Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 111


__ADS_3

"Aisyah... boleh Om ngomong sebentar?!" bujuk Pak sandi.


"Maaf Om aku ngak mau" elak Aisyah, dia sudah malas untuk berurusan dengan keluarga Pak Sandi itu, Aisyah lansung masuk ke dalam mobil, tanpa memandang Pak Sandi sedikit pun.


Rido juga hanya diam, dan tanpa bicara apa pun, meninggalkan Sandi di sana dengan keadaan frustasi.


"Sialan... gara gara Anita semuanya jadi gagal, dasar perempuan itu memang tidak bisa sabar sebentar saja" keluhnya.


"Sekarang apa yang harus gue lakuin, bagai mana cara gue mendekati anak ini lagi, secara dia sudah terang terangan menolak" Sandi sungguh frustasi rencana yang sudah di susun tidak berjalan dengan semestinya, gara gara Anita.


Sandi kembali pulang kerumahnya dengan perasaan kesal, marah dan benci, di dalam mobil tak henti hentinya dia memukul stir mobil.


Sesampai di rumah dia lansung di todong oleh sang mama.


"Bagai mana..? apa kamu bisa membujuk anak itu?" tanya mama Sandi penasaran.


"Ini semua salah menantu kesayangna mama yang bodoh itu, gara gara dia jadi susahkan sekarang, anak itu sudah tidak mau menemui aku!" kesal Sandi.


"Anita terlalu gegabah, ngak bisa di ajak kerja sama, tidak bisa menahan kesalnya, mama pun sama, klau bukan gara gara surat wasiat abang mu, mana mungkin mama mau bertemu sama anak sialan itu, sudah susah payah menyingkirkannya, sekarang kita harus berurusan dengan anak itu!" gerutu nenek Aisyah itu.


"Memang pengacara ngak bisa membacakan isi surat wasiat itu, jatuhnya ke tangan siapa aja harta abang?!" kesal Sandi.


"Ya ngak bisa lah.. kita harus menemukan anak abang mu dari istri pertamanya, istri kampungannya itu, mama ngak sudi melihat anak sialan itu, ngak level kampungan tetap kampungan seperti ibunya! kenapa juga abangmu itu menyulitkan padahal sudah mati, harusnya harta itu jatuh untuk mama dan kamu sebagai adik laki laki, bukan untuk anak anaknya itu!" marah nenek Aisyah itu.

__ADS_1


Sandi juga hanya bisa diam, hari ini otaknya ngak bisa di ajak berfikir, semua rencananya sudah gagal, mana umur Aisyah sebentar lagi, di perkirakan umur anak abangnya dari istri pertamanya berumur 20th, karena anak abangnya dari istri pertama dan Anita hanya beda tiga bulan.


Seandainya anak itu tidak di temukan semua harta kekayaan abangnya akan di serahkan ke panti sosial dan panti asuhan.


Mau mengelabui pengacara, sudah pernah dia lakukan, namun tetap saja gagal.


Sementara itu, Anita dan Amira sedang mendatangi sebuah rumah yang sedikit terpencil dari hunian penduduk.


"Ma... ngapain kita ke sini?" tanya Amira sedikit takut, karena rumah itu sangat seram menurut Amira.


"Diam lah... sebentar lagi kamu akan tau!" kesal Anita, karena anaknya itu selalu mengomel dari tadi.


Ceklek..


"Ngapain sih... Ma... mana banyak sarang laba laba lagi, iiiuwww..." jijik Amira.


Klaggg....


Pintu bawah tanah itu di buka oleh Anita.


"Haiii... sodara ku... apa kabar mu..?" sapa Anita dengan sini kepada seorang perempuan yang di pasung di dalam ruangan itu.


"Dasar iblis...!!" maki perempuan itu lemah.

__ADS_1


"Hahahaha.... ternyata kau tidak menyerah ya... umur mu panjang juga, padahal sudah lama di pasung di dalam sini, tapi kau masih kuat bertahan, walau di kasih makan dua hari sekali hahahaha.." tawa Anita pecah di dalam sana.


"Umurku bukan kau yang menentukan!" ucap perempuan yang di pasung itu.


Hahaha.... iya iya.. aku tau itu... Anita berjongkok di depan perempuan itu.


"Apa kau tau... klau kami sudah menemukan anak sialan mu itu, dan sebentar lagi kalian akan aku satukan di sini, biar reunian ibu dan anak dan setelah itu lansung bertemu dengan malaikat maut, setelah aku bisa mengambil harta dari suami mu hahaha....


"Dasar manusia iblis, semoga kau akan mendapatkan balasan yang setimpal" marah wanita yang di pasung itu.


"Iya kah... tapi aku baik baik saja tuh... setelah merebut suami mu, dan membuat suami mu mati aku masih bisa hidup tenang dan berfoya foya" sinis Anita.


Wanita yang di pasung itu hanya menatap benci sama Anita.


"Oohhh.... iya satu lagi, apa kau tau... selama ini anak mu... di pungut oleh sahabat baik kamu, tapi sayangnya anakmu hanya di jadikan babu, dan anak mu hidup sangat sangat menderita, hahahahah...!!" Anita puas melihat wanita itu hancur.


Wanita itu hanya bisa menangis dalam diam, mendengar cerita dari Anita.


Puas membuat wanita itu terpukul Anita lansung keluar dari ruangan itu, Amira tidak berbicara sepatah kata pun dia sangat syok, ternyata ada orang di dalam sana yang di pasung mamanya.


Amira hanya mengikuti langkah mamanya, tampa bicara, dia diam seribu bahasa


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2