahli waris Pak Bayu yang meminta kalian keluar dari sini, kami hanya menjalan kan perintah!!" tegas Pak Raul.


"Tidak... tidak, saya tidak mau keluar dari sini, kenapa mereka ngak mati saja sih, kenapa sudah di buang dan di siksa selama ini ngak mati mati!" racau mamanya Sandi.


"Huu.... ngak tau diri sih, sudah di kasih tumpangan malah ingin menguasai harta orang"


"Akhirnya benalu tersingkir juga"


"Syukurin emang enak jadi gelandangan, makanya jangan jahat jadi orang"

__ADS_1


"Karma berlaku"


Begitu banyak sorakan sorakan yang di ucapkan para tetangga di sana untuk keluarga itu, rata rata ibu ibu di sana tau bagaimana kelakuan Mama Sandi itu terhadap Bu Sandra.


"DIAM KALAIAN SIALAN...!! PERGI KALIAN JANGAN IKUT CAMPUR URUSAN SAYA...!!" teriak mama Sandi itu.


"Ibu yang harus diam, sadar dong Bu... itu bukan rumah kalian, kenapa masih kekeh ingin tinggal di sana"


"Kalian ngak tau, Yuda itu anak saya, ini rumah harusnya punya saya, bukan milik anak atau anaknya yang tidak tau diri itu!" teriak Mama Sandi.


"Ngaku ngaku mama Pak Yuda, padahal cuma mama sambung yang tidak tau diri, demi ingin menguasai harta Pak Yuda, tega menghancurkan pernikahan anak sambung nya" teriak Ibu ibu di sana.


"Diam kalian diam.... berisik tau ngak, pergi dari sini!!" bentak Mama Pak Sandi.


"Kalian yang pergi dari sini, tidak tau malu, dasar muka badak, sudah di usir masih aja ngeyel, pergi baik baik apa mau di siram pakai air!!" sentak tetangga Pak Sandi itu, yang memang musuh bebuyutan mama Sandi itu.


Karena malu, akhirnya Sandi membawa mama dan Amira pergi dari sana, temannya yang di suruh mengaku aku Namira sudah pergi entah kemana, karena dia tidak mau terseret dengan masalah keluarga Amira itu.

__ADS_1


Melihat ke tiga orang itu sudah pergi, anak Buah Rido dengan cepat lansung membersihkan rumah itu, dan mengganti gembok rumah itu dan memeriksa setiap pintu dan jendela, tanpa terkecuali.


"Sudah selesai semuanya kan?" tanya Pak Raul yang masih memantau tempat itu.


"Sudah, semuanya sudah beres" jawab Anak buah Rido dan anak buahnya.


"Ya sudah kalau gitu kita juga tinggalkan tempat ini" ucap Pak Raul.


"Siap pak...!!" hormat mereka.


Pak Raul dan asistennya terlebih dahulu meninggalkan rumah itu, barulah di susul oleh anak buahnya, dan anak buah Rido, sebelumnya mereka mengunci pagar tersebut dengan gembok yang sudah mereka bawa.


Setelah itu mereka pergi dari rumah besar itu, namun, sebelumnya, mereka juga berpesan sama warga, kalau nanti ada Sandi dan keluarganya datang dan membuat ulah, minta di usir saja dari rumah itu.


Tentu saja dengan senang hati warga mengusir keluarga sandi yang sombong itu, selama ini mereka memang tidak menyukai keluarga itu, sombong, angkuh, suka merendahkan orang lain.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2