Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 113


__ADS_3

"Kayaknya ada yang kita belum tau deh?" Tio menatap Ganen penuh selidik.


Rido tenang saja, karena fikiranya saat ini tertuju pada suatu tempat yang di beri tau oleh anak buahnya, dia sedang memikirkan sesuatu, dan tidak ingin sang istri bersedih dengan kenyataan yang akan dia terima.


"Ayo jawab, kalian sudah jadian, kapan, di mana?" tanya Tio beruntun.


"Iya... gue sama Rara sudah jadian saat kita di pantai saat itu.


"Buset dah... pintar banget kalian nyembunyiinnya dari kami, bisa bisanya kita kecolongan?!" gerutu Tio.


Ganen hanya bisa nyengir dan garuk garuk tengkuk yang tidak gatal.


Kini mereka beralih kepada Rido yang dari tadi hanya diam, dengan wajah datar, namun terlihat sedang memikirkan sesuatu.


"Ada apa sebenarnya Do...?" tanya Ganen dengan pelan.


"Uhuuufff.... anak buah gue nemuin sesuatu yang janggal di sebuah rumah kosong, tadi tante Anita masuk ke dalam rumah itu, setelah ke pergian tante Anita, anak buah gue masuk ke dalam rumah, mereka menemukan seorang ibu di dalam rumah tersebut dalam ke adaan terpasung.


"Apaa...." teriak Ganen dan Tio karena kaget.


"Budek kuping gue sialan" omel Rido, karena dua cecunguk itu bertindak pas di dekat kuping Rido.


"Hehehe...sorry kita kaget bro" cengenges Tio dan ganen dengan tampang tak enaknya.


"Lalu sekarang kita kemana?" tanya Ganen.


"Kita ke rumah sakit xx, ibu itu di bawa sama anak buah gue ke sana, dan tadi polisi juga sudah ikut turun tangan menyelidiki kasus ini" jawab Rido dingin.


Ganen dan Tio mengangguk mendengar jawaban Rido.


Lama terdiam, akhirnya Ganen buka suara.

__ADS_1


"Do... apa loe punya pikiran seperti..." belum sempat Ganen melanjutkan ucapannya Rido sudah mengangguk tanda mengerti, seolah oleh Rido tau apa yang akan di bicarakan oleh Ganen.


"Kalau benar dugaan gue benar, mereka sungguh tidak berhati" gumam Rido.


Tidak lama mereka sampai di rumah sakit xx, Rido lansung masuk menemui anak buahnya yang sudah menunggunya, di bangsal ibu yanh di pasung itu.


"Bos...." panggil anak buah Rido, dia lansung berdiri melihat kedatangan Rido.


"Bagai mana?" tanya Rido.


"Ibunya sudah di dalam Bos, ternyata dia sudah di pasung lebih dari 10th dan di kasih makan 2 hari sekali" tutur anak buah Rido itu.


Gigi Rido lansung menggelutuk mendengar penuturan anak buahnya.


"Bos mau lihat ibu itu" tanya anak buahnya sopan.


"Iya saya akan masuk melihatnya" jawab Rido datar, dan lansung berjalan masuk ke dalam ruang rawat si ibu.


Ternyata si ibu sedang terjaga ingin mengambil minum, namun tidak sampai.


"Ibu mau minum?!" tanya Rido lembut dan sopan.


Si Ibu sempat kaget dan mengangguk sambil tersenyum.


Rido membantu ibu itu minum, dengan memakai sedotan.


"Terimakasih nak?!" ucap Si Ibu masih dalam ke adaan lemah.


Rido mengangguk dan tersenyum tipis.


"Kamu siapa nak?" tanya si Ibu dengan hati hati, karena si Ibu merasa tidak mengenal Rido sama sekali.

__ADS_1


"Kenalkan, saya Rido bu, teman dari orang yang menyelamatkan Ibu?!" jawab Rido sopan.


Si Ibu mengangguk tanda mengerti.


"Terimakasih ya... kalian sudah membantu ibu" ucap si ibu tulus dan di anggukin oleh Rido dan tersenyum tulus.


"Bu... boleh saya bertanya...?!" Rido berucap hati hati, takut si ibu masih trauma.


"Tanya aja nak... apa yang ingin kamu tau?!" seolah olah ibu itu sudah tau apa yang ingin di tanyakan oleh Rido.


"Emmm... kenapa Ibu bisa di pasung di rumah itu, oleh tante Anita?" tanya Rido hati hati.


"Apa kamu kenal Anita, apa hubungan kamu dengan Anita?" tanya si Ibu kaget dan sedikit takut.


"Ibu tenang ya..." Rido memegang tangan si Ibu bertujuan memberi ketenangan kepada sang ibu.


"Saya dan istri saya baru mengenal Bu Anita, dua minggu lalu Pak Sandi mengaku klau istri saya adalah ke luarganya yang hilang, kami di ajak ke rumah Pak Sandi dan Anita, istri saya di ajak untuk tes DNA namun itu belum terlaksana" ucap Rido menerangkan semua yang dia alami.


Si Ibu lansung kaget mendengar penuturan Rido, dia lansung bergetar mendengar keterangan Rido.


"Ibu.. ibu tenang ya, jangan takut" Rido menenangkan si Ibu.


"Saya takut, mereka menemui anak saya, yang mereka buang entah diman, setelah suami saya meninggal" ucap sang Ibu dengan bibir bergetar.


"Mereka manusia manusia kejam, demi harta dan demi kekuasaan, mereka rela membunuh saudara kandung sendiri, memisahkan bayi yang tidak tau apa apa dengan ibunya" ucap Si Ibu berurai air mata.


"Anak Ibu laki laki apa perempuan?" tanya Rido.


"Perempuan, mempunyai tahi lalat di pangkal paha sebelah kiri dan tanda lahir di punggunya berwarna merah, selebar tiga jari" tutur Ibu itu dengan air mata membasahi pipinya, mengenang bayi cantiknya yang di rampas paksa dari gendongannya waktu itu.


Deg.....

__ADS_1


Bersambung...


Haiii.... sawer dong sawer... like komen vote yaa... di kasih kopi apa kursi pijit juga ngak pa apa💃💃💃💃


__ADS_2