
Ceklek....
Pintu terbuka dari dalam menampakan Rido yang berdiri dengan pakaian santai, baju kaos oblong dan celana training panjang.
"Masuk" ucap Rido menyuruh teman temannya masuk.
"Widiii....keren ya bro apartemen loe, luas banget, loe tinggal di sini sendirian ngak ke sepian? ngak takut ada hantu?" cerocos Tio.
"Masuk ke rumah orang baca salam, bukan celoteh yang aneh aneh" tegur Rido males.
"Ohh... iya lupa" cengir Tio.
"Assalamualaikum..."
"Wa'alaikum salam... telat dodol" ucap Rido
"Yang penting baca salam" oceh Tio dan lansung duduk si sofa dengan santainya.
"Widih... Bro, udah banyak foto Aisyah aja nih dinding loe" oceh Tio bak knalpot rusak.
"Iya dong" ucap Rido sombong.
"Mana foto mesra semua lagi ncek... ncek... udah kayak laki bini loe posenya" celetuk Tio.
Teman temannya hanya melihat Tio jengah.
"Emang sudah" santai Rido.
"What... udah apa, udah nikah apa kawin?" teriak Tio yang ngak berenti berceloteh itu.
__ADS_1
"Dua duanya" santai Rido.
"Apa..." teriak teman temannya kaget.
"Bagaimana bisa...?" Ganen.
"Kan kita masih sekolah, emang bisa nikah saat sekolah?" celetuk Rara.
Tiba tiba Aisyah keluar dari kamar utama di apartemen itu, semua temannya melotot melihat Aisyah.
"Jadi beberan Ca?" tanya Rara masih tidak percaya.
"Beneran apa?" tanya Aisyah yang tidak mengerti pembahasan mereka, tadi itu Aisyah ke kamar mandi, karena merasa tidak nyaman, ternyata lagi datang bulan, pantas saja suaminya itu menggempurnya habis habisan semalam dan tadi pagi.
Karena Rido Selalu jeli menghitung masa subur dan masa tidak subur sang istri.
"Sini sayang..." Panggil Rido kepada Aisyah dan menarik tangan sang istri ke sampingnya.
"Iya kami nikah saat kita masih di kls sebelas" jawab Aisyah, yang sudah paham tentang pertanyaan teman teman mereka.
Ngak ada gunanya juga merahasiakan sama mereka, cepat atau lambat mereka pasti tau akan hal itu, apa lagi ke tiga temannya itu selalu menempel kayak lintah, kemana pun Aisyah dan Rido pergi selalu pengen ikut.
"Apaa... kok bisa!" teriak mereka serempak.
"Ya bisa lah... "dan Rido menceritakan kejadian dia menikah dengan Aisyah dari A sampai Z.
"Jadi gitu ceritanya" jawab Rido, teman temannya lansung mengangguk tanda mengerti.
"Jadi loe dari dulu sudah tandain Aisyah dong"
__ADS_1
"Iya makanya kemana pun dia sekolah gue ikut" santai Rido.
"Pantas saja loe ngak pernah lirik lirik cewek lain ya, ternyata loe menjaga hati untuk Aisyah?" tanya Ganen.
Rido mengangguk mantap dan mencium pipi sang istri di depan teman temannya, membuat pipi Aisyah bersemu merah.
"Kakak ih..." omel Aisyah.
"Kenapa sayang... malu sama mereka?"
Aira mengangguk malu.
"Ngapain malu, sudah halal ini, lagian mereka juga tau kita sudah nikahan kan, biarin aja" cuek Rido.
"Dasar kalian ya, mentang mentang sudah halal main sosor aja" kesal Rara.
"Iya karena sudah halal makanya di sosor, dari pada dia, dia noh belum halal sudah di sosorin mulu, nanti bibirnya bisa kudisan" celoteh Rido melirik Tio si play boy cap kadal buntung itu.
"Ncek... kenapa bawa bawa gue sih, gue mah diam aja" sewot Tio.
Ganen hanya terkekeh melihat Tio yang kesal.
"Ya udah yuk...kerjain tugas, ngobrol terus ngak kelar kelar ini tugas!" celoteh Rara.
"Yuk... kerjain tugas dulu nanti kita baru ngobrol apa main game kek" celoteh Aisyah.
"Kuy lah..." ucap mereka serempak.
Bersambung....
__ADS_1
Haii... jangan lupa like komen dan vote ya...
"Terimakasih...."