Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 144


__ADS_3

"Kakak mau ke Cafe kita yang di xx sekalian mau lihat villa, adek mau ikut apa di rumah" tanya Rido memberi pilihan, sebelum ada mama Aisyah di rumah ini, Rido tidak akan bertanya akan lansung membawa sang istri, namun sekarang sudah mertuanya di rumah, apa lagi perut Aisyah sudah mulai besar, Rido tidak ingin istri cantiknya itu kecapean mengikuti dirinya sepanjang hari.


"Ais mau di rumah aja sama mama ya, kak." ucap Aisyah


"Ya udah itu lebih bagus, biar adek ngak ke capean, tapi ingat ngak boleh keluar rumah sendirian, klau ada apa apa, mau beli apa, suruh bibi aja yang keluar" titah Rido.


"Siap suami ku" ucap Aisyah memberi hormat ala ala tentara, Rido lansung membelai rambut sang istri.


Cup..


Satu kecupan di daratkan di pipi chaby istri nya itu.


"Kakak pulangnya jangan malam malam ya" pinta Aisyah.


"In syaa Allah, sore kaka sudah nyampe rumah kok" sahut Rido menggandeng sang istri menuju ke teras rumah.


Cup...


"Kakak berangkat ya sayang" ucap Rido setelah memberikan satu kecupan di jidat sang istri.


Rido menjalankan mobilnya dan mengklason sang istri saat sudah sampai di gerbang.


Setelah tidak kelihatan lagi mobil sang suami, Aisyah lansung masuk ke dalam rumah, dan menutup pintu rumah nya dan tidak lupa mengunci pintu.

__ADS_1


Aisyah duduk di depan tv sambil menonton film kesukaan nya.


Tak lama Bu Sandra datang membawakan cemilan dan Jus untuk Aisyah.


"Wahhh.... mama bikin sendiri ini" Aisyah menatap cemilan itu dengan berbinar.


"Iya sayang" ucap Bu Sandra meletakan cemilan dan jus di depan Aisyah dan dia ikut duduk di samping Aisyah dan membelai kepala Aisyah penuh kasih.


Anak yang sangat di harap harapkan kehadirannya ke dunia ini oleh Bu Sandra dan sang suami, setelah hadir malah mereka di pisahkan dengan waktu yang sangat lama, dan naasnya Aisyah tidak bisa melihat wajah sang Ayah sama sekali.


Aisyah juga merindukan pelukan dan merindukan tempat bermanja manja di pangkuan sang Ibu, tentu saja sangat senang saat rambutnya di belai oleh sang Ibu.


"Maafkan mama ya sayang, ngak bisa menjaga kamu saat itu" ucap Bi Sandra yang masih merasa bersalah dengan kehilangan Namira waktu itu.


Bi Sandra hanya mengangguk dan tersenyum lembut


"Apa kah, Namira bahagia menikah sama Rido nak" tanya Bu Sandra hati hati.


"Iya, aku sangat bahagia, walau kami di nikah paksa sama warga, tapi kami menjalani pernikahan ini ngak main main mah."


Bu Sandra hanya diam dia hanya akan mendengarkan ucapan Aisyah tanpa menyela sedikit pun.


"Dulu saat belum menilai dengan Kaka, Ica sangat menderita, Ica hanya di jadikan babu gratis oleh mereka, di kasih makan sekali sehari, itu juga nasi sisa mereka makan"

__ADS_1


Nyes....


Hati Bu Sandra berdesir, mendengar perkataan sang anak, dia tidak menyangka sahabatnya itu akan sejahat memperlakukan Namiranya.


Ingin rasanya Bi Sandra bertemu muka dengan sahabat lama nya itu, apa masalahnya dia begitu membenci Namira, apa karena dia mengenal Namira, adalah anak Bu Sandra, fikir Bu Sandra.


"Lalu, setelah menikah, kakak memperlakukan Ica sangat baik, apa pun permintaan Ica, selalu di turuti sama Kakak, setiap ada yang jahat sama Ica, kaka selalu jadi yang terdepan membela Ica, kakak ngak pernah membentak Ica sama sekali" tutur Aisyah sambil mengenang masa lalunya.


"Rido pasti sangat mencintai Namira" ucap Bu Sandra.


"Mmm... sangat, bahkan dia mencintai Ica dari sebelum kami menikah, dan Ica belum mengenal dia" jujur Aisyah.


"Loh... kok bisa?" bingung Bu Sandra.


"Dulu saat Kaka sedih habis di pukul oleh abang tirinya dan tidak di terima di rumah orang tuanya, Ica pernah menolongnya dan mengobati kakak, trus dari sana lah, kakak selalu memperhatikan Ica dari jauh" tutur Aisyah.


Bu Sandra mengangguk aguk, tanda mengerti.


"Semoga untuk kedepannya hidup kita, selalu bahagia ya nak, ngak ada lagi orang jahat di sekitar kita" ucap Bu Sandra. Dan di anggukin oleh Aisyah.


Mereka berpelukan melepas kerinduan yang selama ini mereka tahan dan kini mereka luapkan satu sama lain.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2