
"Saat ini Rido dan kawan kawan, beserta istri cantiknya itu sudah berada di salah satu mall di kota itu, untuk mencari seragam sang istri.
Sebelum mencari pakaian sekolah, Aira membeli pakaian biasa untuk dia pakai saat ini, jujur dia tidak nyaman dengan pakaian sekolah yang dia pakai saat ini.
"Kak, mau yang ini aja ya" membawa satu stell baju ke arah Rido yang juga sibuk mencarikan pakaian buat sang istri.
Rido memperhatikan pakaian yang di perlihatkan sang istri, memang istri cantiknya itu tidak suka dengan pakaian aneh aneh, cukup kaos oblong dan celana jeans.
"Boleh, kamu lansung ganti aja di ruang ganti gih" jawab Rido.
Aira menganggukan kepalanya, dan lansung pergi ke ruang ganti, untuk mengganti bajunya.
Rido juga mencari pakaian yang sama dengan sang istri, untuk dia pakai.
Tiba tiba Novi datang membawa beberapa macam model pakaian.
"Do ini cocoknya yang mana ya sama aku?" tanya Novi tanpa beban.
"Terserah kamu aja" ucap Rido cuek. Pada dasarnya Rido memang tidak menyukai berteman dengan perempuan, berhubung Novi dan Rara adalah sahabat sang istri mau tidak mau Rido ikut berteman.
"Kok gitu sih, Aisyah aja kamu selalu kasih pendapat, apa salahnya aku juga di kasih pendapat" dengus Novi kesal.
__ADS_1
"Aisyah dan kamu itu beda, ingat ya kita ini tidak terlalu dekat, gue dan loe hanya sebatas teman kekasih gue, dan satu lagi, klau loe hanya ingin mengganggu hubungan gue sama pacar gue, lebih baik loe menyingkir sebelum menyesal" marah Rido dia lansung pergi menjauh dari tempat Novi berada, dia lebih memilih menunggu sang istri di depan ruang ganti.
"Dasar ngak peka banget sih, sebelum loe jadian sama Aisyah gue udah suka sama loe, namun yang loe pacarin gadis sialan itu, gue udah ngak tahan melihat kemesraa kalian" gumam Novi dalam hati, sambil menatap punggung Rido yang menjauh darinya.
Di belakang sana ada tiga pasang mata, yang melihat kelakuan Novi, yang selalu mencari perhatian Rido.
"Vi, loe apa apaan sih, minta pendapat Rido segala!" kesal Rara.
"Emang kenapa, biasa aja kali gue minta pendapat, emang salah ya?" tanya Novi tanpa dosa.
"Salah sih ngak, padahal tadi kan ada gue, Tio dan Ganen dekat loe, yang bisa loe minta pendapat, kenapa loe malah jauh jauh nyamperin Rido ke sini, aneh aja buat gue" oceh Rara.
"Suka suka gue kali, kenapa loe yang repot sih!" kesal Novi.
"Apaan sih... kalian, suudzon aja jadi orang" omel Novi.
"Kami ngak suudzon kok, tapi kami melihat dari gelagat loe yang ngak bener, dari pagi loe berusaha menjatuhkan Aisyah, dan mencari perhatian sama Rido, salah gitu kami curiga?" tanya Rara.
"Tau nih anak, gue aja yang di cap playboy aja, ngak pernah merusak hubungan orang, selalu cewek single yang gue incar, lah loe malah dengan tega mau ngerusak hubungan sahabat loe, mikir dong!!' sungut Tio.
"Apaan sih kalian ini, mikirnya kejauhan banget" omel Novi mengelak.
__ADS_1
Sementara itu Aisyah dan Rido sudah datang bergandengan tangan dengan pakaian yang sudah berganti.
"Kalian sudah selesai" tanya Rido.
"Belum ini mau milih milih dulu" jawab Rara.
"Oh... Kalau gitu kami mau cari pakaian sekolah Aisyah dulu ya, nanti kalian susul aja ke sana klau sudah selesai" ucap Rido.
"Lah kalian belum jadi beli seragam" tanya Rara bingung soalnya tangan Rido sudah menenteng beberapa kantong belanjaan.
"Belom" jawab Rido enteng.
"Itu apaan yang di dalam kantong?" tunjuk Tio.
"Oh... ini, ini pakaian Aisyah" jawab Rido santai, mereka tidak melihat tatapan seseorang penuh iri dan benci.
"Ya udah buru cari baju seragam Aisyah! udah lapar nih" keluh Tio di buat sememelas mungkin.
Bersambung....
Haiii... jangan lupa like komen dan vote.
__ADS_1
"Terimakasih..."