Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 75


__ADS_3

"Oh... kok cuma Oh..." kaget Kevin.


"Lalu aku mau bilang apa bang, ngak ada yang aneh kan?" tanya Rido.


Huuff...


kevin hanya bisa menarik nafas, dia tau sang adik sudah terlalu sakit untuk berada di sini.


"Ya sudah Pah... kita mulai sekarang, kerana anak sialan itu sudah ada!" ucap Mama tiri Rido itu.


"Baik lah... karena sudah berkumpul semua, jadi Papa akan membacakan bagian kalian, agar di kemudian hari kalian tidak meributkan bagian kalian, papah sudah ingin pensiun dan menghabiskan masa tua papah bersama mamah kalian" memandang mesra sang istri.


Kakak kakak tiri Rido sangat antusias ingin mengetahui apa saja yang akan di berikan kepada mereka, termasuk di sana berkumpul nenek dan kakek Rido dan dari pihak Mama tiri Rido.


Rido tersenyum kecut melihat Ayah kandungnya itu, bahkan saat Bundanya hidup saja, tidak pernah memperlihatkan wajah manis itu sekalipun hanya muka dingin dan penuh amarah, padahal perusahaan mereka maju ada campur tangan sang Bunda.


"Ya sudah bacakan lah sekarang, saya sudah muak di sini, melihat ada virus di rumah ini" sindir orang tua dari mama Wulan, nenek dari kevin.


Aisyah lansung memegang tangan sang suami, Rido lansung menoleh tersenyum manis dan mengangguk tanda dia baik baik saja.

__ADS_1


"Iya Pah... sudah gatel gatel ini mamah..!" celetuk Mama Wulan.


"Baik lah.... Untuk perusahaan AN akan jatuh ke tangan Riki, Riki akan menjadi pengganti Papa sebagai Ceo, dan Rumah Sakit akan Jatuh papa berikan kepada Kevin, dan Untuk Butiq akan papa berikan kepada anak gadis papa Sindi" ucap Ayah Rido itu.


Tentu saja kedua saudara tirinya itu senang bukan main, tidak dengan kevin, dia biasa aja, dia memikirkan adik tirinya itu.


Rido hanya menampilkan wajah biasa saja, namun tak di pungkiri hatinya berkedut nyeri, dia merasa ke hadirannya di dunia ini benar benar tidak di inginkan oleh Ayahnya.


Sakit sudah pasti sangat sakit hati Rido, namun sekarang ada penawar Rasa sakit di sampingnya, tidak seperti dulu, hanya menelan rasa sakit seorang diri saat sang bunda telah berpulang ke pangkuan Tuhan.


Nenek dan kakek dari sang Ayah melihat Rido ada rasa iba, bagaimana pun Rido tetap cucu kandungnya, walau dia terlahir dari sebuah ke celakaan, aliran darah pasti ada.


Jleb....


Sakit memang tapi apa lah daya Rido, selama masih ada sang istri menggenggam tangannya In Sha Allah. Rido tidak akan jatuh.


Rido diam mendengar ucapan Ayahnya sampai selesai tanpa mau menyela sedikit pun.


Kedua saudara tiri Rido itu menatap sinis ke arah Rido dan janga lupa pandangan Kekek dan Nenek dari abang Kevin nya itu menatap puas kepada Rido, dasar manusia sudah bau tanah masih saja suka harta dunia.

__ADS_1


Kevin menatap sendu kepada sang adik.


"Karena saya masih ada rasa sedikit perduli dengan kamu ini"


Papa Rido itu menyodorkan amplop berwarna coklat ke arah Rido. sama sekali Rido tak bergeming mengambil nya.


"Ini saya kasih jatah kamu 100 Juta, saya rasa itu sudah cukup" ucap Ayah Rido.


Rido hanya tersenyum miris melihat amplop itu, bahkan seujung kuku pun dengan bagian dari kakak tirinya itu pun tidak ada, perusahaan, rumah sakit, dan Butiq yang sangat terkenal bisa menghasilkan omzet ratusan juta perhari pun tidak ada.


Malang memang malang anak ini, nyatanya mendapat uang 100 juta, klau gitu transfer aja sudah bagus, kenapa harus mendengarkan pembagian perusahaan rumah sakit dan Butiq segala, apa keluarga itu sengaja menghina Rido, sengaja memperlihatkan Rido itu tidak ada artinya.


Bersambung...


Hai... jangan lupa like komen dan vote ya..


Kadang Outhor suka menunggu komen dari rayder untuk menulis, mendapat komen dan like itu bikin semangat menulis itu naik beberapa kali lipat hehehe...


"Terimakasih..."

__ADS_1


__ADS_2