
“Zeline di kamar, nggak tau juga deh lagi ngapain tuh, antara baca novel atau nonton biasanya. Kamu mau ke kamarnya?”
“Boleh ya, Tante?” Tanya Anin pada Reta yang siang ini menyambut kedatangannya yang ingin menjenguk Zeline.
“Boleh dong, ayo masuk aja ke kamarnya,”
“Kamar Zeline dimana, Tante?”
“Di lantai atas ayo Tante antar,”
“Makasih, Tante,”
Anin diantar oleh Reta ke kamar Zeline yang ternyata sedang membaca novel sambil berbaring. Begitu melihat ke arah pintu sudah ada sosok Anin, Zeline tersenyum.
“Hai Zel gimana keadaan kamu,”
“Hai, aku udah mendingan,”
“Ini aku bawain nasi bebek madura lho,”
“Bikin repot kamu aja, ngapain bawa-bawa makanan? Kan aku bilang kalau jenguk nggak usah kalau main boleh. Karena aku tau kamu pasti bakal repot-repot bawa makanan deh,”
“Ya kali aja bisa ningkatin nafsu makan kamu,”
ujar Anin pada Zeline.
__ADS_1
“Makasih banyak ya,”
“Sama-sama,”
Reta memutuskan untuk keluar memberikan waktu untuk Zeline berdua dengan Anin. Yang datang ke kamar perempuan, beda cerita kalau laki-laki harus Ia awasi sampai keluar dari kaamr, walaupun tujuannya hanya menjenguk seperti halnya waktu Vindra datang kemarin.
“Oh iya Vindra belum datang ya? Eh tapi dia bilang sih katanya mau datang ntar sore,”
“Kok kamu tau?”
“Dia bilang ke aku pas aku ngajakin dia narengan ke sini,”
“Apa dia bilang?”
“Dia abis pulang sekolah mau langsung nganterin mamanya arisan katanya sih nanti sore baru ke sini nggak tau jadi atau nggak,”
“Ya ngapain juga Vindra bilang?”
“Lho, ya nggak apa-apa dong bilang ke aku, aku ‘kan pacar dia,”
“Maksud aku, dia mungkin sungkan juga buat ngasih tau berhubung kamu lagi sakit kayak gini. Lagian kamu nggak nanya juga kali ke Vindra kapan datang, jadi dia nggak ngomong deh. Nanti juga ketemu kok, Vindra pasti datang,”
“Eh kamu udah makan belum?” Tanya Zeline pada temannya itu. Dan dia menganggukan kepalanya.
“Beneran udah makan? Mama aku amsak lho, Nin,”
__ADS_1
“Udah makan aku, tenang aja,”
“Mau nonton nggak? Aku punya cemilan tuh, yuk kita nonton,”
Zeline beranjak meninggalkan tempat tidurnya dan Anin duduk di sofa kamar Zeline smabil mengamati seosi kamar Zeline yang tertata rapi.
“Nin, nomton ya?”
Zelin mengambil air mineral dan juga cemilan kemudian Ia letakkan di hadapan Anin yang masih duduk di sofa.
“Eh nggak usah repot-repot. Udah kamu istirahat aja,”
“Diminum dulu, itu ada air putih sama susu,” ujar Zeline sambil melirik minuman kemasan botol yang baru saja Ia letakkan di depan Anin.
“Itu rotinya dimakan juga sama cikinya, enak tau, Nin,”
“Zel aku datang ke sini kayak bukan jenguk orang deh, kayak lagi bertamu,”
“Hahaha ya ‘kan emang lagi bertamu,”
Tiba-tiba ada yang membuka pintu kamar Zeline dan itu adalah Reta yang datang membawa baki di atasnya terdapat mangkuk juga air minum.
“Nin, ayo dimakan dulu,”
“Ya ampun, Tante. Nggak usah repot-repot ini aja udah dikasih sama Zeline,”
__ADS_1
“Nggak repot kok, cobain deh puding buatan Tante semoga kamu suka ya kayak Zeline,”
Reta meletakkan apa yang Ia bawa itu di hadapan Anin. Tidak mungkin Reta tidak menghidangkan sesuatu untuk tamunya sekalipun itu niat tamunya adalah menjenguk.