
"Akhh...... nyampe rumah juga" gumam Aisyah dan merebahkan badannya di sofa panjang ruang tamu itu.
"Capek ya sayang?" ucap Rido mengelus kepala sang istri.
"Dikit.." jawab Aisyah sambil tersenyum
"Mama juga istirahat gih... di kamar, ayo aku antar" ajak Rido sopan kepada mama mertuanya.
"Baik lah... mama juga sedikit lelah" ujar Bi Sandra.
Rido mengantarkan Bu Sandra ke kamar di samping kamar mereka di lantai atas.
"Nah... ini kamar Mama, nanti klau kurang apa Mama bilang aja" ucap Rido saat membuka kamar mama mertuanya itu.
"Makasih nak, ini sudah cukup kok" tutur Bu Sandra haru.
__ADS_1
Rido mengangguk dan tersenyum hangat kepada mertuanya itu, senyum yang selama ini cuma di perlihatkan kepada Aisyah sekarang nambah satu lagi mama mertuanya.
"Terimakasih ya, sudah menjaga Namira selama ini, Terimakasih sudah jadi pelindung Namira, Terimakasih sudah membahagiakan Namira" tutur Bu Sandra berkaca kaca.
"Mama jangan berterimakakasih terus, sudah kewajiban aku untuk membahagiakan Namira ma....dia istri ku, wajar aku membahagiakan nya" ucap Rido lembut.
Bu Sandra menggelengkan kepalanya.
"Tidak mama memang harus berterimakasih kepada mu, kamu juga sudah menyatukan kami, seandainya bukan kamu, mama tidak yakin ada orang yang bisa menemukan mama, sudah bertahun tahun mama terpasung di sana, sudah bertahun tahun mama berpisah dengan anak semata wayang mama, berkat kamu, mama bisa bertemu dengan nya" ucap Bu Sandra berkaca kaca.
Hati Rido rasa teriris melihatnya, dia membayangkan bundanya saat ini, dan tanpa sungkan Rido memeluk tubuh kurus itu.
Bu Sandra mengangguk dan tersenyum.
"Ya sudah, mama istirahat dulu, kalau mau mandi, mandi lah, di dalam lemari itu sudah tersedia pakaian mama" tutur Rido.
__ADS_1
Setelah mengucapkan itu, Rido lansung keluar dari kamar itu dan kembali ke lantai bawah, untuk mencari sang istri.
"Ya ampun... kamu kecapean banget ya sayang, sampai ketiduran gini" gumam Rido, dan menggendong sang istri ke kamar mereka ke lantai atas, tanpa kesusahan sedikit pun.
Sesampai di kamar, Rido meletakan istrinya di kasur pelan pelan agar tidak mengganggu tidur sang istri, tak lupa Rido mengganti pakaian sang istri dan sebelumnya dia lapin tubuh istri cantiknya itu agar tidak lengket dan membuat istrinya nyaman untuk tidur.
Selesai mengganti pakaian sang istri, Rido beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan badan sendiri.
Tiga puluh menit berlalu, Rido keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk sebatas pinggang dengan tubuh yang belum kering dan masuk ke ruangganti untuk memakai pakaiannya, karena dia akan ikut tidur bersama sang istri, Rido hanya memakai celana kolor dan kaos kutang.
Selesai dengan ritual ganti baju dan memakai sedikit parfum Rido ikut menyusul sang istri ke atas tempat tidur.
Dia merangkak ke atas tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di samping sang istri, lalu Rido merengkuh tubuh sang istri yang mulai berisi itu.
Tangan Rido tak henti hentinya membelai pipi caby sang istri dan mencium puncak kepala istrinya itu dengan lembut, namun kelakuan Rido itu, tidak sedikitpun mengganggu tidur Aisya, malah wanita berbadan tiga itu semakin pulas dalam tidurnya.
__ADS_1
Lama kelamaan Rido ikut memejamkan mata, dan mengarungi mimpi bersama sang istri.
Bersambung....