Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 162


__ADS_3

"Haiii... sholeh sholeh dan sholehanya Ayah Bunda, kalian nyenyak sekali nak, di bawah sudah ramai orang, kalian masih aja bobo" gumam Rido mengecupi pipi ketiga anaknya bergantian.


Yang sudah di berinama Aarash Pratama, Arsy pratama, dan Aariz Pratama.


Anak anak yang lucu itu hanya menggeliat dan memonyongkan bibirnya ke kiri dan ke kanan.


"Ya ampun... kalian ini pengen Ayah cubit satu satu sayang, gemes banget sama kalian hmmm" gemes Rido mengetat kan gerahamnya karena gemes dan mencolek colek baby twins.


"Ayo kak di gendong si abang sama kaka" ucap Aisyah semetara dia sudah menggendong si dedek, mereka memang memanggil abang kakak dan dedek kepada ketiga anaknya itu.


"Ok sayang..." tutur Rido, namun sebelum itu dia mendekat ke arah sang istri yang terlihat cantik saat ini.


Cup...


"Bunda cantik banget hari ini, Ayah pengen kurung aja di kamar" goda Rido sambil memeluk sang istri yang sedang menggendong si dedek.


"Geser dikit nanti pengen" kekeh Aisyah.


"Aagggkkk ... kamu mah... masih lama ya sayang" keluh Rido.


"Ya ampun... Kakak, ini juga belum ada setengah bulan, sabar ya sayang" ucap Aisyah yang kasihan kepada suami baiknya itu.


"Hmmm... kakak akan tahan sampai waktu itu tiba, dan setelah itu abang mau kurung kamu seharian" rengek Rido yang mendusel dusel di leher sang istri.


"Ayo ke bawah ih... nanti berantakan lagi nih..." oceh Aisyah karena tangan suaminya itu sudah merayap kemana mana.


"Hmmm... ayo, tapi bantu kakak dulu, si dedek tarok duuu sayang" ujar Rido mendekat ke arah buah hatinya itu.


"Biar kakak ngak susah, salah satunya biar di gendong si mbak kenapa sih!" ucap Aisyah, suaminya itu susah di bilangin.


"Ngak sayang, masa yang dua di gendong kita, yang satu sama si mbak, kakak ngak mau mereka merasa pilih kasih" ujar Rido.

__ADS_1


"Terserah kakak saja lah" pasrah Aisyah.


Mereka turun ke lantai bawah dengan Rido menggendong si abang dan kakak.


"Waahhh.... cucu nenek sudah turun du tungguin dari tadi ya..." oceh Bu Sandra melihat cucu cucunya sudah ada di tempat yang sudah di sediakan oleh Rido itu.


"Iya nenek..." ucap Aisyah dengan suara yang di buat seperti suara anak kecil.


"Rame juga ya Ca..." ujar Rara yang memang tidak ikut mengurus acara aqiqah baby twins itu, karena dia sedang di tugaskan oleh Rido di cafe yang sedang rame rame nya.


"Iya ya... gue juga baru tau, soalnya kakak ngak mau melibatkan gue, katanya gue tinggal beres aja, ngak usah mikir yang berat berat, nanti ASI anaknya ngak lancar" kekeh Aisyah.


"Hahaha... laki loe itu berlebihan sekali, tapi gue senang melihat loe bahagia Ca" ucap tulus Rara.


"Makasih ya Ra... semoga kamu nanti rumah tangganya bahagia dan suami kamu juga seperhatian Kakak" do'a tulus Aisyah untuk Rara.


"Aamiin.... " Rara dan Bu Sandra mengamini do'a Aisyah tersebut, sementara para laki laki sudah berada di depan mengikuti pengajian.


"Kata kakak, anak anak panti sudah di kirimin makanan dan sedikit hadiah, ini cuma pengajian buat bapak bapak aja" ujar Aisyah.


Rara hanya mengangguk anggukan kepala tanda mengerti.


"Waahhh ponakan Om... lucu lucu banget" ucap Tio mencolek colek pipi si twins.


"Baru beberapa hari ngak ketemu udah gede aja kalian" kekeh Ganen.


Memang ketiga orang itu sedang sibuk sibuknya mengurus usaha Rido yang semakin berkembang itu, di tambah ke posesifan Rido kepada anak anaknya, jadi susah untuk menemui si twins, alasannya dari luar lagi banyak virus jadi jangan dekat dekat sama anak anak" kadang Aisyah suka tepuk jidat dengan kelakuan sang suami.


Semenjak punya bayi, Rido belum sekali pun menengok Cafe Villa dan ke kantor semuanya di limpahkan kepada Tio ganen Rara Farhan, orang tua Farhan dan kepercayaan yang lain, dia malah sibuk mengurus bayi bayinya, kadang baby siter yang di sewa oleh Rido itu suka merasa makan gaji buta, karena jarang mengerjakan pekerjaannya, kadang mereka hanya duduk manis dan tidur tiduran karena semua urusan baby twins di kerjakan oleh Rido dan Bu Sandra.


Rido ikut bergabung dengan teman temanya, yang sedang mengerubungi baby twins.

__ADS_1


"Gimana kerjaan kalian, apa ada kendala?" tanya Rido tanpa basa basi.


"Ya elah... bos, klau lagi acara kek gini jangan tanya tentang kerjaan dong" keluh Tio, yang masih asik mencolek colek pipi si kakak.


"Ncek..." Rido hanya mendengus sebel.


"Jangan pegang pegang anak gadis gue, ngak muhrim" posesif Rido.


"Astaga... masih bayi ini Do... kesal Tio, melihat kelakuan Rido yang lansung menggendong si kakak menjauhkan dari Tio.


Aisyah dan Bu Sandra hanya terkekeh dan gelang gelang kepala melihat tingkah Rido itu.


Sementara Rara dan Ganen hanya cengok melihat ke arah Rido yang sudah duduk santai sambil menggendong Arsy, mereka tak menyangka Rido bakal seposesif itu sama anak gadisnya.


"Fiks ini mah, Arsy ngak akan bisa di dekati oleh laki laki, bapaknya aja kaya gini, apa lagi noh, yang dua itu, pasti bakal posesif juga menjaga Arsy" celoteh Rara menunjuk ke arah Aarash dan AAarish.


"Bagus dong sayang, jadi Arsy aman dan ngak bisa di dekati oleh laki laki yang hanya main main sama dia, apa lagi Arsy bakal jadi pewaris Pratama, kita juga bakal menjaga dia sayang, abang ngak mau Arsy kenapa napa, dia juga anak kita" ujar Ganen.


"Hmmm... semoga anak kita juga nanti laki laki ya bang, jadi bisa jaga Arsy juga" ujar Rara membayangkan nanti anaknya ikutan posesif kepada Arsy.


"Wooiii.... nikah dulu baru mikir anak, apa jangan jangan kalian sudah nyicil adonan ya...?" tuduh Tio


Puk...


"Sembarangan klau ngomong!" kesal Rara sambil melempar bantal sofa ke arah Tio.


"Assalamualaikum...." ucap salam tiga orang di depan pintu.


Membuat Rido mematung melihat ke tiga orang tersebut, dia tidak menyangka akan bertemu dengan dua di antara tiga orang tersebut.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2