Pacar Atau Sahabat

Pacar Atau Sahabat
Bab 63


__ADS_3

“Kamu duluan aja, aku mau ke kelas Zeline dulu,”


“Paling Zeline udah duluan ke kantin. Kita langsung aja,”


Vindra mengaggukkan kepalanya dan Ia tidak jadi berbelok ke kelas Zeline. Ia langsung ke kantin mengikuti saran Anin yang merasa yakin Zeline sudah di kantin karena memang bel istirahat sudah berbunyi sejak sepuluh menit yang lalu.


Mereka baru keluar dari kelas karena memang pelajaran kimia baru berakhir. Jadi terpaksa terlambat istirahat disaat kelas-kslas lain sudah istirahat lebih dulu.


*******


“Zel, lo nggak ke kantin? Nggak istirahat? Padahal gue nggak liat lo bawa bekal tuh. Kuat juga perut lo, Zel,”


Dini menegur Zeline yang sedang menggulir layar ponselnya. Dini tidak mepihat Zeline makan bekas, dan tidak melihat Zeline ke kamtin juga.


“Nungguin Vindra nih. Dia belum nyamperin ke sini,” ujar Zeline sambil tersenyum.


Dini terkekeh mendengar ucapan Zeline. Dan itu membuat Zeline mengenryitkan keningnya bingung.

__ADS_1


“Lo nunggu Vindra?”


Zeline menganggukkan kepalanya. Ia memang menunggu Vindra datang ke kelasnya. Ia ingin istirahat bersama Vindra.


“Lah orang barusan gue liat si Vindra udah di kantin tuh sama Anin,”


Kernyitan kening Zeline semakin dalam. Hatinya mulai kesal. Ia di sini menunggu Vindra. Rela tidak ikut istirahat bersama teman-temannya walaupun diajak ke kantin. Setiap teman mengajaknya ke kantin, Ia selalu menolak dengan halus “Kalian duluan aja ya. Gue nunggu Vindra nih. Maaf ya,”


Tapi ternyata yang ditunggu sudah berada di kantin. Vindra tidak menghampiri dirinya. Biasnaya juga tidka begitu.


“Dia udah makan sama Anin, Zel,” tambah Dini yang dengan jelas melihat sosok kekasih Zeline itu sudah makan di kantin bersama Anin, sahabatnya.


“Aku sengaja nahan lapar, supaya bisa istirahat bareng dia. Eh nggak taunya dia udah makan duluan. Bukannya manja, cuma—biasanya kan dia nyamper. Kok ini nggak sih?!”


“Sana samperin ke kantin, Zel,”


Setelah Dini bicara seperti itu, Dini diduk di bangkunya semdiri. Zeline menghembuskan napas kasar. Dan dnegan hati yang jengkel Ia segera bergegas meninggalkan kelasnya menuju kantin. Walaupun Ia percaya pada Dini tapi tetap saja Ia ingin lebih yakin. Apa benar Vindra dan Anin sudah makan di kantin, dan mereka tidak mengajaknya sama sekali.

__ADS_1


Begitu Ia sampai di kantin dan mengedarkan pandnagan, Ia benar-bsnar menemukan keberadaan mereka di salah satu meja. Zeline lumayan sulit mencari mereka karena banyak murid yang sedang berada di kantin juga, maklum ini masih jam istirahat.


Zeline membeli roti saja dan juga sebotol teh. Mana sempat lagi Ia makan yang lebih dari itu. Karena tidak lama lagi waktunya masuk kelas.


Ia langsung menghampiri mereka berdua yang tengah asyik mengobrol. Ketika Ia duduk, Vindra lansgung tersenyum menatapnya.


“Hai, kok baru datang sih? Aku pikir kamu udah suluan lho ke kantin, jadi aku sama Anin langsung ke kantin deh,”


Zeline menggertakkan giginya kesal. Ia menghembuskan napas kasar kemudian tersenyum dengan terpaksa.


“Iya maaf lama ya. Soalnya aku nunggu ku, aku pikir kamu datang ke kelas aku, ngajakin aku ke kantin bareng kayak biasanya tapi ternyata kamu udah duluan. Untungnya aku dikasih tau sama Diji kalau orang yang aku tunggu udah di kantin. Jadi ya udah deh, aku ke kantin,”


“Yah, astaga, kamu nungguin aku? Harusnya kamu langsung aja ke kantim, Zel. Kamu pasti udah lapar banget deh. Tapi kok cuma beli roti,”


“Ya emang kamu pikir kalau beli yang lain misalnya mie ayam, bakso, seblak, gitu-gitu aku keburu makannya? Hmm? Aku terlalu lama ngabisin waktu istirahat untuk nungguin kamu di kelas tadi, jadi sekarang aku cuma punya waktu sedikit untuk isi perut aku. Jadi aku pikih roti aja yang bisa cepat makan nya,”


Vindra langsung dirundung dengan rasa bersalah. Ia tidak menyangka kalau Zeline menunggu kedatangannya di kelas. -

__ADS_1


Zeline langsung melahap roti tanpa berkata apa-apa lagi. Dan tiba-tiba Vindra menggenggam tangan kirinya yang sedang memegang botol di atas meja.


“Zel, aku minta maaf banget ya. Aku nggak tau kalau kamu nunggu aku untuk nyamperin kamu,”


__ADS_2