
“Andai aja kita duduknya berdua-berdua ya. Duh, pasti dunia gue makin indah,”
“Okay anak-anak, sekarang Ibu keluar dari kelas dulu ya,”
“Iya, Bu,”
Bu Nita keluar dari kelansya meninggalkan kelas yang langsung riuh karena langsung berusaha akrab dengan Juan si anak baru.
“Halo, Juan,”
“Halo,”
“Eh udah-udah ya. Kenalan nanti aja, sekarang kita ada tugas nih dari Bu Risa,”
Perlombaan berkenalan dengan Juan dihentikan oleh Arya selaku ketua kelas. Mereka yang tadinya akan berkenalan langsung merengut kesal karena Arya mengganggu.
Di antara para siswa yang antusias menyambutnya, bahkan tidka segan tersenyum tamah, ada satu yang menarik eprhatian Juan, yaitu Zeline, yang kelihatannya biasa saja, tidak seantusias yang lain ketika Ia masuk sebagai anggota baru dalam kelas tersebut.
__ADS_1
“Gue boleh tanya nggak?”
“Tanya apaan?”
“Itu namanya siapa?” Tanya Juan pada sisa di sebelahnya yang tak lain adalah Andra.
Andra langsung memicingkan kedua matanya menatap ke arah yang telah ditunjuk oleh Juan dan setelah itu Ia tersneyum menatap Juan.
“Itu namanya Zeline. Kenapa? Lo naksir sama dia?”
“Oh, nggak. Gue nanya gitu karena dia keluatan beda aja,”
“Disaat smeuanya sumringah ketemu gue, pada senyum dan keliatan asyik, kok dia beda sendiri? Kayak cuek gitu,”
Juan hanya penasaran saja kenapa perempuan bernama Seline itu terlihat beda dari teman-teman barunya yang lain. Wajahnya cuek, tidak senyum hangat, beda dari yang lain.
“Oh dia emnag gitu, tapi kalau udah kenal juga asyik kok orangnya, dia emang perlu waktu untuk beradaptasi sama orang baru. Nggak gampang akrab lah istilahnya,”
__ADS_1
“Oh okay,”
“Tapi dia udah punya pacar, eh nggak tau deh masih pacaran atau nggak. Dengar-dengar sih udah nggak, beritanya sempat heboh di kuping anak-anak sini, kebenarannya nggak tau,”
Juan menganggukkan kepalanya setelah sedikit banyak tahu soal Zeline dari mulut Andra.
“Ntar kalau lo udah kenal sama dia, lo bakal tau kalau dia tuh sebenarnya baik banget, asik juga orangnya. Cuma emang anaknya nggak gampang akrab aja perlu waktu, Zeline kayak gitu orangnya,”
“Ntar gue coba kenalan deh,”
Andra langsung tertawa mendengar ucapan Juan, sambil Andra bertepuk tangan pelan dan setelahnya menatap Juan dnegan takjub.
“Gercep juga lo mau deketin Zeline,”
“Lho, bukan deketin, maksud gue tuh pengen kenal aja, gue pengen buktiin benar atau nggak dia tuh asik anaknya, baik juga, karena jujur pertama kali gue ngeliat dia kayak nggak ada ramah-ramahnya deh, cuek aja gitu, padahal ada anak baru yang datang,”
“Ya emang tipe orang beda-beda ‘kan, nah si Zeline ini emang cuek, tapi dia baik, asik kalau udah kenal dia mah pasti setuju sih sama omongan gue. Mana pinter lagi, cantik pula, makanya awet dah tuh sama cowoknya, cuma sekarang nggak tau deh masih atau nggak, kalau nggak lagi, lo mau deketin? Mau jadiin pacar? Huh?” Andra menggoda Juan yang Ia anggap punya kemungkinan besar tak hanya sekedar membuktikan ucapannya bahwa Zeline itu baik dan asyik, melainkan mengajak Zeline kenalan karena memang ada tujuan lain.
__ADS_1
“Lo cinta pada pandnagan pertama ya sama Zeline?”
“Ya elah, gue nggak percaya sama itu, gue cuma penasaran aja benar nggak sih dia orang yang asik, kok gue liatnya dia sombong gitu, nggak friendly banget,”