Nikah Rahasia

Nikah Rahasia
Bab 159


__ADS_3

Tiga hari sudah Aisyah di rawat di rumah sakit, dan hari ini, Aisyah dan anak anaknya sudah di izinkan pulang.


Rido benar benar menepati janjinya menyewa tiga baby siter untuk anak anaknya, dia tidak mau sang istri dan mertuanya kecapean mengurus ke tiga anaknya, apa lagi Aisyah masih kuliah, dan mertuanya masih masa pemulihan, walau dokter sudah menyatakan mertuanya sudah sembuh, namun Rido tetap khawatir, mengingat begitu lama sang mertua di pasung dan di beri makan dua hari sekali, Rido belum percaya sepenuhnya mertuanya itu sudah baik baik saja.


"Ya ampun Do... kamu ini, kenapa ngeyel banget sih, kenapa harus tiga, dua juga sudah cukup kok" omel ibu mertuanya, melihat tiga baby siter yang sudah berada di dalan ruang rawat Aisyah.


"Ngak apa apa ma... aku percaya kok klau mama masih mampu ngurus cucu cucu mama ini, tapi aku ngak mau mama dan Aisyah ke capean, apa lagi Ica masih kuliah ma... kan kasian" ucap Rido lembut.


"Ya sudahlah... mama nurut aja, tapi... awas kamu, klau larang larang mama buat ngurus cucu cucu mama, mama bejek bejek kamu!" ancam Bu Sandra dan melotot melihat ke arah Rido.


"Iya iya, lakukan sesuka hati mama, aku ngak akan larang kok, asal mama ngak ke capean" ucap Rido.


"Deal...." ucap Bu Sandra kesenangan.


Aisyah hanya geleng geleng kepala melihat suami dan mamanya yang selalu berdebat itu, yang satu terlalu lincah, yang satu terlalu khawatir.


"Ayo pulang, semua sudah selesai" tiba tiba Tio muncul dari pintu ruangan Aisyah.


"Ayo sayang kita pulang ke rumah" ucap Rido kepada anak kembarnya yang sudah di gendong oleh ke tiga baby siter mereka, barang barang mereka sudah di bawa oleh anak buah Rido.


"Rido mendorong kursi roda Aisyah dan di ikuti oleh ke tiga baby siter si kembar di belakang mereka, Bu Sandra dan Tio paling belakang.


"Ayo ma... sini aku papah" usil Tio.

__ADS_1


"Kamu pikir mama sudah jompo atau orang sakit, sampai di papah" sungut Bu Sandra.


Tio hanya terkekeh mendengar omelan dari mama Aisyah itu.


"Ngak kirain kan mama iri melihat ke mesraan Aisyah sama Rido, klau mama iri aku mau kok jadi papa tiri Aisyah" kekeh Tio.


"Puk.... dasar anak kurang ajar" oceh Bu Sandra sambil memukul bahu Tio.


Hahahaha....


"Ya elah canda ma... gitu aja kok marah, nanti cantiknya hilang loh, tuh... kan, keriputnya nambah" goda Tio sambil terkekeh.


"Sana kamu ah... jauh jauh, bikin darah tinggi mama naik aja" dengus Bu Sandra.


"Jangan jauh jauh lah ma... nanti kalau mama kenapa napa, bisa habis aku di bejek bejek sama mantu kesayangan itu" cibir Tio ke arah Rido.


"Yo... loe mending cari pacar deh, dari pada loe gangguin mama mulu" omel Aisyah.


"Ngak ah... males gue, belum minat buat pacar pacaran, tapi klau mama mau gue ok ok aja, jadi gue lansung punya anak tiri yang sudah besar sekaligus punya cucu" kekeh Tia, lansung berlari dari korodor rumah sakit itu, klau tidak bisa bisa habis dia di gebukin oleh Aisyah dan tatapan maut oleh Rido.


"Dasar teman ngak ada akhlak mak gue juga di rayu, ngak cukup yang muda aja apa dia godain nenek nenek juga di godain" sungut Aisyah.


"Sabar sayang, jangan marah marah, nanti darah putih kamu naik, kamu kayak ngak tau aja si Tio itu suka jahil" ucap Rido menenangkan Aisyah.

__ADS_1


"Do kirim aja di ke kutub utara sana, biar ngak bikin ulah mulu" celetuk Bu Sandra dari belakang.


Aisyah dan Rido terkekeh mendengar ucapan sang mama.


Sesampai di loby rumah sakit mereka sudah di sambut dengan dua mobil, klau satu mobil bakal sempit sempitan, Rido tidak tega dengan ke tiga anaknya, jadi lah Rido minta dua mobil kepada anak buahnya.


"Mama sama cucu cucu mama aja satu mobil, kalian mobil yang lain aja" ucap Bu Sandra.


Rido dan Aisyah hanya mengiyakan saja, tanpa protes.


Ke dua mobil itu meninggalkan rumah sakit secara perlahan menuju rumah besar Rido, dan di sana sudah di tunggu oleh Rara dan Ganen, mereka memang sengaja tidak menjemput ke rumah sakit, karena ingin memberi kejutan untuk Aisyah.


"Semua sudah siap kak?" tanya Rara kepada Andini.


"Sudah kok, kita tinggal menunggu mereka aja kok" sahut Andini yang tangannya masih sibuk menata makanan di atas meja makan.


"Ok, kalau gitu aku mandi dulu ya kak" ucap Rara.


"Ya udah sana, pantas dari tadi bau asam, ternyata kamu belum mandi" kekeh Andini sambil memegang hidung pura pura ke bauan.


"Kakak ih... mana ada aku bau" sewot Rara sambil mencium keteknya sendiri.


Membuat Andini tertawa lepas, melihat tingkah Rara tersebut.

__ADS_1


Sadar dia cuma di goda sama Andini, Rara hanya mendelik sebel dan pergi ke kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian, dan setelahnya akan menunggu ke datangan Aisyah dan para baby di depan rumah.


Bersambung....


__ADS_2