
Di kantin, Zeline dan Juan menikmati nasi kuning sebagai menu makan siang mereka, sambil mengobrol. Tanpa mereka sadari ada dua pasang mata manusia yang sedang menatap ke arah mereka yang sedang makan sambil mengobrol itu. Salah satu manusia itu merasa sesak melihat kebersamaan Zeline dengan laki-laki lain. Ia tidak menyangka kalau bukan Ia lagi yang ada di samping Zeline ketika makan di kantin.
“Mereka keliatan dekat banget,” gumam salah sayu pemilik sepasang mata dan dia adalah Vindra.
“Itubeneran pacaran nggak sih mereka? Kok cepat banget Zeline move on. Buset, itu hati atau apaan ya? Cepat amat penghuninya berganti,”
“Nin, kamu tuh nggak tau pastinya kayak gimana. Entah kenapa aku rasa mereka belum mereka pacaran, kamu udah ngomong yang nggak-nggak. Kamu nggak sopan! Kalau didenagrs ama Zeline nggak enak tau. Lagian ya, mau mereka pacaran atau nggak ya bukan urusan kamu juga lah. Kecuali kalau cowok itu itu pacar kamu dan dia deketin Zeline nah baru kamu boleh komentar,”
Vindra menegur sahabatnya supaya tidak terbiasa bicara sembarangan kepada siapapun apalagi yang dibicarakan adalah Zeline.
__ADS_1
“Jadi kamu sama Zeline beneran udah berakhir ya, Vin? Nggak ada harapan buat balikan? Ya udah kalau gitu, aku tidut sedih ya, tapi saran aku jangan sedih lama-lama, move on dong karena kamu layak untuk bahagia walaupun tanpa Zeline,”
“Ya menurut kamu? Kalau nggak berakhir aku yang udah ada di posisi gowok itu sekarang kayak sebelum-sebelumnya. Tapi ini apa? Aku di sini sama kamu, bukan sama Zeline. Nggak semudah itu move on, Anin, kamu seirng banget nyuruh aku untuk move on, nggak gampang untuk dilakuin tau nggak sih?”
Mendengar ucapan Vindra, Anin langsung mengusap bahu Vindra sambil berkata “Ya udah, yang sabar ya, Vin. Mudah-mudahan kamu cepat dapat gantinya. ‘Kan Zeline udah ada pengganti tuh, nah semoga kamu juga secepatnya ya,”
“Belum tentu lah dia pengganti aku, masa iya secepat itu?”
Ucapan Anin membuat Vindra merasa ditampar dnegan kuat, kemudain dijatuhkan dan diinjak-injak.
__ADS_1
“Aku bukannya bikin kamu merasa sedih atau gimana ya. Tapi bisa aja Zeline emang udah punya pengganti, kamu jangan kegegeran seolah Zeline tuh nggak bisa secepatnya dapat pengganti kamu. ‘Kan kamu sendiri bilang kalau Zeline itu cantik, pintar, baik, nggak neko-neko anaknya. Nah ya udah, bukan hanya kamu aja yang tertarik sama dia dan pengen jadiin dia pacar, tapi laki-laki lain juga bisa aja kayak kamu ‘kan. Malah aku rasa banyak deh,”
Vindra menghembuskan napas kasar kemudian menundukkan kepalanya dan menggeleng pelan.
“Aku nggak siap,”
“Vin, mau nggak mau ya kamu harus siap. Lagian Zeline ‘kan udah mutusin kamu, walaupun kamu udah berusaha untuk mempertahankan tapi Zeline nya tetap mau lepas dari genggaman kamu. Ya udah lah terima aja. Dia udah bahagia tuh sama kehidupannya yang sekarang tanpa kamu,”
“Kalau ternyata mereka nggak pacaran, aku senang banget. Setidaknya aku masih punya kesempatan untuk balik sama Zeline,”
__ADS_1
“Lah kalau Zeline nya nggak mau gimana? Masa iya kamu mau maksain kehendak kamu?”