
"ehh.. sayang, kamu di sini, sejak kapan di sini, kenapa ngak ada suara?" Rido terlonjak kaget melihat sang istri duduk di sampingnya, dan melontarkan banyak pertanyaan, dan membuat sang istri terkekeh geli, melihat tingkah suami gantengnya itu.
"Dari tadi, ini... salad buah Ica tinggal separoh, abang kerjanya fokus banget, Ica ngak mau ganggu" jujur Aisyah.
Rido tersenyum lembut, dan menarik sang istri ke atas pangkuannya, "suapi kaka sayang..."
"Kak, besok kita sekolah ngak?" tanya Aisyah.
"Kenapa hmmm... Adek mau libur?" tanya Rido, setelah menelan salad buah di dalam mulutnya.
"Ngak sih... cuma males aja sekolah, paling juga eskul doang, ngerumpi doang di sekolah, mending di rumah tidur" cengir Aisyah.
Cup...
Satu kecupan mendarat di bibir manis sang istri.
"kakak besok tanding basket sayang, sama kelas 12" jawab Rido.
"Oohhh... Iya ya, Ica baru ingat, besok ada pertandingan basket"
Rido menganggukkan kepalanya.
"Tapi tadi kaka ngajak aku ke luar kota, klau ke luar kota pasti ngak balik lansung pasti nginap, pasti kaka sudah di ganti posisi sama yang lain"
__ADS_1
"Makanya kita ngak jadi keluar kota sayang, karena kaka ada pertandingan" saut Rido sambil menyelipkan anak rambut Aisyah di telinga gadis cantik itu, yang sedang asik menguyah Salad buah.
"Jadi kita ngak jadi berangkat bukan karena masalah tadi siang, karena kaka mau tanding basket?" tanya Aisyah yang masih penasaran.
"Iya sayang, ngapain gara gara tadi siang, itu sudah kaka anggap angin lalu sayang, ngak penting buat kaka" jawab Rido, walau hatinya masih berdenyut nyeri mengingat pertemuannya dengan kaka tirinya itu.
"Sayang kita ngak jadi ke puncak aja yah...
Kita ke kota xx aja, sekalian mau cari tempat kuliah kita tahun depan sayang?!" ucap Rido lembut.
"Terserah kaka aja, Ica mah nurut mana yang terbaik aja kak, asalkan Ica selalu ada dekat kaka, kemanapun kaka ajak Ica nurut, Ica no komen". Cengir Aisyah.
Rido di buat gemes sama sang istri, Rido lansung saja menyesap bibir manis, yang selalu menjadi candu untuknya.
"Kita masuk ya.." ucao Rido dengan nafas yang sudah menderu.
Aisyah yang peka dengan apa yang di inginkan sang suami, hanya mengaguk menuruti kemauan sang suami, Rido tersenyum senang melihat sang istri mengikuti kemauannya.
Baik Aisyah maupun Rido sudah biasa memberikan kepuasan kepada pasangan masing masing dengan cara mereka sendiri yang tau.
Lelah melakukan yang *** ***, akhirnya kedua insan manusia itu tertidur pulas saling berpelukan, tanpa mengenakan pakaian sehelai benang pun, tubuh mereka hanya di tutupi dengan selimut tebal.
Pagi menjelang Rido terbangun dari tidur lelapnya, dia melihat wajah cantik sang istri yang ada di dalam dekapannya.
__ADS_1
Rido terkekeh sendiri mengingat ke gilaan sang istri semalam yang berhasil membuat nya terbang ke nirwana dengan cara yang luar biasa, entah dari mana istri cantiknya itu belajar seperti itu, membuat dia bekali kali menyemburkan lahar panasnya.
"Belajar dari mana kamu sayang, bisa bisanya kamu bikin aku lemas tak berdaya" gumam Rido, tak henti henti nya Rido mencium wajah sang istri, sampai sang istri terusik dengan kelakuan Rido.
"Kaka..." Rajuk Aisyah, yang matanya masih terpejam.
"Apa sayang..." saut Rido.
"Geli, jangan ganggu Ica, masih ngantuk ini, tangan Ica pegel, bibir Ica kebas tau" oceh sang istri.
Rido terkekeh geli mendengar ocehan sang istri.
"Bangun sayang, kita mandi dulu, kaka mau tanding loh pagi ini, masa ngak mau semangatin suami mu ini"
"Hmmm... lima menit lagi ya" tawar Aisyah.
"Ngak ada tawar tawar sayang, apa abang minta yang semalam lagi" goda Rido.
Lansung membuat Aisyah melotot sempurna, matanya yang tadi susah di buka kini, sudah terbuka sempurna, mendengar kata kata suami ber mulut lemes itu.
"Dasar mesum" Aisyah lansung berdiri dan berjalan ke kamar mandi dengan tubuh polosnya, dia lupa tidak memakai apa pun.
Rido terkekeh melihat tubuh bugil itu, Rido juga lansung ke kamar mandi luar, untuk menenang kan sesuatu gara gara Aisyah.
__ADS_1
Bersambung...