
"Ica istirahat dulu ya, sambil nunggu makan siang, adek mau makan apa, biar kakak suruh mbak Andin masak" tanya Rido yang membawa Aisyah ke atas tempat tidur.
Aisyah mengangguk dan merangkak ke atas tempat tidur, memang badannya masih agak lemah dan sedikit pusing, dia membaringkan tubuhnya di atas kasur itu, Rido dengan sigap lansung mengatur bantal untuk sang istri.
"Ica mau makan pake apa sayang?!" tanya Rido lagi, karena pertanyaannya belum di jawab oleh sang istri.
"Sop Ayam aja deh kak, ica pengen yang anget anget" pinta aisyah
"Ya udah, kakak minta sama mbak Andin dulu ya, adek istirahat dulu, kakak ke bawah sebentar" tutur Rido sambil membetul kan selimut Aisyah.
Aisyah menganggukan kepalanya.
"Cepat naik ya kak, temanin bobonya" manja Aisyah.
Rido terkekeh dan ikut merebahkan badannya di samping sang istri.
"Kenapa hmmm.... pengen bobo di peluk kakak hmm.." tanya Rido sambil membelai kepala sang istri dan mencium lembut bibir manis itu, tangannya turun menguasap perut Aisyah.
Aisyah memiringkan tubuhnya dan memeluk sang suami.
__ADS_1
"Bukan Ica yang minta, anak anak kakak yang mau" kekeh Aisyah, bisa bisanya dia menumbalkan anaknya yang baru beberapa minggu berada dalam perutnya itu.
Rido terkekeh mendengar jawaban sang istri, dengan gemasnya dia menciumin pipi Aisyah.
"Sekarang sudah pintar ngeles ya, malah anak anak kakak yang di jadiin tameng" kekeh Rido memeluk sang istri.
Aisyah ikut terkekeh dengan kekonyolannya.
"Ya sudah, abang ke bawah sebentar, nemuin mbak Andin, nanti baru nemanin anak anak kakak bobo" kekeh Rido.
Aisyah hanya mencibikan bibirnya.
"Sekang yang di temanin anaknya doang, mamanya ngak" kesal Aisyah.
"Ahahaha... lihat sayang, bunda kalian ngambek, masa cemburu sama kalian" kekeh Rido.
Aisyah hanya meringis dengan kelakuannya itu, memang akhir akhir ini dia sedikit sensi, gampang sedih, marah dan ceria, Rido sudah tau akhir akhir ini mood sang istri kacau, namun dia diam saja, berusaha memahami Aisyah, dia pikir itu semua di sebabkan dengan masalah yang sesang di hadapi oleh Aisyah, eh... ternyata semuanya karena perubahan hormon kehamilan".
"Rido membelai kepala sang istri penuh kasih, Aisyah membenamkan kepalanya di dada bidang sang suami, Rido membiarkan apa yang di mau oleh istri cantiknya itu.
__ADS_1
Lama kelamaan Aisyah tertidur dalam pelukan suami baiknya itu, bukan hanya aisyah yang tertidur namun rido juga ikut tidur nyenyak.
Sementara itu, ibu yang di duga ibu kandung Aisyah itu sedang di pindahkan sementara waktu ke sebuah tempat yang sedikit jauh dari kota, agar tidak di ketahui oleh Anita.
Anak buah Rido dengan cekatan mengerjakan tugasnya.
"untuk sementara ibu tinggal di sini ya, nanti ada orang orang yang akan membantu ibu, jangan keluar rumah dulu ya bu, sampai test DNA selesai, takutnya Anita mengetahui ibu tidak ada di rumah itu" tutur anak buah Rido yang mengurus Ibu itu.
"Iya nak, terima kasih, sudah mau membantu ibu" ucap tulus sang ibu.
"Sudah tugas kami bu?!" anak buah rido ikut tersenyum kepada ibu itu.
"Ini ada minum, makanan dan buah buahan saya tarok di meja, jadi ibu ngak perlu keluar, nanti saat makan ada orang yang mengantarkan nya untuk ibu"
"Terimakasih nak"
Anak buah itu meninggal kan ibu di dalam kamar sendiri untuk beristirahat.
bersambung....
__ADS_1