Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 45


__ADS_3

"Woooo... Aisyah, kamu cantik banget" ucap teman teman Aisyah.


"Libur dua minggu, kamu makin berisi aja Ca"


"Aisyah makin **** deh"


Banyak kata kata yang memuji Aira. Namun seseorang yang berstatus sahabat itu, memandang Aira sedikit sinis, walau berpura pura baik.


Rido membawa Aira duduk di kursi paling belakang, dia tidak mau sang istri menjadi pusat perhatian semua orang.


"Haii... Do, hai Ca" tegur Novi tersenyum.


"Haii... Vi, gimana liburannya?" tanya Aisyah sabil tersenyum cantik ke arah Novi.


"Yah, gitu deh" ucap Novi ambigu.


"Rara tumben belum datang?" gumam Aisyah.


"Mungkin sebentar lagi" jawab Novi.


"Do loe liburan kemana aja, kok kita ngak pernah ketemu ya selama liburan?" tanya Novi, seharusnya yang dia tanya tu Aisyah ini malah Rido.


"Gue ke luar kota, liburan sama Aisyah" ucap Rido santai, dengan memainkan ujung rambut sang istri.


"Ohh.." jawab Novi tidak enak di dengar, Rido mah bodo amat, dia tidak perduli dengan orang lain selain sang istri.


"Wiiihh... Ca, tambah gemoy aja nih" celoteh Tio.


Aisyah hanya nyengir aja.


"Ca tuh, pipi sudah kayak bakpao Ca" ucap Ganen.


"Iya di empanin mulu nih, sama yang di samping" ucap Aisyah sambil melihat Rido.


"Jadi liburan berdua ya kalian?" tanya Ganen.

__ADS_1


"Jadi, semalam baru pulang!" jawab Rido.


"Ada oleh oleh ngak nih?" canda Tio.


"Ngak ada, ngak sempat nyari oleh oleh, kak Rido sibuk" ucap Aisyah.


"Sok sibuk loe Bro" cetus ganen.


"Sibuk cari cuan buat yayang, soalnya yayang doyan makan" oceh Rido terkekeh.


"Jangan terlalu di manja Do, nanti kebiasaan, dulu juga jarang makan kok" saut Novi dengan nada tidak enak di dengar.


Teman temannya kaget mendengar ucapan Novi.


"Ya ngak pa apa, selagi gue bisa nyenangin pacar gue, ngak masalah kok, gue malah senang pacar gue senang" ucap Rido ketus.


"Nanti ngelunjak tau, loe mah di kasih tau susah" oceh Novi kesal.


"Ngelunjak apa ngak, itu urusan gue, yang penting pacar gue bahagia" ucap Rido dan menautkan jarinya dengan jari Aisyah, dan malah sengaja mencium tangan Aisyah di depan teman temannya.


"Dih, kenapa tuh orang sensi amat" ucap Ganen.


"Tau, iri aja ngeliat orang senang" ucap Tio.


Rara yang baru datang, mendengar ucapan Novi yang pedes dan secara ngak lansung menghasut Rido, juga ikutan kesal sendiri.


"Loe kenapa sih Vi?" tanya Rara.


"Kok loe jadi judes gitu sama Aisyah, salah Aisyah apa coba?" tanya Rara.


"Ncek, dia ngak ada salah sih" ucap Novi.


"Trus klau dia ngak ada salah,kenapa napa loe marah sama Aisyah?" tanya Rara.


"Ngak suka aja gue, terlalu lebai, segalanya di turutin sama Rido, padahal dulu aja cuma babu makan nasi sisa itu juga sekali sehari, sekarang gaya banget pengen di turutin kemauannya" oceh Novi.

__ADS_1


"Lah, kan bukan Aisyah yang minta sama Rido, Rido sendiri yang selalu nawarin apa apa ke Aisyah" ucap Rara.


Novi hanya menganggakat bahu acuh.


"Haiii.. Ca" tegur Rara sama Aisyah.


"Haii.. juga Ra" balas Aisyah.


"Gimana liburannya?" tanya Rara.


"Senang banget Ra, di ajakin ke kampung Kakak" ucap Aisyah berbinar.


"Ngak jadi ke kota xx dong?" tanya Rara.


"Ngak, malah ngabisin waktu di kampung kakak akunya" ucap Aisyah.


"Seneng banget kayaknya di kampung" ucap Rara.


"Iya dingin habisnya di sana, jadi bentar bentar lapar" cengir Aisyah.


"Pantas badan loe makin montok" saut Rara.


"Loe ngak bawa oleh oleh dari sana Ca?" tanya Rara.


"Ada sih, tapi cuma buah buahan dari kebun" cengenges Aisyah.


"Dasar loe, mana buahnya. Kok ngak di bawa" tanya Rara.


"Besok deh, biar enak nanti gue bikin salad dulu baru gue bawa ke sekolah biar pada nyicipin" ucap Aisyah.


"Bener ya Ca, awas klau ngak" oceh Rara.


Sedangkan di samping Rara, Novi menguping pembicaraan dua sahabatnya itu dengan kesal.


"Cih... sok sokan makan salad biasanya juga makan nasi sisa!" gerutu Novi.

__ADS_1


"Bersambung..."


__ADS_2