
"Yun, lu ngak kapok kapok ya, gangguin laki orang, sadar Yun, malu sama titel loe" ujar salah satu sahabat Yuni yang tau kelakuan Yuni tersebut.
Yuni hanya acuh dan mengangkat bahunya masa bodo.
"Jangan salahin gue dong, kenapa setiap cowok yang gue suka, sudah punya istri semua, dan satu lagi, klau suaminya berpaling dari itu bukan salah gue" ucap Yuni acuh.
"Sudah lah, gue cukup sampai di sini berteman sama loe Yun, gue malu dan gue ngak mau terjerumus dengan aliran sesat loe, gue juga perempuan, gue tau rasanya sakit hati" ujar salah satu sahabat Yuni itu, sudah berkali kali menasehati Yuni bukannya baik malah makin menjadi jadi, mungkin menjauh dari seorang Yuni itu lebih bagus.
"Ncek... sok suci loe, sudah sana loe gue juga ngak mau temanan sama loe" sinis Yuni.
"Gue bukan sok suci, gue tau loe terluka gara gara orang tua loe cerai, dan kakak loe di hianti pacarnya sampai depresi, bukan bearti loe dendam sama orang yang tidak bersalah, klau loe balas sama Ayah loe, dan mantan kakak loe itu sih gue masih harap maklum, ini loe balas sama orang yang tidak tau apa apa, menurut loe itu adil!" sinis sahabat Yuni tersebut.
"Serah gue! ngak usah ikut campur, sebelum ke kasih loe juga gue goda dan berpaling dari loe" sinis Yuni.
"Sakit jiwa loe!" bentak temannya dan berlalu dari sana.
__ADS_1
"Apa kalian liat liat, klau kalian mau ikut dia pergi aja, ngak usah perduliin gue!" bentak Yuni kepada teman temannya.
Teman temannya di bentak seperti itu pun tak terima, dan bangkit meninggal kan Yuni.
"Loe butuh psikiater Yun, jangan sampai dendam loe akan menghancurkan diri loe dan karir, kami nyerah Yun ngadapin loe" ucap salah satu teman Yuni.
"Berubah lah Yun, sudahi dendam loe itu"
"Kami pergi Yun, kami bertahan sama loe, karena kami tidak ingin loe terjerumus lebih dalam lagi, kami sayang sama loe, tapi loe ngak peduli, kini kami pasrah Yun, nikmati lah kesendirian loe" ucap teman teman Yuni dan berlalu meninggal kan Yuni di sana sendirian.
"Sudah sana pergi! ngak usah sok bijak kalian, kalian ngak tau apa yang gue rasain!" marah Yuni.
Di tempat berbeda Aisyah sudah selesai makan bakso dan kini mereka sudah berada di dalam mobil, tanpa tau ada drama apa di dalam sana.
Rido melajukan mobil dengan kecepatan rata rata.
__ADS_1
Nanti beli rujak dulu ya bang, takutnya sampai rumah pengen, malah nyuruh Tio manjat lagi" kekeh Aisyah.
Dan di sambut gelak tawa oleh Rido, membayangkan sahabatnya menderita ulah kemauan bumil itu.
"Iya iya kita cari tukang rujak baru pulang" putus Rido.
Bu Sandra tersenyum haru di belakan melihat, anak menantunya begitu memanjakan Aisyah, dia yakin selama menikah sama Rido, pasti Aisyah tidak kurang suatu apa pun.
"Mas....lihat lah, anak kita sudah besar dia sudah menikah, dan sebentar lagi kita akan mempunyai cucu mas, aku bersyukur masih bisa bertemu dengannya sebelum menyusul dirimu ke alam sana mas" gumam Bu Sandra dalam hati melihat anaknya dari jok belakang.
"Nah... itu ada rujak, ada kacang rebus sama jagung bakar juga" ujar Rido meminggirkan mobil nya di dekat pedagang rujak.
"Beli semua ya kak" ucap Aisyah manja.
"Baik lah, tunggu di dalam mobil aja biar kakak yang turun" tutur Rido sambil membelai kepala sang istri.
__ADS_1
Dan di anggukin oleh Aisyah.
Bersambung...